Dari Bagian 1
Dada Hyakinthos yang bidang dan berotot itu bergerak naik-turun, mengambil napas dengan cepat. Kontolnya yang tegang bergoyang-goyang sambil mengeluarkan precum. Sementara itu, kedua bolanya bergelantungan dan bergoyang-goyang akibat sodokan kontol Apollo yang perkasa. Oohh.. Nikmatnya bercinta.
Boreas yang malang hanya dapat menyaksikan semuanya dari jarak jauh. Namun apa yang terjadi di bawah sana cukup jelas baginya. Dengan pandangan cemburu dan amarah, dia menyaksikan dan mendengar bagaimana Hyakinthos mengerang dalalm birahinya. Dia mendengarkan dengan telinganya sendiri bahwa sang pangeran itu meminta Apollo untuk mengentotnya terus-menerus tanpa henti. Dia juga mendengar desahan nikmat Apollo saat kontolnya memompa lubang dubur Hyakinthos. Semuanya mengobarkan nafsu birahi Boreas, sekaligus amarahnya. Kontolnya diremas-remas lebih keras, memeras setiap cairan precum yang dapat diperasnya.
"Oohh.. Hhooh.. Aahh.."
"Oohh.. Wahai dewaku.. Hhoohh.. Apollo.. Aahh.. Aku hampir.. Hhoosshh.. Uuhh.. Sampai.. Aarrgghh.." erang Hykinthos, mencoba menyeimbangkan dirinya.
Apollo mengentotnya dengan begitu keras hingga Hyakinthos hampir saja jatuh ke depan. Kedua lengan dan lututnya bergetar, berusaha menyokong tubuhnya. Apollo tidak pernah melambatkan ritme ngentotnya. Malah, semakin lama, semakin cepat. Desahan napas mereka berbaur dan menjadi satu. Apollo merasakan kontraksi otot dubur Hyakinthos menjadi semakin ketat. Dia sadar bahwa kekasihnya itu akan ngecret sebentar lagi. Sambil tersenyum, Apollo membayangkan reputasinya sebagai dewa yang tak pernah gagal dalam memberikan orgasme kepada semua kekasihnya. Kontolnya sanggup menyerang anus seorang pria dan memaksanya untuk ngecret tanpa menyentuh kontol pria itu sama sekali.
"AARRGGH..!!" erang Hyakinthos.
"Hhohh.. Hyakinthos akan ngecret.. Hhoosshh.. Aku ingin melihat.. Oohh.. Pejuhnya.. Hhoosshh.."
Sadar akan orgasme Hyakinthos yang akan datang sebentar lagi, Boreas memeras kontolnya lebih keras. Dia ingin ejakulasi bersamaan dengan Hyakinthos. Boreas meraih putingnya dengan sebelah tangannya dan memilin-milinnya.
"Hhooh.. Ngecret.. Oohh.. Pejuh.. Aahh.. Hyakinthos.. Hhoohh.. HhyyaakkiinnttTTHHOOSS..!!"
CCROOTT!! CRROOTT!! CCRROOTT!! Tak ayal lagi, kontol Boreas pun berdenyut-denyut dengan penuh amarah, memuntahkan pejuhnya ke mana-mana. Sebagian melumuri tubuhnya, dan sisanya jatuh ke atas tanah.
"AARRGGHH!! UUHH!! HHOOHHSSHH!! AAHH!!" erangnya sementara otot-otot tubuhnya berkontraksi keras, memompa pejuh keluar dari kontolnya.
Bersamaan dengan ejakulasi Boreas, Hyakinthos pun tiba pada klimaks-nya.
"Hhohh.. AARRGGHh!! UUHH!! OOHH!!" Tuybuh Hyakinthos mengejang-ngejang tak karuan.
CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOT!! Apollo harus memegangnya seperti mengendalikan kuda jantan liar. Dengan sekuat tenaganya, Apollo menahan tubuh Hyakinthos agar dia tak melukai dirinya sendiri dalam orgasmenya yang luar biasa itu. Kontol Hyakinthos menyemprotkan pejuhnya ke mana-mana, sebagian besar jatuh ke atas hamparan rumput. CCRROOTT!! CCRROTT!! CCROOTT!! Keringat bercucuran dari wajah dan tubuhnya, Hyakinthos letih sekali.
Pada saat otot anus Hyakinthos berkontraksi hebat, mencekik batang kontol Apollo, Apollo merasakan bahwa orgasmenya sendiri kembali mneghampirinya.
"Hhoohh.. HhOOHH!! AARRGGHH!!"
Dan CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! Kontol sang dewa meluncurkan pejuhnya, menyemprotnya jauh ke dalam liang tubuh Hyakinthos sementara Hyakinthos sendiri masih diguncang orgasmenya. Apollo tetap menyodomi Hyakinthos sementara kontolnya menembakkan sperma. Dipeluknya tubuh Hyakinthos erat-erat dari belakang, sambil bernapas tersengal-sengal.
Berdua, mereka saling mengerang dan mengejang-ngejang. Kenikmatan yang mereka rasakan tak dapat dilukiskan dengan kata-kata! Seusai orgasme yang menakjubkan itu, Apollo dan Hyakinthos jatuh ke atas tanah berumput; tubuh Hyankinthos tertimpa tubuh Apollo. Kontol mereka yang berlumuran sperma mulai menciut. Untuk beberapa saat, mereka hanya berbaring di sana, menormalkan napas mereka. Apollo yang pertama kali pulih.
"Kekasihku, mari kita bermain lempar cakram? Apakah kau mau?" tanyanya sambil membelai-belai tubuh Hyakinthos yang basah dengan keringat.
Dewa itu paling suka melihat dada Hyakinthos yang berotot, terutama kedua putingnya yang berwarna coklat itu. Sebagai pecinta olahraga, Hyakinthos mengiyakannya.
Beberapa menit kemudian, masih bertelanjang ria, keduanya telah melumuri tubuh masing-masing dengan sperma bekas hubungan seks mereka tadi. Biasanya, setiap atlet melumuri tubuhnya dengan minyak. Tapi berhubung minyak tak tersedia, mereka memakai sperma mereka. Masing-masing sangat menikmati saat-saat intimasi mereka ketika mereka menjelajahi tubuh-tubuh masing-masing dan melumurinya dengan sperma. Mm.. Erotis sekali. Dan sesuai tradisi, para atlet bertanding tanpa mengenakan sehelai benang pun. Mereka selalu bertanding TELANJANG BULAT dengan kontol NGACENG! Dari tradisi itulah, muncul istilah 'gymnasium' yang berarti TELANJANG!
Pertandingan mereka cukup sehat. Tak ada yang kalah. Mereka berdua ahli melempar cakram. Tibalah giliran Apollo untuk kembali melempar cakram itu. Dengan sekuat tenaga, dewa perkasa itu melemparkan cakram perunggu itu ke atas langit. Benda itu pun terlempar tinggi, tinggi, dan semakin tinggi. Pada saat itulah Boreas bertindak. Dengan kekuatan anginnya, Boreas meniup cakram itu ke bawah kuat-kuat, ke arah Hyakinthus! Bagai kilat, dengan kecepatan peluru, cakram itu jatuh kembali dan menembus awan-awan yang menghalangi jalannya. Hyakinthos melihatnya dan mencoba untuk menangkapnya. Tapi dia gagal!
Cakram itu mendarat seperti meteor. Tapi berhubung, benda itu jatuh dari ketinggian yang laur biasa, cakram itu memantul seperti bola. Tragis sekali, cakram itu meluncur ke arah Hyakinthos dan membentur kepalanya tanpa ampun.
"AARRGGHH..!!" Hyakinthos menjerit sekeras-kerasnya.
Jeritan itu benar-benar jeritan murni karena rasa sakit yang teramat sangat. Tak ayal lagi, pangeran tampan itu jatuh tersungkur bersimbah darah. Apollo, panik dan sedih, berlari mndapati kekasihnya yang malang itu. Darah merah segar mengalir deras dari luka Hyakinthos tanpa henti, memerahkan rambut hitamnya yang indah. Dengan hati-hati sekali, Apollo mendudukan Hyakinthos dan meletakkan kepala pangeran malang itu di atas pahanya. Sambil menangis, Apollo mencoba untuk menyembuhkan Hyakinthos dengan kekuatan dewanya. Namun sia-sia saja sebab lukanya terlalu parah.
Wajah Hyakinthos mulai memucat dan memutih. Kehangatan tubuhnya mulai menghilang dan digantikan dengan rasa dingin yang mengerikan. Kemudian mata Hyakinthos berhenti bersinar. Hyakinthos telah meninggal dunia. Kematian telah merenggutnya dari Apollo.
"TTIIDAAKK!!" teriak Apollo keras-keras.
Teriakannya membahaana dan terdengar ke seluruh penjuru dunia. Bahkan gunung Olympus pun sampai terguncang karena teriakannya. Berduka, Apollo meratap.
"Kematian telah merenggutmu dariku, wahai kekasihku. Sedih hatiku menyaksikanmu meninggal di pangkuanku. Seharusnya saya tak mengajakmu bermain cakram. Siapa yang harus disalahkan? Apakah cakram itu? Ataukah cintaku yang terlalu besar untukmu? Oh, kalau saja saya dapat menemanimu turun ke alam baka yang dingin. Oh kenapa saya dikutuk untuk hidup abadi? Kenapa saya tak dapat meninggal bersamamu, kekasihku?"
Air mata terus menerus berlinang, membasahi wajah Apolo yang tampan. Rasa bersalah menghantui dirinya. Dengan sedih, Apollo memeluk tubuh Hyakinthos yang tak bernyawa ke dadanya. Dia tak ingin meninggalkan kekasihnya itu. Hyakinthos telah meninggal dan rohnya akan melayang ke alam kematian yang dikuasai pamannya, Hades.
"Tidak! Hades tak boleh memilikimu! Kau akan bersamaku selamanya, Hyakinthos!" Apollo membungkukkan badannya dan berbisik di dalam telinga Hyakinthos.
"Dalam hatiku, kau akan tetap hidup untuk selamanya, Hyakinthos-ku yang tampan. Semoga kenangan akan dirimu juga akan tetap hidup di antara para manusia."
Begitu Apollo selesai mengucapkan kalimat itu, sekuntum bunga tiba-tiba muncul dari belahan luka Hyakinthos. Bunga itu harum sekali dan berwarna merah, semerah darah Hyakinthos. Kita menamakan bunga itu 'Hyacinth' dalam bahasa Inggris. Pada kelopak bunganya, terukir tulisan 'Ay', desah kesakitan yang keluar dari dalam dada Apollo saat melihat kekasihnya tergeletak tak bernyawa.
Kenangan Hyakinthos hidup di antara para pria Sparta di masa itu. Setiap pertengahan musim panas, para pria Sparta akan berkumpul dalam sebuah festival untuk mengenang kepergian sang pangeran Hyakinthos, yang mampu merebut hati dewa tertampan di Olympus, Apollo.
E N D
Senin, 24 November 2008
0
Judul yang sangat unik nan sederhana, '0'. Itulah bentuk anusku setelah disodok kontol oleh seorang pekerja toko bangunan. Ceritanya begini: Tepat di sebelah rumahku terdapat sebuah toko bangunan yang selalu men-supply debu ke rumahku. Bayangkan saja, setiap hari pasti akan ada kiriman debu. Tak heran sebab toko itu menjual pasir, batu bata, dan semua bahan bangunan yang kotor.
Satu-satunya hal yang baik adalah banyaknya para kekerja toko bangunan yang sering duduk di depan rumah ortu-ku. Seringkali saya berpura-pura berdiri di depan pintu hanya untuk melihat tubuh telanjang mereka yang berkilauan saat mereka sibuk menaikkan atau menurunkan barang-barang bangunan ke truk. Kontolku sering ngaceng berat! Dari antara semua pekerja hanya ada satu yang menarik perhatianku.
Tampangnya agak lebih tua dari yang lain. Tua di sini bukan berarti tua renta dan keriputan, melainkan dewasa. Mungkin umurnya sekitar tigapuluhan, terlihat macho sekali meskipun tubuhnya tidak kekar berotot. Yang paling kusuka darinya adalah tatapan tajamnya dan juga brewok tipis berumur 1 atau 2hari. Ah, seksi sekali!! Sungguh mengobarkan nafsu birahiku! Biasanya dia memakai kemeja usangnya dan topi (model topi sekolah) Di sekeliling topinya sering diselipkan saputangan, agak seperti topi tentara Jepang. Abang itulah sasaran utamaku! ;)
Pernah beberapa kali saya berpapasan dengannya saat hendak membeli sesuatu di warung. Dia sering kali menatapku tajam-tajam, seakan-akan ingin berkata, 'Awas loe. N'tar gue ngentotin pantat loe!' Tapi kami tak pernah saling bertukar sapa karena kami tak saling mengenal. Saya terus berusaha mencari kesempatan untuk mendekatinya. Akhirnya kesempatan itu pun datang!
Ortu-ku sedang pergi, hanya ada saya saja di rumah. Kesempatan emas untuk 'menembak' abang pekerja favoritku. Kebetulan dia juga sedang sendirian, duduk tepat di depan rumahku. Benar-benar kesempatan. Saya pun membuka pintu depan dan berpura-pura terkejut melihatnya. Untuk pertama kalinya, saya menyapanya.
"Wah, sedang istirahat, yah?"
Abang itu tidak berkata apa-apa, sepertinya malah agak terganggu karena baru saja kusapa. Tapi saya bersabar dan mencoba lagi.
"Abang pasti haus. Mau minum gak? Kebetulan di dalam ada air dingin. Kalau Abang mau, Abang boleh masuk kok. Kebetulan saya sedang sendirian dan butuh teman bicara."
Mendengar bahwa saya sedang sendirian, matanya berbinar-binar. Namun rupanya dia memang tak suka berbicara sebab dia hanya mengeluarkan dehaman pendek yang berarti 'ya'. Saya senang sekali sampai ingin melompat. Kupersilahkan abang ganteng itu untuk masuk.
"Sebaiknya kita ke kamarku saja. Lebih terasa enak daripada di ruang tamu," alasanku. Abang itu menurut saja, matanya menatap ke setiap sudut rumahku. Sesampainya di dalam kamarku, matanya langsung tertuju pada layar komputerku yang masih menyala.
Memang sengaja kutinggalkan menyala agar dia bisa melihat koleksi foto-foto pria telanjangku. Saya berpura-pura kaget dan salah tingkah, agar dia tak curiga.
"Aduh, maafkan saya. Saya cuma iseng kok melihat gambar gituan. Biasa, penasaran."
Tapi tiba-tiba Abang itu menutup pintu dan menguncinya. Tentu saja saya keheranan. Belum sempat saya bertanya, abang itu membalikkan tubuhnya dan langsung merobek kemejanya sendiri. Kancing-kancing kemejanya pun putus dan jatuh berserakan di lantai. Dadanya yang agak bidang terekspos, untuk kepuasan mata homoseksualku. Selanjutnya kemeja itu dia lepas dan banting ke lantai.
Saya kesulitan menelan air liurku, terangsang melihat tubuhnya yang indah. Memang dia tidak sekekar atlit, namun masih punya otot. Yang paling kugilai dari tubuhnya adalah sepasang putingnya yang keras dan berwarna coklat. Dan lagipula, dada bidangnya itu agak ditumbuhi bulu-bulu halus! Saya paling suka pria berdada berbulu. Aahh.. Jantan sekali. Sangat macho dan maskulin! Tak puas hanya dengan melepas kemejanya dan mempertontonkan dadanya, abang itu meraih celana panjangnya yang berdebu dan mulai melepasnya.
SROT! Celana itu terjatuh ke lantai. Dengan sensual, abang itu menarik-narik karet celana dalamnya. Beberapa detik kemudian, celana dalam itu juga dilepaskannya. Mataku terpaku pada kontolnya yang mulai hidup. Kontol bersunat itu mulai bangun dan menatapku balik. Lubang kontolnya serasa menantangku. Kini, berdiri bertelanjang bulat, abang itu mengelus-ngelus dadanya sendiri.
Bagai tersihir, saya pun segera melepaskan pakaianku. Mudah bagiku untuk melakukannya sebab saya hanya memakai kaus dan celana pendek saja (tanpa celana dalam). Kontolku yang dari tadi ngaceng melompat keluar dan memperkenalkan dirinya. Abang itu nampaknya puas melihat tubuh telanjangku. Tanpa bicara, dia langsung memelukku dan mulai menciumiku. Tingkah lakunya agak kasar dan sama sekali tidak romantis, tapi saya suka. Saya suka menyerahkan diriku padanya. Memang saya sudah bukan perjaka lagi; saya pernah dingentot cowok lain. Namun, pantatku masih perjaka dari kontolnya ;.
"HHOOH.. AAHH.. HHOHH.." Kudengar napasnya menderu-deru di telingaku ketika dia sibuk menciumi dan menjilati mukaku. Kontolnya mulai melelehkan precum dan mengenai tubuh bagian bawahku. Kontol kami saling beradu saat kami saling mencium dengan liar. AAahah.. Belum pernah saya bertemu dengan pria yang bernafsu sekali seperti abang itu.
SLURP! SLURP! Bunyi suara mulutnya saat dia menyedot-nyedot lidahku. Kemudian, di antara deru napasnya, dia pun berbicara.
"OOHH.. Gue doyan cowok Cina.. HHOOHH.. Putih, halus, mulus.. HHOOSSHH.. Kayak loe.. AAHH.. Gue ngaceng berat nih.. AAHH.. Mau ngentotin loe.. HHOOHH.."
Tangannya yang kuat meremas-remas dada, perut, dan putingku. Dia benar-benar sangat menikmati tubuhku, dan saya pun lega dia suka. Tak lupa kuremas balik dadanya seraya memegang-megang putingnya. Aahh.. Keras sekali. Ingin rasanya kujilati puting itu.
"AAHH.. OOHH.. UUHH.." erangnya.
"Hhohh.. Aahh.." desahku saat kubiarkan dia memelukku lagi. Lalu kini gantian saya yang berbicara.
"Oohh.. Yaa.. Gue pengen dingentot.. Aahh.. Gue pengen berhomoseks ama abang.. Oohh.. Tolong ngentotin gue, Bang.. Hhoosshh.. Kontol abang.. Aahh.. Gede sekali.. Gue suka kontol.. Aahh.."
Sengaja kujilati leher dan telinganya. Reaksinya, sekujur tubuhnya seakan-akan tersengat listrik.
"Oohh.. Gue suka badan abang.. Oohh.. Gue mau menyepong kontol abang.. Aahh.. Boleh kan?"
Tanpa bicara, abang itu mendorong tubuhku turun. Dengan senang hati, saya berlutut dan menyembah kontolnya. Bagiku kontolnya sangat indah sekali. Kepalanya besar dan mengkilat bagaikan buah ceri. Batangnya yang panjang nampak kokoh, menyatu dengan tubuhnya. Sedangkan kedua bola pelernya menggantung-gantung dengan sensual. Ah, saya tidak tahan lagi. Saya harus mencicipi kontolnya! Tanpa takut ataupun ragu, kupegangi bola pelernya dan mulai kuperas-peras seraya kutarik-tarik. Saya bayangkan bahwa bola pelernya seperti pegangan pompa air. Jika saya menarik bolanya, maka kontolnya akan menyemburkan pejuh segar untukku.
Abang itu mendesah-desah keenakkan saat kuremas-remas bola pelernya. Kepalanya ditengadahkan dan matanya terpejam rapat-rapat, menikmati sentuhan tanganku yang hangat. Berhubung kepala kontolnya nampak sangat menggoda dan indah, sebelum kusedot, saya mencium-cium kepala kontol itu terlebih dahulu. Baru kemudian, kutelan kontolnya, seluruhnya.
"AAMM.."
SLURP! SLURP! Rasa precumnya langsung menyerang lidahku, asin-asin nikmat. Saya berusaha menjilat-jilati bagian bawah kepala kontolnya dan memastikan bahwa dia mengerang lagi. Kemudian, kumain-mainkan lubang kontolnya. Kontolnya terangsang dan lebih banyak precum dikeluarkan.
"Aahh.. Oohh.. Yyeess.. Sedot terus.. Aahh.. Sedot kontol gue.. Aahh.,.. Hhoosshh.. Sedot terus.. Aahh.. Jangan stop.. Aahh.. Loe hebat banget.. Aahh.."
Menyedot kontol memang bukan masalah sebab saya sudah sering menyedot kontol cowok. Saya memang sangat memuja kontol. Bahkan di laciku ada sebuah dildo (kontol palsu) yang sering kucium sebelum saya tidur. Dari semua kontol yang pernah kusedot, kontol abang itulah yang paling enak! Kepalanya pun terasa licin dan enak di lidah. Apalagi dia baik sekali, menghadiahkanku precum banyak sekali. Saya sampai kewalahan menyedot precumnya. Enak banget.
"MMPPHH.. MMPPHH.. MM.." Saya hanya mampu bersuara seperti itu, dengan kontol abang itu menyumbat mulutku. SLURP! SLURP!
Abang itu mengerang semakin keras dan dia mulai ingin mengendalikan permainan. Kini dialah yang pro-aktif. Kontolnya disodok-sodokkan ke dalam mulutku seperti gerakan orang ngentot. Namun saya bersikeras untuk menyedotnya, maka pertarungan pun terjadi. Mulutku sering kali bertabrakkan dengan kontolnya. Dia ingin mengentot mulutku dan saya ingin menyedot kontolnya. Sampai akhirnya dia pun tiba pada puncak kenikmatannya.
Dengan melenguh panjang bak kerbau, kontol abang itu mengembang dan mulai menembak-nembakkan pejuh ke dalam mulutku. CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! Langsung saja kusedot dan kutelan semua pejuhnya itu. Mm.. Sungguh nikmat! Pejuh terlezat yang pernah kutelan. Rasa asin, pahit, dan manisnya bercampur dan terasa pas di lidah. CCRROTT!! CCROOTT!! Sementara itu, abang itu terus saja mengerang-ngerang sampai pejuhnya habis terkuras di dalam mulutku.
"AARRGGHH!! UUGGHH!! ARRGGHH!! OOHH!! AARRGGHH!!" Tubuhnya terkulai lemas, namun masih sanggup berdiri. Setelah kontolnya bersih kujilati, baru kulepaskan kontolnya dari mulutku. Setetes pejuhnya menempel di bibirku namun langsung kujilat habis. SLURP!
"Abang masih kuat? Sebab gue masih belum dientot dan gue kepengen banget dientot. Ayolah, Bang. Ngentot yach?" mohonku sambil menunggingkan pantatku dan memain-mainkan lubang anusku dengan jariku.
Saya merasa sangat rendah seperti pelacur, namun saya tak dapat menyangkal hasrat birahi homoseksualku untuk abang itu. Pokoknya abang itu harus menancapkan kontolnya di anusku! Abang itu hanya tersenyum mesum melihat kelakuanku. Lalu tanpa bicara, dia langsung menarik tubuhku.
Sebelumnya saya sedang menungging dengan pantatku menghadap wajahnya. Abang itu menarikku ke arahnya, tepat ke kontolnya! Kontol abang itu besar sekali, tapi saya tidak takut. Malah saya mengharapkan kontol itu untuk merusak anusku. Saya ingin disodomi! Saya ingin dingentot! Saya ingin berhomoseks! Ngentotin saya! Dan abang itu pun mengentotin pantatku.
Sambil memelukku dari belakang, abang itu menusuk-nusuk lubang anusku dengan kontolnya. Butuh beberapa saat sampai kontolnya akhirnya berhasil masuk dan membenamkan dirinya. PLOP! Aahh.. Hangat sekali kontolnya. Abang itu meraba-raba tubuh bagian depanku, terutama dada dan putingku. Tak lupa juga dia mengerjain kontolku yang sudah belepotan precum. Kami terbakar nafsu dan kami akan segera terbakar hangus.
"AARRGGHH!!" erangku saat dia mulai menggenjot pantatnya.
"AARRGGHH!! AAHH!! sakit sekali, Bang! AARRGGHH..!! Ayo, terus! AARRGGHH!! ngentot yang keras.. AAHH.. OOHH!!" Meskipun sakit, kupaksakan diriku karena saya memang butuh kontol.
"AARRGGHH!! UUGGHH!! OOHH!!"
Eranganku semakin menjadi-jadi saat abang itu semakin membabi-buta dengan ngentotnya. Lubang anusku dipaksa untuk mengakomodasi kontolnya yang gemuk. Belum pernah ada kontol sebesar itu masuk menginvasi anusku.
"AARRGGHH!!" erangku lagi.
"Oohh.. Aahh.. Hhoohh.. Oohh.. Hhoosshh.." napas abang itu menderu-deru seperti banteng ngamuk.
Matanya tertuju pada punggungku, serius sekali. Wajahnya sedikit meringis menahan rasa sakit akibat kontolnya harus dipaksakan masuk ke lubang sesempit anusku. Namun dia juga puas dan memaksakan dirinya. Kontolnya terus menerus memompa lubangku bagaikan kerja mesin yang tiada henti. Seiring dengan sodokannya dia selalu menyuarakan erangannya.
"AARGGH!! AARRGGHH!! AARGHH!! AARRGGHH!!" Cairan precum semakin banyak dikeluarkan kontolnya, melumasi jalan masuk ke anusku. Kontolnya kurasakan berkedut-kedut dengan gairah.
"Aahh.. Oohh.. BANGSAT! aahh.. Ketat banget pantat loe.. Aahh.."
Dengan memegangi pundakku, abang itu menyodomiku makin keras. Semakin lama, tubuh kami saling terguncang akibat sodokan kontolnya yang maha dahsyat.
"AAHH.."
Syaa terpaksa harus mengocok kontolku sendiri karena abang itu telah berhenti mengerjai kontolku. Tanpa ampun, saya remas dan saya kocok kontolku, memaksaku untuk ngecret secepat mungkin. Nafsu birahiku semakin tinggi dan terlihat apd akontolku yang semakin ngaceng. Rasanya nyaris sakit, sebab kontolku butuh pelepasan dengan ngecret.
"AARRGGHH!!" erangku.
"Ngentot terus.. AAHH.. OOHH.. Ngentot! aahh.. Negntot terus! oohh..!!"
Kontolku mulai berkedut-kedut, pertanda orgasmeku mendekat. Demikian pula dengan kontol abang itu, juga mulai berkedut-kedut. Kami akan ngecret!
"AARRGGHH!! BANGSAT! Gue bakal ngecret! AARRGGHH!! Terima pejuh gue!! AARRGGHH!!" Dengan itu, abang itu pun mendorong kontolnya sedalam mungkin dan terjepit di dalam tubuhku.
"AARRGGHH!!" Kontolnya akhirnya meledak, memuncratkan pejuh berliter-liter.
CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! Sementara itu, dia terus-menerus mengerang-ngerang dan menggeliat-geliat, mirip orang kesakitan.
"AARRGGH!! UUGGHH!! OOHH!! AARRGGHH!! UUGGHH!!"
Sungguh pria yang sangat jantan, pejuhnya terasa sangat penuh sampai-sampai saya merasa seakan-akan pejuhnya akan keluar lewat hidungku. Rasanya pun hangat; sekujur tubuhku menghangat dan rasanya sungguh nyaman.
Lalu tibalah giliranku..
"AARGGHH!!" Tubuhku mengejang-ngejang seperti kuda liar lalu kontolku memuntahkan isinya. CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! Pejuhku muncrat banyak sekali, membasahi tubuhku dan juga lantai.
"AARRGGHH!! UUGGHH!! OOHH!! AARRGGHH!!" Orgasme menyiksa tubuhku dan saya harus menggeliat-geliat, menahan kenikmatan.
Abang itu lengah dan kontolnya pun terlepas. PLOP! Seiring dengan itu, banjir pejuh langsung mengalir dari luabng anusku yang menganga. Bayangkan saja tampangku pada saat itu. Pejuh keluar dari kontolku dan lubang pantatku. Lantai kamarku kotor sekali. Saya lalu terjatuh ke lantai, lemas sekali. Tubuhku bermandikan keringat dan pejuh. Sementara itu abang ganteng itu menundukkan badannya dan menciumiku. Tangannya menepuk pantatku. Kudengar dia bersiul.
"Wah, lobang pantat loe menganga terbuka, kayak angka nol." Dia pun tertawa dengan leluconnya sendiri.
"Abang suka ama lobang pantat gue?" tanyaku, membalikkan tubuhku dan memandangnya.
Astaga, saya berharap saya dapat menjadi kekasihnya. Tubuhnya, wajahnya, suaranya, dan kontolnya, semuanya saya suka. Namun apakah dia akan mencintai seorang cowok Cina seperti diriku? Kontolku kembali berdiri dan berkedut-kedut saat pikiranku melayang membayangkan abang itu dan saya naik ke atas ranjang pelaminan sebagai sepasang pengantin homo.
"Ya, Abang suka banget ama loe. Dan kalo boleh, Abang pengen ngentotin loe lagi," katanya, menciumi leherku dengan bernafsu.
"Astaga? Lagi?", pikirku. Namun saya senang, akhirnya saya menemukan pria yang bisa mengimbangi nafsu seks-ku. Kami berdua sama-sama suka berhomoseks. Dan kami pun kembali ngentot. AARRGGHH!! Kurasakan lubang pantaku semakin besar, di-bor oleh kontolnya. Kuharap anusku bisa sembuh dan tidak menganga seperti angka 0 untuk selamanya :)
E N D
Satu-satunya hal yang baik adalah banyaknya para kekerja toko bangunan yang sering duduk di depan rumah ortu-ku. Seringkali saya berpura-pura berdiri di depan pintu hanya untuk melihat tubuh telanjang mereka yang berkilauan saat mereka sibuk menaikkan atau menurunkan barang-barang bangunan ke truk. Kontolku sering ngaceng berat! Dari antara semua pekerja hanya ada satu yang menarik perhatianku.
Tampangnya agak lebih tua dari yang lain. Tua di sini bukan berarti tua renta dan keriputan, melainkan dewasa. Mungkin umurnya sekitar tigapuluhan, terlihat macho sekali meskipun tubuhnya tidak kekar berotot. Yang paling kusuka darinya adalah tatapan tajamnya dan juga brewok tipis berumur 1 atau 2hari. Ah, seksi sekali!! Sungguh mengobarkan nafsu birahiku! Biasanya dia memakai kemeja usangnya dan topi (model topi sekolah) Di sekeliling topinya sering diselipkan saputangan, agak seperti topi tentara Jepang. Abang itulah sasaran utamaku! ;)
Pernah beberapa kali saya berpapasan dengannya saat hendak membeli sesuatu di warung. Dia sering kali menatapku tajam-tajam, seakan-akan ingin berkata, 'Awas loe. N'tar gue ngentotin pantat loe!' Tapi kami tak pernah saling bertukar sapa karena kami tak saling mengenal. Saya terus berusaha mencari kesempatan untuk mendekatinya. Akhirnya kesempatan itu pun datang!
Ortu-ku sedang pergi, hanya ada saya saja di rumah. Kesempatan emas untuk 'menembak' abang pekerja favoritku. Kebetulan dia juga sedang sendirian, duduk tepat di depan rumahku. Benar-benar kesempatan. Saya pun membuka pintu depan dan berpura-pura terkejut melihatnya. Untuk pertama kalinya, saya menyapanya.
"Wah, sedang istirahat, yah?"
Abang itu tidak berkata apa-apa, sepertinya malah agak terganggu karena baru saja kusapa. Tapi saya bersabar dan mencoba lagi.
"Abang pasti haus. Mau minum gak? Kebetulan di dalam ada air dingin. Kalau Abang mau, Abang boleh masuk kok. Kebetulan saya sedang sendirian dan butuh teman bicara."
Mendengar bahwa saya sedang sendirian, matanya berbinar-binar. Namun rupanya dia memang tak suka berbicara sebab dia hanya mengeluarkan dehaman pendek yang berarti 'ya'. Saya senang sekali sampai ingin melompat. Kupersilahkan abang ganteng itu untuk masuk.
"Sebaiknya kita ke kamarku saja. Lebih terasa enak daripada di ruang tamu," alasanku. Abang itu menurut saja, matanya menatap ke setiap sudut rumahku. Sesampainya di dalam kamarku, matanya langsung tertuju pada layar komputerku yang masih menyala.
Memang sengaja kutinggalkan menyala agar dia bisa melihat koleksi foto-foto pria telanjangku. Saya berpura-pura kaget dan salah tingkah, agar dia tak curiga.
"Aduh, maafkan saya. Saya cuma iseng kok melihat gambar gituan. Biasa, penasaran."
Tapi tiba-tiba Abang itu menutup pintu dan menguncinya. Tentu saja saya keheranan. Belum sempat saya bertanya, abang itu membalikkan tubuhnya dan langsung merobek kemejanya sendiri. Kancing-kancing kemejanya pun putus dan jatuh berserakan di lantai. Dadanya yang agak bidang terekspos, untuk kepuasan mata homoseksualku. Selanjutnya kemeja itu dia lepas dan banting ke lantai.
Saya kesulitan menelan air liurku, terangsang melihat tubuhnya yang indah. Memang dia tidak sekekar atlit, namun masih punya otot. Yang paling kugilai dari tubuhnya adalah sepasang putingnya yang keras dan berwarna coklat. Dan lagipula, dada bidangnya itu agak ditumbuhi bulu-bulu halus! Saya paling suka pria berdada berbulu. Aahh.. Jantan sekali. Sangat macho dan maskulin! Tak puas hanya dengan melepas kemejanya dan mempertontonkan dadanya, abang itu meraih celana panjangnya yang berdebu dan mulai melepasnya.
SROT! Celana itu terjatuh ke lantai. Dengan sensual, abang itu menarik-narik karet celana dalamnya. Beberapa detik kemudian, celana dalam itu juga dilepaskannya. Mataku terpaku pada kontolnya yang mulai hidup. Kontol bersunat itu mulai bangun dan menatapku balik. Lubang kontolnya serasa menantangku. Kini, berdiri bertelanjang bulat, abang itu mengelus-ngelus dadanya sendiri.
Bagai tersihir, saya pun segera melepaskan pakaianku. Mudah bagiku untuk melakukannya sebab saya hanya memakai kaus dan celana pendek saja (tanpa celana dalam). Kontolku yang dari tadi ngaceng melompat keluar dan memperkenalkan dirinya. Abang itu nampaknya puas melihat tubuh telanjangku. Tanpa bicara, dia langsung memelukku dan mulai menciumiku. Tingkah lakunya agak kasar dan sama sekali tidak romantis, tapi saya suka. Saya suka menyerahkan diriku padanya. Memang saya sudah bukan perjaka lagi; saya pernah dingentot cowok lain. Namun, pantatku masih perjaka dari kontolnya ;.
"HHOOH.. AAHH.. HHOHH.." Kudengar napasnya menderu-deru di telingaku ketika dia sibuk menciumi dan menjilati mukaku. Kontolnya mulai melelehkan precum dan mengenai tubuh bagian bawahku. Kontol kami saling beradu saat kami saling mencium dengan liar. AAahah.. Belum pernah saya bertemu dengan pria yang bernafsu sekali seperti abang itu.
SLURP! SLURP! Bunyi suara mulutnya saat dia menyedot-nyedot lidahku. Kemudian, di antara deru napasnya, dia pun berbicara.
"OOHH.. Gue doyan cowok Cina.. HHOOHH.. Putih, halus, mulus.. HHOOSSHH.. Kayak loe.. AAHH.. Gue ngaceng berat nih.. AAHH.. Mau ngentotin loe.. HHOOHH.."
Tangannya yang kuat meremas-remas dada, perut, dan putingku. Dia benar-benar sangat menikmati tubuhku, dan saya pun lega dia suka. Tak lupa kuremas balik dadanya seraya memegang-megang putingnya. Aahh.. Keras sekali. Ingin rasanya kujilati puting itu.
"AAHH.. OOHH.. UUHH.." erangnya.
"Hhohh.. Aahh.." desahku saat kubiarkan dia memelukku lagi. Lalu kini gantian saya yang berbicara.
"Oohh.. Yaa.. Gue pengen dingentot.. Aahh.. Gue pengen berhomoseks ama abang.. Oohh.. Tolong ngentotin gue, Bang.. Hhoosshh.. Kontol abang.. Aahh.. Gede sekali.. Gue suka kontol.. Aahh.."
Sengaja kujilati leher dan telinganya. Reaksinya, sekujur tubuhnya seakan-akan tersengat listrik.
"Oohh.. Gue suka badan abang.. Oohh.. Gue mau menyepong kontol abang.. Aahh.. Boleh kan?"
Tanpa bicara, abang itu mendorong tubuhku turun. Dengan senang hati, saya berlutut dan menyembah kontolnya. Bagiku kontolnya sangat indah sekali. Kepalanya besar dan mengkilat bagaikan buah ceri. Batangnya yang panjang nampak kokoh, menyatu dengan tubuhnya. Sedangkan kedua bola pelernya menggantung-gantung dengan sensual. Ah, saya tidak tahan lagi. Saya harus mencicipi kontolnya! Tanpa takut ataupun ragu, kupegangi bola pelernya dan mulai kuperas-peras seraya kutarik-tarik. Saya bayangkan bahwa bola pelernya seperti pegangan pompa air. Jika saya menarik bolanya, maka kontolnya akan menyemburkan pejuh segar untukku.
Abang itu mendesah-desah keenakkan saat kuremas-remas bola pelernya. Kepalanya ditengadahkan dan matanya terpejam rapat-rapat, menikmati sentuhan tanganku yang hangat. Berhubung kepala kontolnya nampak sangat menggoda dan indah, sebelum kusedot, saya mencium-cium kepala kontol itu terlebih dahulu. Baru kemudian, kutelan kontolnya, seluruhnya.
"AAMM.."
SLURP! SLURP! Rasa precumnya langsung menyerang lidahku, asin-asin nikmat. Saya berusaha menjilat-jilati bagian bawah kepala kontolnya dan memastikan bahwa dia mengerang lagi. Kemudian, kumain-mainkan lubang kontolnya. Kontolnya terangsang dan lebih banyak precum dikeluarkan.
"Aahh.. Oohh.. Yyeess.. Sedot terus.. Aahh.. Sedot kontol gue.. Aahh.,.. Hhoosshh.. Sedot terus.. Aahh.. Jangan stop.. Aahh.. Loe hebat banget.. Aahh.."
Menyedot kontol memang bukan masalah sebab saya sudah sering menyedot kontol cowok. Saya memang sangat memuja kontol. Bahkan di laciku ada sebuah dildo (kontol palsu) yang sering kucium sebelum saya tidur. Dari semua kontol yang pernah kusedot, kontol abang itulah yang paling enak! Kepalanya pun terasa licin dan enak di lidah. Apalagi dia baik sekali, menghadiahkanku precum banyak sekali. Saya sampai kewalahan menyedot precumnya. Enak banget.
"MMPPHH.. MMPPHH.. MM.." Saya hanya mampu bersuara seperti itu, dengan kontol abang itu menyumbat mulutku. SLURP! SLURP!
Abang itu mengerang semakin keras dan dia mulai ingin mengendalikan permainan. Kini dialah yang pro-aktif. Kontolnya disodok-sodokkan ke dalam mulutku seperti gerakan orang ngentot. Namun saya bersikeras untuk menyedotnya, maka pertarungan pun terjadi. Mulutku sering kali bertabrakkan dengan kontolnya. Dia ingin mengentot mulutku dan saya ingin menyedot kontolnya. Sampai akhirnya dia pun tiba pada puncak kenikmatannya.
Dengan melenguh panjang bak kerbau, kontol abang itu mengembang dan mulai menembak-nembakkan pejuh ke dalam mulutku. CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! Langsung saja kusedot dan kutelan semua pejuhnya itu. Mm.. Sungguh nikmat! Pejuh terlezat yang pernah kutelan. Rasa asin, pahit, dan manisnya bercampur dan terasa pas di lidah. CCRROTT!! CCROOTT!! Sementara itu, abang itu terus saja mengerang-ngerang sampai pejuhnya habis terkuras di dalam mulutku.
"AARRGGHH!! UUGGHH!! ARRGGHH!! OOHH!! AARRGGHH!!" Tubuhnya terkulai lemas, namun masih sanggup berdiri. Setelah kontolnya bersih kujilati, baru kulepaskan kontolnya dari mulutku. Setetes pejuhnya menempel di bibirku namun langsung kujilat habis. SLURP!
"Abang masih kuat? Sebab gue masih belum dientot dan gue kepengen banget dientot. Ayolah, Bang. Ngentot yach?" mohonku sambil menunggingkan pantatku dan memain-mainkan lubang anusku dengan jariku.
Saya merasa sangat rendah seperti pelacur, namun saya tak dapat menyangkal hasrat birahi homoseksualku untuk abang itu. Pokoknya abang itu harus menancapkan kontolnya di anusku! Abang itu hanya tersenyum mesum melihat kelakuanku. Lalu tanpa bicara, dia langsung menarik tubuhku.
Sebelumnya saya sedang menungging dengan pantatku menghadap wajahnya. Abang itu menarikku ke arahnya, tepat ke kontolnya! Kontol abang itu besar sekali, tapi saya tidak takut. Malah saya mengharapkan kontol itu untuk merusak anusku. Saya ingin disodomi! Saya ingin dingentot! Saya ingin berhomoseks! Ngentotin saya! Dan abang itu pun mengentotin pantatku.
Sambil memelukku dari belakang, abang itu menusuk-nusuk lubang anusku dengan kontolnya. Butuh beberapa saat sampai kontolnya akhirnya berhasil masuk dan membenamkan dirinya. PLOP! Aahh.. Hangat sekali kontolnya. Abang itu meraba-raba tubuh bagian depanku, terutama dada dan putingku. Tak lupa juga dia mengerjain kontolku yang sudah belepotan precum. Kami terbakar nafsu dan kami akan segera terbakar hangus.
"AARRGGHH!!" erangku saat dia mulai menggenjot pantatnya.
"AARRGGHH!! AAHH!! sakit sekali, Bang! AARRGGHH..!! Ayo, terus! AARRGGHH!! ngentot yang keras.. AAHH.. OOHH!!" Meskipun sakit, kupaksakan diriku karena saya memang butuh kontol.
"AARRGGHH!! UUGGHH!! OOHH!!"
Eranganku semakin menjadi-jadi saat abang itu semakin membabi-buta dengan ngentotnya. Lubang anusku dipaksa untuk mengakomodasi kontolnya yang gemuk. Belum pernah ada kontol sebesar itu masuk menginvasi anusku.
"AARRGGHH!!" erangku lagi.
"Oohh.. Aahh.. Hhoohh.. Oohh.. Hhoosshh.." napas abang itu menderu-deru seperti banteng ngamuk.
Matanya tertuju pada punggungku, serius sekali. Wajahnya sedikit meringis menahan rasa sakit akibat kontolnya harus dipaksakan masuk ke lubang sesempit anusku. Namun dia juga puas dan memaksakan dirinya. Kontolnya terus menerus memompa lubangku bagaikan kerja mesin yang tiada henti. Seiring dengan sodokannya dia selalu menyuarakan erangannya.
"AARGGH!! AARRGGHH!! AARGHH!! AARRGGHH!!" Cairan precum semakin banyak dikeluarkan kontolnya, melumasi jalan masuk ke anusku. Kontolnya kurasakan berkedut-kedut dengan gairah.
"Aahh.. Oohh.. BANGSAT! aahh.. Ketat banget pantat loe.. Aahh.."
Dengan memegangi pundakku, abang itu menyodomiku makin keras. Semakin lama, tubuh kami saling terguncang akibat sodokan kontolnya yang maha dahsyat.
"AAHH.."
Syaa terpaksa harus mengocok kontolku sendiri karena abang itu telah berhenti mengerjai kontolku. Tanpa ampun, saya remas dan saya kocok kontolku, memaksaku untuk ngecret secepat mungkin. Nafsu birahiku semakin tinggi dan terlihat apd akontolku yang semakin ngaceng. Rasanya nyaris sakit, sebab kontolku butuh pelepasan dengan ngecret.
"AARRGGHH!!" erangku.
"Ngentot terus.. AAHH.. OOHH.. Ngentot! aahh.. Negntot terus! oohh..!!"
Kontolku mulai berkedut-kedut, pertanda orgasmeku mendekat. Demikian pula dengan kontol abang itu, juga mulai berkedut-kedut. Kami akan ngecret!
"AARRGGHH!! BANGSAT! Gue bakal ngecret! AARRGGHH!! Terima pejuh gue!! AARRGGHH!!" Dengan itu, abang itu pun mendorong kontolnya sedalam mungkin dan terjepit di dalam tubuhku.
"AARRGGHH!!" Kontolnya akhirnya meledak, memuncratkan pejuh berliter-liter.
CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! Sementara itu, dia terus-menerus mengerang-ngerang dan menggeliat-geliat, mirip orang kesakitan.
"AARRGGH!! UUGGHH!! OOHH!! AARRGGHH!! UUGGHH!!"
Sungguh pria yang sangat jantan, pejuhnya terasa sangat penuh sampai-sampai saya merasa seakan-akan pejuhnya akan keluar lewat hidungku. Rasanya pun hangat; sekujur tubuhku menghangat dan rasanya sungguh nyaman.
Lalu tibalah giliranku..
"AARGGHH!!" Tubuhku mengejang-ngejang seperti kuda liar lalu kontolku memuntahkan isinya. CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! Pejuhku muncrat banyak sekali, membasahi tubuhku dan juga lantai.
"AARRGGHH!! UUGGHH!! OOHH!! AARRGGHH!!" Orgasme menyiksa tubuhku dan saya harus menggeliat-geliat, menahan kenikmatan.
Abang itu lengah dan kontolnya pun terlepas. PLOP! Seiring dengan itu, banjir pejuh langsung mengalir dari luabng anusku yang menganga. Bayangkan saja tampangku pada saat itu. Pejuh keluar dari kontolku dan lubang pantatku. Lantai kamarku kotor sekali. Saya lalu terjatuh ke lantai, lemas sekali. Tubuhku bermandikan keringat dan pejuh. Sementara itu abang ganteng itu menundukkan badannya dan menciumiku. Tangannya menepuk pantatku. Kudengar dia bersiul.
"Wah, lobang pantat loe menganga terbuka, kayak angka nol." Dia pun tertawa dengan leluconnya sendiri.
"Abang suka ama lobang pantat gue?" tanyaku, membalikkan tubuhku dan memandangnya.
Astaga, saya berharap saya dapat menjadi kekasihnya. Tubuhnya, wajahnya, suaranya, dan kontolnya, semuanya saya suka. Namun apakah dia akan mencintai seorang cowok Cina seperti diriku? Kontolku kembali berdiri dan berkedut-kedut saat pikiranku melayang membayangkan abang itu dan saya naik ke atas ranjang pelaminan sebagai sepasang pengantin homo.
"Ya, Abang suka banget ama loe. Dan kalo boleh, Abang pengen ngentotin loe lagi," katanya, menciumi leherku dengan bernafsu.
"Astaga? Lagi?", pikirku. Namun saya senang, akhirnya saya menemukan pria yang bisa mengimbangi nafsu seks-ku. Kami berdua sama-sama suka berhomoseks. Dan kami pun kembali ngentot. AARRGGHH!! Kurasakan lubang pantaku semakin besar, di-bor oleh kontolnya. Kuharap anusku bisa sembuh dan tidak menganga seperti angka 0 untuk selamanya :)
E N D
0
Judul yang sangat unik nan sederhana, '0'. Itulah bentuk anusku setelah disodok kontol oleh seorang pekerja toko bangunan. Ceritanya begini: Tepat di sebelah rumahku terdapat sebuah toko bangunan yang selalu men-supply debu ke rumahku. Bayangkan saja, setiap hari pasti akan ada kiriman debu. Tak heran sebab toko itu menjual pasir, batu bata, dan semua bahan bangunan yang kotor.
Satu-satunya hal yang baik adalah banyaknya para kekerja toko bangunan yang sering duduk di depan rumah ortu-ku. Seringkali saya berpura-pura berdiri di depan pintu hanya untuk melihat tubuh telanjang mereka yang berkilauan saat mereka sibuk menaikkan atau menurunkan barang-barang bangunan ke truk. Kontolku sering ngaceng berat! Dari antara semua pekerja hanya ada satu yang menarik perhatianku.
Tampangnya agak lebih tua dari yang lain. Tua di sini bukan berarti tua renta dan keriputan, melainkan dewasa. Mungkin umurnya sekitar tigapuluhan, terlihat macho sekali meskipun tubuhnya tidak kekar berotot. Yang paling kusuka darinya adalah tatapan tajamnya dan juga brewok tipis berumur 1 atau 2hari. Ah, seksi sekali!! Sungguh mengobarkan nafsu birahiku! Biasanya dia memakai kemeja usangnya dan topi (model topi sekolah) Di sekeliling topinya sering diselipkan saputangan, agak seperti topi tentara Jepang. Abang itulah sasaran utamaku! ;)
Pernah beberapa kali saya berpapasan dengannya saat hendak membeli sesuatu di warung. Dia sering kali menatapku tajam-tajam, seakan-akan ingin berkata, 'Awas loe. N'tar gue ngentotin pantat loe!' Tapi kami tak pernah saling bertukar sapa karena kami tak saling mengenal. Saya terus berusaha mencari kesempatan untuk mendekatinya. Akhirnya kesempatan itu pun datang!
Ortu-ku sedang pergi, hanya ada saya saja di rumah. Kesempatan emas untuk 'menembak' abang pekerja favoritku. Kebetulan dia juga sedang sendirian, duduk tepat di depan rumahku. Benar-benar kesempatan. Saya pun membuka pintu depan dan berpura-pura terkejut melihatnya. Untuk pertama kalinya, saya menyapanya.
"Wah, sedang istirahat, yah?"
Abang itu tidak berkata apa-apa, sepertinya malah agak terganggu karena baru saja kusapa. Tapi saya bersabar dan mencoba lagi.
"Abang pasti haus. Mau minum gak? Kebetulan di dalam ada air dingin. Kalau Abang mau, Abang boleh masuk kok. Kebetulan saya sedang sendirian dan butuh teman bicara."
Mendengar bahwa saya sedang sendirian, matanya berbinar-binar. Namun rupanya dia memang tak suka berbicara sebab dia hanya mengeluarkan dehaman pendek yang berarti 'ya'. Saya senang sekali sampai ingin melompat. Kupersilahkan abang ganteng itu untuk masuk.
"Sebaiknya kita ke kamarku saja. Lebih terasa enak daripada di ruang tamu," alasanku. Abang itu menurut saja, matanya menatap ke setiap sudut rumahku. Sesampainya di dalam kamarku, matanya langsung tertuju pada layar komputerku yang masih menyala.
Memang sengaja kutinggalkan menyala agar dia bisa melihat koleksi foto-foto pria telanjangku. Saya berpura-pura kaget dan salah tingkah, agar dia tak curiga.
"Aduh, maafkan saya. Saya cuma iseng kok melihat gambar gituan. Biasa, penasaran."
Tapi tiba-tiba Abang itu menutup pintu dan menguncinya. Tentu saja saya keheranan. Belum sempat saya bertanya, abang itu membalikkan tubuhnya dan langsung merobek kemejanya sendiri. Kancing-kancing kemejanya pun putus dan jatuh berserakan di lantai. Dadanya yang agak bidang terekspos, untuk kepuasan mata homoseksualku. Selanjutnya kemeja itu dia lepas dan banting ke lantai.
Saya kesulitan menelan air liurku, terangsang melihat tubuhnya yang indah. Memang dia tidak sekekar atlit, namun masih punya otot. Yang paling kugilai dari tubuhnya adalah sepasang putingnya yang keras dan berwarna coklat. Dan lagipula, dada bidangnya itu agak ditumbuhi bulu-bulu halus! Saya paling suka pria berdada berbulu. Aahh.. Jantan sekali. Sangat macho dan maskulin! Tak puas hanya dengan melepas kemejanya dan mempertontonkan dadanya, abang itu meraih celana panjangnya yang berdebu dan mulai melepasnya.
SROT! Celana itu terjatuh ke lantai. Dengan sensual, abang itu menarik-narik karet celana dalamnya. Beberapa detik kemudian, celana dalam itu juga dilepaskannya. Mataku terpaku pada kontolnya yang mulai hidup. Kontol bersunat itu mulai bangun dan menatapku balik. Lubang kontolnya serasa menantangku. Kini, berdiri bertelanjang bulat, abang itu mengelus-ngelus dadanya sendiri.
Bagai tersihir, saya pun segera melepaskan pakaianku. Mudah bagiku untuk melakukannya sebab saya hanya memakai kaus dan celana pendek saja (tanpa celana dalam). Kontolku yang dari tadi ngaceng melompat keluar dan memperkenalkan dirinya. Abang itu nampaknya puas melihat tubuh telanjangku. Tanpa bicara, dia langsung memelukku dan mulai menciumiku. Tingkah lakunya agak kasar dan sama sekali tidak romantis, tapi saya suka. Saya suka menyerahkan diriku padanya. Memang saya sudah bukan perjaka lagi; saya pernah dingentot cowok lain. Namun, pantatku masih perjaka dari kontolnya ;.
"HHOOH.. AAHH.. HHOHH.." Kudengar napasnya menderu-deru di telingaku ketika dia sibuk menciumi dan menjilati mukaku. Kontolnya mulai melelehkan precum dan mengenai tubuh bagian bawahku. Kontol kami saling beradu saat kami saling mencium dengan liar. AAahah.. Belum pernah saya bertemu dengan pria yang bernafsu sekali seperti abang itu.
SLURP! SLURP! Bunyi suara mulutnya saat dia menyedot-nyedot lidahku. Kemudian, di antara deru napasnya, dia pun berbicara.
"OOHH.. Gue doyan cowok Cina.. HHOOHH.. Putih, halus, mulus.. HHOOSSHH.. Kayak loe.. AAHH.. Gue ngaceng berat nih.. AAHH.. Mau ngentotin loe.. HHOOHH.."
Tangannya yang kuat meremas-remas dada, perut, dan putingku. Dia benar-benar sangat menikmati tubuhku, dan saya pun lega dia suka. Tak lupa kuremas balik dadanya seraya memegang-megang putingnya. Aahh.. Keras sekali. Ingin rasanya kujilati puting itu.
"AAHH.. OOHH.. UUHH.." erangnya.
"Hhohh.. Aahh.." desahku saat kubiarkan dia memelukku lagi. Lalu kini gantian saya yang berbicara.
"Oohh.. Yaa.. Gue pengen dingentot.. Aahh.. Gue pengen berhomoseks ama abang.. Oohh.. Tolong ngentotin gue, Bang.. Hhoosshh.. Kontol abang.. Aahh.. Gede sekali.. Gue suka kontol.. Aahh.."
Sengaja kujilati leher dan telinganya. Reaksinya, sekujur tubuhnya seakan-akan tersengat listrik.
"Oohh.. Gue suka badan abang.. Oohh.. Gue mau menyepong kontol abang.. Aahh.. Boleh kan?"
Tanpa bicara, abang itu mendorong tubuhku turun. Dengan senang hati, saya berlutut dan menyembah kontolnya. Bagiku kontolnya sangat indah sekali. Kepalanya besar dan mengkilat bagaikan buah ceri. Batangnya yang panjang nampak kokoh, menyatu dengan tubuhnya. Sedangkan kedua bola pelernya menggantung-gantung dengan sensual. Ah, saya tidak tahan lagi. Saya harus mencicipi kontolnya! Tanpa takut ataupun ragu, kupegangi bola pelernya dan mulai kuperas-peras seraya kutarik-tarik. Saya bayangkan bahwa bola pelernya seperti pegangan pompa air. Jika saya menarik bolanya, maka kontolnya akan menyemburkan pejuh segar untukku.
Abang itu mendesah-desah keenakkan saat kuremas-remas bola pelernya. Kepalanya ditengadahkan dan matanya terpejam rapat-rapat, menikmati sentuhan tanganku yang hangat. Berhubung kepala kontolnya nampak sangat menggoda dan indah, sebelum kusedot, saya mencium-cium kepala kontol itu terlebih dahulu. Baru kemudian, kutelan kontolnya, seluruhnya.
"AAMM.."
SLURP! SLURP! Rasa precumnya langsung menyerang lidahku, asin-asin nikmat. Saya berusaha menjilat-jilati bagian bawah kepala kontolnya dan memastikan bahwa dia mengerang lagi. Kemudian, kumain-mainkan lubang kontolnya. Kontolnya terangsang dan lebih banyak precum dikeluarkan.
"Aahh.. Oohh.. Yyeess.. Sedot terus.. Aahh.. Sedot kontol gue.. Aahh.,.. Hhoosshh.. Sedot terus.. Aahh.. Jangan stop.. Aahh.. Loe hebat banget.. Aahh.."
Menyedot kontol memang bukan masalah sebab saya sudah sering menyedot kontol cowok. Saya memang sangat memuja kontol. Bahkan di laciku ada sebuah dildo (kontol palsu) yang sering kucium sebelum saya tidur. Dari semua kontol yang pernah kusedot, kontol abang itulah yang paling enak! Kepalanya pun terasa licin dan enak di lidah. Apalagi dia baik sekali, menghadiahkanku precum banyak sekali. Saya sampai kewalahan menyedot precumnya. Enak banget.
"MMPPHH.. MMPPHH.. MM.." Saya hanya mampu bersuara seperti itu, dengan kontol abang itu menyumbat mulutku. SLURP! SLURP!
Abang itu mengerang semakin keras dan dia mulai ingin mengendalikan permainan. Kini dialah yang pro-aktif. Kontolnya disodok-sodokkan ke dalam mulutku seperti gerakan orang ngentot. Namun saya bersikeras untuk menyedotnya, maka pertarungan pun terjadi. Mulutku sering kali bertabrakkan dengan kontolnya. Dia ingin mengentot mulutku dan saya ingin menyedot kontolnya. Sampai akhirnya dia pun tiba pada puncak kenikmatannya.
Dengan melenguh panjang bak kerbau, kontol abang itu mengembang dan mulai menembak-nembakkan pejuh ke dalam mulutku. CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! Langsung saja kusedot dan kutelan semua pejuhnya itu. Mm.. Sungguh nikmat! Pejuh terlezat yang pernah kutelan. Rasa asin, pahit, dan manisnya bercampur dan terasa pas di lidah. CCRROTT!! CCROOTT!! Sementara itu, abang itu terus saja mengerang-ngerang sampai pejuhnya habis terkuras di dalam mulutku.
"AARRGGHH!! UUGGHH!! ARRGGHH!! OOHH!! AARRGGHH!!" Tubuhnya terkulai lemas, namun masih sanggup berdiri. Setelah kontolnya bersih kujilati, baru kulepaskan kontolnya dari mulutku. Setetes pejuhnya menempel di bibirku namun langsung kujilat habis. SLURP!
"Abang masih kuat? Sebab gue masih belum dientot dan gue kepengen banget dientot. Ayolah, Bang. Ngentot yach?" mohonku sambil menunggingkan pantatku dan memain-mainkan lubang anusku dengan jariku.
Saya merasa sangat rendah seperti pelacur, namun saya tak dapat menyangkal hasrat birahi homoseksualku untuk abang itu. Pokoknya abang itu harus menancapkan kontolnya di anusku! Abang itu hanya tersenyum mesum melihat kelakuanku. Lalu tanpa bicara, dia langsung menarik tubuhku.
Sebelumnya saya sedang menungging dengan pantatku menghadap wajahnya. Abang itu menarikku ke arahnya, tepat ke kontolnya! Kontol abang itu besar sekali, tapi saya tidak takut. Malah saya mengharapkan kontol itu untuk merusak anusku. Saya ingin disodomi! Saya ingin dingentot! Saya ingin berhomoseks! Ngentotin saya! Dan abang itu pun mengentotin pantatku.
Sambil memelukku dari belakang, abang itu menusuk-nusuk lubang anusku dengan kontolnya. Butuh beberapa saat sampai kontolnya akhirnya berhasil masuk dan membenamkan dirinya. PLOP! Aahh.. Hangat sekali kontolnya. Abang itu meraba-raba tubuh bagian depanku, terutama dada dan putingku. Tak lupa juga dia mengerjain kontolku yang sudah belepotan precum. Kami terbakar nafsu dan kami akan segera terbakar hangus.
"AARRGGHH!!" erangku saat dia mulai menggenjot pantatnya.
"AARRGGHH!! AAHH!! sakit sekali, Bang! AARRGGHH..!! Ayo, terus! AARRGGHH!! ngentot yang keras.. AAHH.. OOHH!!" Meskipun sakit, kupaksakan diriku karena saya memang butuh kontol.
"AARRGGHH!! UUGGHH!! OOHH!!"
Eranganku semakin menjadi-jadi saat abang itu semakin membabi-buta dengan ngentotnya. Lubang anusku dipaksa untuk mengakomodasi kontolnya yang gemuk. Belum pernah ada kontol sebesar itu masuk menginvasi anusku.
"AARRGGHH!!" erangku lagi.
"Oohh.. Aahh.. Hhoohh.. Oohh.. Hhoosshh.." napas abang itu menderu-deru seperti banteng ngamuk.
Matanya tertuju pada punggungku, serius sekali. Wajahnya sedikit meringis menahan rasa sakit akibat kontolnya harus dipaksakan masuk ke lubang sesempit anusku. Namun dia juga puas dan memaksakan dirinya. Kontolnya terus menerus memompa lubangku bagaikan kerja mesin yang tiada henti. Seiring dengan sodokannya dia selalu menyuarakan erangannya.
"AARGGH!! AARRGGHH!! AARGHH!! AARRGGHH!!" Cairan precum semakin banyak dikeluarkan kontolnya, melumasi jalan masuk ke anusku. Kontolnya kurasakan berkedut-kedut dengan gairah.
"Aahh.. Oohh.. BANGSAT! aahh.. Ketat banget pantat loe.. Aahh.."
Dengan memegangi pundakku, abang itu menyodomiku makin keras. Semakin lama, tubuh kami saling terguncang akibat sodokan kontolnya yang maha dahsyat.
"AAHH.."
Syaa terpaksa harus mengocok kontolku sendiri karena abang itu telah berhenti mengerjai kontolku. Tanpa ampun, saya remas dan saya kocok kontolku, memaksaku untuk ngecret secepat mungkin. Nafsu birahiku semakin tinggi dan terlihat apd akontolku yang semakin ngaceng. Rasanya nyaris sakit, sebab kontolku butuh pelepasan dengan ngecret.
"AARRGGHH!!" erangku.
"Ngentot terus.. AAHH.. OOHH.. Ngentot! aahh.. Negntot terus! oohh..!!"
Kontolku mulai berkedut-kedut, pertanda orgasmeku mendekat. Demikian pula dengan kontol abang itu, juga mulai berkedut-kedut. Kami akan ngecret!
"AARRGGHH!! BANGSAT! Gue bakal ngecret! AARRGGHH!! Terima pejuh gue!! AARRGGHH!!" Dengan itu, abang itu pun mendorong kontolnya sedalam mungkin dan terjepit di dalam tubuhku.
"AARRGGHH!!" Kontolnya akhirnya meledak, memuncratkan pejuh berliter-liter.
CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! Sementara itu, dia terus-menerus mengerang-ngerang dan menggeliat-geliat, mirip orang kesakitan.
"AARRGGH!! UUGGHH!! OOHH!! AARRGGHH!! UUGGHH!!"
Sungguh pria yang sangat jantan, pejuhnya terasa sangat penuh sampai-sampai saya merasa seakan-akan pejuhnya akan keluar lewat hidungku. Rasanya pun hangat; sekujur tubuhku menghangat dan rasanya sungguh nyaman.
Lalu tibalah giliranku..
"AARGGHH!!" Tubuhku mengejang-ngejang seperti kuda liar lalu kontolku memuntahkan isinya. CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! Pejuhku muncrat banyak sekali, membasahi tubuhku dan juga lantai.
"AARRGGHH!! UUGGHH!! OOHH!! AARRGGHH!!" Orgasme menyiksa tubuhku dan saya harus menggeliat-geliat, menahan kenikmatan.
Abang itu lengah dan kontolnya pun terlepas. PLOP! Seiring dengan itu, banjir pejuh langsung mengalir dari luabng anusku yang menganga. Bayangkan saja tampangku pada saat itu. Pejuh keluar dari kontolku dan lubang pantatku. Lantai kamarku kotor sekali. Saya lalu terjatuh ke lantai, lemas sekali. Tubuhku bermandikan keringat dan pejuh. Sementara itu abang ganteng itu menundukkan badannya dan menciumiku. Tangannya menepuk pantatku. Kudengar dia bersiul.
"Wah, lobang pantat loe menganga terbuka, kayak angka nol." Dia pun tertawa dengan leluconnya sendiri.
"Abang suka ama lobang pantat gue?" tanyaku, membalikkan tubuhku dan memandangnya.
Astaga, saya berharap saya dapat menjadi kekasihnya. Tubuhnya, wajahnya, suaranya, dan kontolnya, semuanya saya suka. Namun apakah dia akan mencintai seorang cowok Cina seperti diriku? Kontolku kembali berdiri dan berkedut-kedut saat pikiranku melayang membayangkan abang itu dan saya naik ke atas ranjang pelaminan sebagai sepasang pengantin homo.
"Ya, Abang suka banget ama loe. Dan kalo boleh, Abang pengen ngentotin loe lagi," katanya, menciumi leherku dengan bernafsu.
"Astaga? Lagi?", pikirku. Namun saya senang, akhirnya saya menemukan pria yang bisa mengimbangi nafsu seks-ku. Kami berdua sama-sama suka berhomoseks. Dan kami pun kembali ngentot. AARRGGHH!! Kurasakan lubang pantaku semakin besar, di-bor oleh kontolnya. Kuharap anusku bisa sembuh dan tidak menganga seperti angka 0 untuk selamanya :)
E N D
Satu-satunya hal yang baik adalah banyaknya para kekerja toko bangunan yang sering duduk di depan rumah ortu-ku. Seringkali saya berpura-pura berdiri di depan pintu hanya untuk melihat tubuh telanjang mereka yang berkilauan saat mereka sibuk menaikkan atau menurunkan barang-barang bangunan ke truk. Kontolku sering ngaceng berat! Dari antara semua pekerja hanya ada satu yang menarik perhatianku.
Tampangnya agak lebih tua dari yang lain. Tua di sini bukan berarti tua renta dan keriputan, melainkan dewasa. Mungkin umurnya sekitar tigapuluhan, terlihat macho sekali meskipun tubuhnya tidak kekar berotot. Yang paling kusuka darinya adalah tatapan tajamnya dan juga brewok tipis berumur 1 atau 2hari. Ah, seksi sekali!! Sungguh mengobarkan nafsu birahiku! Biasanya dia memakai kemeja usangnya dan topi (model topi sekolah) Di sekeliling topinya sering diselipkan saputangan, agak seperti topi tentara Jepang. Abang itulah sasaran utamaku! ;)
Pernah beberapa kali saya berpapasan dengannya saat hendak membeli sesuatu di warung. Dia sering kali menatapku tajam-tajam, seakan-akan ingin berkata, 'Awas loe. N'tar gue ngentotin pantat loe!' Tapi kami tak pernah saling bertukar sapa karena kami tak saling mengenal. Saya terus berusaha mencari kesempatan untuk mendekatinya. Akhirnya kesempatan itu pun datang!
Ortu-ku sedang pergi, hanya ada saya saja di rumah. Kesempatan emas untuk 'menembak' abang pekerja favoritku. Kebetulan dia juga sedang sendirian, duduk tepat di depan rumahku. Benar-benar kesempatan. Saya pun membuka pintu depan dan berpura-pura terkejut melihatnya. Untuk pertama kalinya, saya menyapanya.
"Wah, sedang istirahat, yah?"
Abang itu tidak berkata apa-apa, sepertinya malah agak terganggu karena baru saja kusapa. Tapi saya bersabar dan mencoba lagi.
"Abang pasti haus. Mau minum gak? Kebetulan di dalam ada air dingin. Kalau Abang mau, Abang boleh masuk kok. Kebetulan saya sedang sendirian dan butuh teman bicara."
Mendengar bahwa saya sedang sendirian, matanya berbinar-binar. Namun rupanya dia memang tak suka berbicara sebab dia hanya mengeluarkan dehaman pendek yang berarti 'ya'. Saya senang sekali sampai ingin melompat. Kupersilahkan abang ganteng itu untuk masuk.
"Sebaiknya kita ke kamarku saja. Lebih terasa enak daripada di ruang tamu," alasanku. Abang itu menurut saja, matanya menatap ke setiap sudut rumahku. Sesampainya di dalam kamarku, matanya langsung tertuju pada layar komputerku yang masih menyala.
Memang sengaja kutinggalkan menyala agar dia bisa melihat koleksi foto-foto pria telanjangku. Saya berpura-pura kaget dan salah tingkah, agar dia tak curiga.
"Aduh, maafkan saya. Saya cuma iseng kok melihat gambar gituan. Biasa, penasaran."
Tapi tiba-tiba Abang itu menutup pintu dan menguncinya. Tentu saja saya keheranan. Belum sempat saya bertanya, abang itu membalikkan tubuhnya dan langsung merobek kemejanya sendiri. Kancing-kancing kemejanya pun putus dan jatuh berserakan di lantai. Dadanya yang agak bidang terekspos, untuk kepuasan mata homoseksualku. Selanjutnya kemeja itu dia lepas dan banting ke lantai.
Saya kesulitan menelan air liurku, terangsang melihat tubuhnya yang indah. Memang dia tidak sekekar atlit, namun masih punya otot. Yang paling kugilai dari tubuhnya adalah sepasang putingnya yang keras dan berwarna coklat. Dan lagipula, dada bidangnya itu agak ditumbuhi bulu-bulu halus! Saya paling suka pria berdada berbulu. Aahh.. Jantan sekali. Sangat macho dan maskulin! Tak puas hanya dengan melepas kemejanya dan mempertontonkan dadanya, abang itu meraih celana panjangnya yang berdebu dan mulai melepasnya.
SROT! Celana itu terjatuh ke lantai. Dengan sensual, abang itu menarik-narik karet celana dalamnya. Beberapa detik kemudian, celana dalam itu juga dilepaskannya. Mataku terpaku pada kontolnya yang mulai hidup. Kontol bersunat itu mulai bangun dan menatapku balik. Lubang kontolnya serasa menantangku. Kini, berdiri bertelanjang bulat, abang itu mengelus-ngelus dadanya sendiri.
Bagai tersihir, saya pun segera melepaskan pakaianku. Mudah bagiku untuk melakukannya sebab saya hanya memakai kaus dan celana pendek saja (tanpa celana dalam). Kontolku yang dari tadi ngaceng melompat keluar dan memperkenalkan dirinya. Abang itu nampaknya puas melihat tubuh telanjangku. Tanpa bicara, dia langsung memelukku dan mulai menciumiku. Tingkah lakunya agak kasar dan sama sekali tidak romantis, tapi saya suka. Saya suka menyerahkan diriku padanya. Memang saya sudah bukan perjaka lagi; saya pernah dingentot cowok lain. Namun, pantatku masih perjaka dari kontolnya ;.
"HHOOH.. AAHH.. HHOHH.." Kudengar napasnya menderu-deru di telingaku ketika dia sibuk menciumi dan menjilati mukaku. Kontolnya mulai melelehkan precum dan mengenai tubuh bagian bawahku. Kontol kami saling beradu saat kami saling mencium dengan liar. AAahah.. Belum pernah saya bertemu dengan pria yang bernafsu sekali seperti abang itu.
SLURP! SLURP! Bunyi suara mulutnya saat dia menyedot-nyedot lidahku. Kemudian, di antara deru napasnya, dia pun berbicara.
"OOHH.. Gue doyan cowok Cina.. HHOOHH.. Putih, halus, mulus.. HHOOSSHH.. Kayak loe.. AAHH.. Gue ngaceng berat nih.. AAHH.. Mau ngentotin loe.. HHOOHH.."
Tangannya yang kuat meremas-remas dada, perut, dan putingku. Dia benar-benar sangat menikmati tubuhku, dan saya pun lega dia suka. Tak lupa kuremas balik dadanya seraya memegang-megang putingnya. Aahh.. Keras sekali. Ingin rasanya kujilati puting itu.
"AAHH.. OOHH.. UUHH.." erangnya.
"Hhohh.. Aahh.." desahku saat kubiarkan dia memelukku lagi. Lalu kini gantian saya yang berbicara.
"Oohh.. Yaa.. Gue pengen dingentot.. Aahh.. Gue pengen berhomoseks ama abang.. Oohh.. Tolong ngentotin gue, Bang.. Hhoosshh.. Kontol abang.. Aahh.. Gede sekali.. Gue suka kontol.. Aahh.."
Sengaja kujilati leher dan telinganya. Reaksinya, sekujur tubuhnya seakan-akan tersengat listrik.
"Oohh.. Gue suka badan abang.. Oohh.. Gue mau menyepong kontol abang.. Aahh.. Boleh kan?"
Tanpa bicara, abang itu mendorong tubuhku turun. Dengan senang hati, saya berlutut dan menyembah kontolnya. Bagiku kontolnya sangat indah sekali. Kepalanya besar dan mengkilat bagaikan buah ceri. Batangnya yang panjang nampak kokoh, menyatu dengan tubuhnya. Sedangkan kedua bola pelernya menggantung-gantung dengan sensual. Ah, saya tidak tahan lagi. Saya harus mencicipi kontolnya! Tanpa takut ataupun ragu, kupegangi bola pelernya dan mulai kuperas-peras seraya kutarik-tarik. Saya bayangkan bahwa bola pelernya seperti pegangan pompa air. Jika saya menarik bolanya, maka kontolnya akan menyemburkan pejuh segar untukku.
Abang itu mendesah-desah keenakkan saat kuremas-remas bola pelernya. Kepalanya ditengadahkan dan matanya terpejam rapat-rapat, menikmati sentuhan tanganku yang hangat. Berhubung kepala kontolnya nampak sangat menggoda dan indah, sebelum kusedot, saya mencium-cium kepala kontol itu terlebih dahulu. Baru kemudian, kutelan kontolnya, seluruhnya.
"AAMM.."
SLURP! SLURP! Rasa precumnya langsung menyerang lidahku, asin-asin nikmat. Saya berusaha menjilat-jilati bagian bawah kepala kontolnya dan memastikan bahwa dia mengerang lagi. Kemudian, kumain-mainkan lubang kontolnya. Kontolnya terangsang dan lebih banyak precum dikeluarkan.
"Aahh.. Oohh.. Yyeess.. Sedot terus.. Aahh.. Sedot kontol gue.. Aahh.,.. Hhoosshh.. Sedot terus.. Aahh.. Jangan stop.. Aahh.. Loe hebat banget.. Aahh.."
Menyedot kontol memang bukan masalah sebab saya sudah sering menyedot kontol cowok. Saya memang sangat memuja kontol. Bahkan di laciku ada sebuah dildo (kontol palsu) yang sering kucium sebelum saya tidur. Dari semua kontol yang pernah kusedot, kontol abang itulah yang paling enak! Kepalanya pun terasa licin dan enak di lidah. Apalagi dia baik sekali, menghadiahkanku precum banyak sekali. Saya sampai kewalahan menyedot precumnya. Enak banget.
"MMPPHH.. MMPPHH.. MM.." Saya hanya mampu bersuara seperti itu, dengan kontol abang itu menyumbat mulutku. SLURP! SLURP!
Abang itu mengerang semakin keras dan dia mulai ingin mengendalikan permainan. Kini dialah yang pro-aktif. Kontolnya disodok-sodokkan ke dalam mulutku seperti gerakan orang ngentot. Namun saya bersikeras untuk menyedotnya, maka pertarungan pun terjadi. Mulutku sering kali bertabrakkan dengan kontolnya. Dia ingin mengentot mulutku dan saya ingin menyedot kontolnya. Sampai akhirnya dia pun tiba pada puncak kenikmatannya.
Dengan melenguh panjang bak kerbau, kontol abang itu mengembang dan mulai menembak-nembakkan pejuh ke dalam mulutku. CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! Langsung saja kusedot dan kutelan semua pejuhnya itu. Mm.. Sungguh nikmat! Pejuh terlezat yang pernah kutelan. Rasa asin, pahit, dan manisnya bercampur dan terasa pas di lidah. CCRROTT!! CCROOTT!! Sementara itu, abang itu terus saja mengerang-ngerang sampai pejuhnya habis terkuras di dalam mulutku.
"AARRGGHH!! UUGGHH!! ARRGGHH!! OOHH!! AARRGGHH!!" Tubuhnya terkulai lemas, namun masih sanggup berdiri. Setelah kontolnya bersih kujilati, baru kulepaskan kontolnya dari mulutku. Setetes pejuhnya menempel di bibirku namun langsung kujilat habis. SLURP!
"Abang masih kuat? Sebab gue masih belum dientot dan gue kepengen banget dientot. Ayolah, Bang. Ngentot yach?" mohonku sambil menunggingkan pantatku dan memain-mainkan lubang anusku dengan jariku.
Saya merasa sangat rendah seperti pelacur, namun saya tak dapat menyangkal hasrat birahi homoseksualku untuk abang itu. Pokoknya abang itu harus menancapkan kontolnya di anusku! Abang itu hanya tersenyum mesum melihat kelakuanku. Lalu tanpa bicara, dia langsung menarik tubuhku.
Sebelumnya saya sedang menungging dengan pantatku menghadap wajahnya. Abang itu menarikku ke arahnya, tepat ke kontolnya! Kontol abang itu besar sekali, tapi saya tidak takut. Malah saya mengharapkan kontol itu untuk merusak anusku. Saya ingin disodomi! Saya ingin dingentot! Saya ingin berhomoseks! Ngentotin saya! Dan abang itu pun mengentotin pantatku.
Sambil memelukku dari belakang, abang itu menusuk-nusuk lubang anusku dengan kontolnya. Butuh beberapa saat sampai kontolnya akhirnya berhasil masuk dan membenamkan dirinya. PLOP! Aahh.. Hangat sekali kontolnya. Abang itu meraba-raba tubuh bagian depanku, terutama dada dan putingku. Tak lupa juga dia mengerjain kontolku yang sudah belepotan precum. Kami terbakar nafsu dan kami akan segera terbakar hangus.
"AARRGGHH!!" erangku saat dia mulai menggenjot pantatnya.
"AARRGGHH!! AAHH!! sakit sekali, Bang! AARRGGHH..!! Ayo, terus! AARRGGHH!! ngentot yang keras.. AAHH.. OOHH!!" Meskipun sakit, kupaksakan diriku karena saya memang butuh kontol.
"AARRGGHH!! UUGGHH!! OOHH!!"
Eranganku semakin menjadi-jadi saat abang itu semakin membabi-buta dengan ngentotnya. Lubang anusku dipaksa untuk mengakomodasi kontolnya yang gemuk. Belum pernah ada kontol sebesar itu masuk menginvasi anusku.
"AARRGGHH!!" erangku lagi.
"Oohh.. Aahh.. Hhoohh.. Oohh.. Hhoosshh.." napas abang itu menderu-deru seperti banteng ngamuk.
Matanya tertuju pada punggungku, serius sekali. Wajahnya sedikit meringis menahan rasa sakit akibat kontolnya harus dipaksakan masuk ke lubang sesempit anusku. Namun dia juga puas dan memaksakan dirinya. Kontolnya terus menerus memompa lubangku bagaikan kerja mesin yang tiada henti. Seiring dengan sodokannya dia selalu menyuarakan erangannya.
"AARGGH!! AARRGGHH!! AARGHH!! AARRGGHH!!" Cairan precum semakin banyak dikeluarkan kontolnya, melumasi jalan masuk ke anusku. Kontolnya kurasakan berkedut-kedut dengan gairah.
"Aahh.. Oohh.. BANGSAT! aahh.. Ketat banget pantat loe.. Aahh.."
Dengan memegangi pundakku, abang itu menyodomiku makin keras. Semakin lama, tubuh kami saling terguncang akibat sodokan kontolnya yang maha dahsyat.
"AAHH.."
Syaa terpaksa harus mengocok kontolku sendiri karena abang itu telah berhenti mengerjai kontolku. Tanpa ampun, saya remas dan saya kocok kontolku, memaksaku untuk ngecret secepat mungkin. Nafsu birahiku semakin tinggi dan terlihat apd akontolku yang semakin ngaceng. Rasanya nyaris sakit, sebab kontolku butuh pelepasan dengan ngecret.
"AARRGGHH!!" erangku.
"Ngentot terus.. AAHH.. OOHH.. Ngentot! aahh.. Negntot terus! oohh..!!"
Kontolku mulai berkedut-kedut, pertanda orgasmeku mendekat. Demikian pula dengan kontol abang itu, juga mulai berkedut-kedut. Kami akan ngecret!
"AARRGGHH!! BANGSAT! Gue bakal ngecret! AARRGGHH!! Terima pejuh gue!! AARRGGHH!!" Dengan itu, abang itu pun mendorong kontolnya sedalam mungkin dan terjepit di dalam tubuhku.
"AARRGGHH!!" Kontolnya akhirnya meledak, memuncratkan pejuh berliter-liter.
CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! Sementara itu, dia terus-menerus mengerang-ngerang dan menggeliat-geliat, mirip orang kesakitan.
"AARRGGH!! UUGGHH!! OOHH!! AARRGGHH!! UUGGHH!!"
Sungguh pria yang sangat jantan, pejuhnya terasa sangat penuh sampai-sampai saya merasa seakan-akan pejuhnya akan keluar lewat hidungku. Rasanya pun hangat; sekujur tubuhku menghangat dan rasanya sungguh nyaman.
Lalu tibalah giliranku..
"AARGGHH!!" Tubuhku mengejang-ngejang seperti kuda liar lalu kontolku memuntahkan isinya. CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! Pejuhku muncrat banyak sekali, membasahi tubuhku dan juga lantai.
"AARRGGHH!! UUGGHH!! OOHH!! AARRGGHH!!" Orgasme menyiksa tubuhku dan saya harus menggeliat-geliat, menahan kenikmatan.
Abang itu lengah dan kontolnya pun terlepas. PLOP! Seiring dengan itu, banjir pejuh langsung mengalir dari luabng anusku yang menganga. Bayangkan saja tampangku pada saat itu. Pejuh keluar dari kontolku dan lubang pantatku. Lantai kamarku kotor sekali. Saya lalu terjatuh ke lantai, lemas sekali. Tubuhku bermandikan keringat dan pejuh. Sementara itu abang ganteng itu menundukkan badannya dan menciumiku. Tangannya menepuk pantatku. Kudengar dia bersiul.
"Wah, lobang pantat loe menganga terbuka, kayak angka nol." Dia pun tertawa dengan leluconnya sendiri.
"Abang suka ama lobang pantat gue?" tanyaku, membalikkan tubuhku dan memandangnya.
Astaga, saya berharap saya dapat menjadi kekasihnya. Tubuhnya, wajahnya, suaranya, dan kontolnya, semuanya saya suka. Namun apakah dia akan mencintai seorang cowok Cina seperti diriku? Kontolku kembali berdiri dan berkedut-kedut saat pikiranku melayang membayangkan abang itu dan saya naik ke atas ranjang pelaminan sebagai sepasang pengantin homo.
"Ya, Abang suka banget ama loe. Dan kalo boleh, Abang pengen ngentotin loe lagi," katanya, menciumi leherku dengan bernafsu.
"Astaga? Lagi?", pikirku. Namun saya senang, akhirnya saya menemukan pria yang bisa mengimbangi nafsu seks-ku. Kami berdua sama-sama suka berhomoseks. Dan kami pun kembali ngentot. AARRGGHH!! Kurasakan lubang pantaku semakin besar, di-bor oleh kontolnya. Kuharap anusku bisa sembuh dan tidak menganga seperti angka 0 untuk selamanya :)
E N D
Untung gw ga jadi kuliah di Depok
Untung gw ga jadi kuliah di Depok
Posted July 19th @ 10:18 pm by rendy
Hih.. sereeeem…
dikutip dari milis Gajah
> > Penumpang Taksi Misterius di
> > Gerbatama
> >
> > Kisah ini gua dapetin asli dari pengemudi taksi yang ngantar
> > gua dan teman2
> > pulang ke rumah teman gua di Depok setelah kita rame2
> > konsultasi & ngetik
> > skripsi di Warnet dekat kampus.
> > Malam itu,
> > setelah makan roti bakar 24 jam di Margonda, kita nyetop taksi
> > dan dalam
> > perjalanan, seperti biasa..gua nanya2 ke sopir taksi “Pak, daerah
> > sini
> > angker gak?”
> > Trus, pak sopirnya cerita tentang cewek mahasiswi (UI atau
> > IISIP??) yang
> > meninggal tertabrak di Gerbatama UI.
> > Hantunya selalu
> > nyetop taksi yang lewat Gerbatama dan minta diantar pulang
> > ke
> > Bintaro.
> > Biasanya sopir yang ngantar disuruh nunggu depan rumah dengan
> > alasan si
> > mahasiswi mau ngambil duit di rumah. Tapi, setelah 1-2 jam
> > nunggu, orangnya
> > gak nongol2. Akhirnya pak sopir ngetok pintu rumahnya dan
> > bicara dengan
> > orang rumah.
> > Setelah diceritain kejadian tersebut, seisi
> > rumah langsung nangis dan ayah
> > tuh cewek ngambil uang ongkos taksi lalu
> > ngasih ke pak sopir dan minta maaf
> > atas peristiwa itu.
> > Sopir taksi yang
> > kita tumpangi kebetulan mengalami sendiri kejadian itu. Gua
> > dapat cerita
> > ini sekitar tahun 2000.
> > —–
> >
> > btw gue pernah denger cerita ini dari
> > temen gue yg ada di UI. die juga
> > diceritain sih sama temennya. katanya kalo
> > di UI kalo dah lewat jem ½ 9
> > malem tuh udeh ga da kereta lagi yang dari
> > bogor. tapi katanya pernah ada
> > anak UI naek kereta ke arah jakarta, jem
> > segituan juga. tuh anak naek kereta
> > ngerasain biasa aja kaya naek kereta
> > biasa. cuman orang-orang di sekitarnya
> > ngeliat tuh anak lagi lari-lari di
> > rel kereta. pas dipanggil, tuh anak baru
> > nyadar n die kecapean abizzzzzz
> > kaya orang abis lari maraton.
> >
> > —–
> > but…gw jg punya cerita
> > nih,informasi nih gw dapet dari kakak gw langsung
> > yg pernah kuliah
> > disana…..begini ceritanya…
> > Loe pada taukan…rel kreta deket pondok
> > cina nah disebrangnya tuh kan ada
> > telpon umum….biasanya temen ka2k gw
> > emang telp disitu…pas magrib rada
> > gerimis temen ka2k gw nekat mo telp
> > keluar,akhirnya tuh dia pergi
> > sendiri….nah pas sampe didaerah rel itu dia
> > ngeliat ada
> > ce jalan sendiri ditengah rel mana gak payungan,temen ka2k gw
> > itu niat mo
> > ngajak payungan bareng dipanggil tuch ce pass udah deket,tuch
> > ce nengok
> > mukanya pucet banget,temen ka2k gw ngomong dong akan niat baeknya
> > eh…abis
> > ngomong tau-tau temen ka2k gw lgs didorong kesamping rel ama tuch
> > ce…tiba2
> > lgs lewat kereta…..tuiiiit….jess…jesss abis itu temen ka2k
> > gw pingsan
> > ampe 2 hari semaput,( ini cerita lgs dari siempunya nya yg
> > cerita ke ka2k
> > gw )
> >
> > —–
> > Gadis yang gantung diri di
> > Rektorat
> >
> > Cerita ini gua dapat sekitar tahun 1999, dari seorang senior
> > gua di kampus.
> > Sebut saja namanya C.
> > C adalah tipe mahasiswa yang aktif
> > di senat dan selalu berpartisipasi di
> > setiap aktivitas kampus.
> > Pada
> > suatu malam, C dan teman2 sedang sibuk mempersiapkan poster dan
> > berbagai
> > hiasan untuk acara 17 Agustusan.
> > Satu persatu anak senat pulang, tinggal C
> > dan seorang teman bernama B yang
> > berencana nginap di kampus karena kerjaan
> > mereka belum selesai.
> > Untuk itu, C dan B berencana balik dulu ke kost untuk
> > mandi dan ambil baju,
> > lalu kembali ke kampus untuk tidur di ruang senat
> > setelah menyelesaikan
> > poster dan beberapa hiasan.
> >
> > C & B kemudian
> > menumpang mobil B yang kebetulan AC-nya mati. Malam itu B
> > nyetir dengan 2
> > jendela terbuka.
> > Mereka melewati Gedung Rektorat….dan di situlah B
> > melihat seorang cewek,
> > berjalan sendirian di gelap malam, saat itu udah
> > jam
> > 23.30……………………yang bikin B ngeri, cewek itu
> > berjalan
> > tertatih-tatih, seperti orang yang susah jalannya…..lalu
> > kepalanya
> > terkulai, seperti tulang lehernya patah………..B kemudian
> > bilang ke C
> > “lihat di pinggir trotoar depan kita…ada cewek jalan malam2
> > begini…”
> > C diam aja, karena udah mulai merinding….”lewatin yuk, gua
> > penasaran liat
> > mukanya”….demikian kata B.
> > pelan-pelan mereka
> > mempercepat mobil. lalu B & C melirik kaca untuk melihat
> > wajah cewek
> > itu……wajahnya sangat pucat, matanya melotot serta lidahnya
> > terjulur
> > keluar berwarna kebiruan…..!!!
> >
> > “Itu setan mahasiswi yang gantung diri
> > di Rektorat!!”, kata C panik. B pun
> > ngebut supaya mereka cepat sampai ke
> > kost dan malam itu mereka tidak jadi
> > nginap di
> > kampus.
> >
> > catatan:
> > buat warga UI pasti tau kisah mahasiswi yang
> > gantung diri di Rektorat dan
> > sampe sekarang masih gentayangan di kampus UI
> > Depok.
> > ada beberapa versi tentang penyebab mahasiswi tersebut gantung diri,
> > yaitu :
> > putus dengan pacarnya atau hamil karena diperkosa. buat yang
> > punya
> > pengalaman serupa tentang hantu mahasiswi ini, atau tau detailsnya,
> > seperti
> > mahasiswi angkatan berapa dia (kalo gak salah, angkatan 90an awal
> > ya?),
> > jurusan apa (kalo gak salah, FISIP atau
> > Sastra?)
> >
> > —–
> > Kisah ini gua dapat sekitar tahun 2000 awal.
> > Pada
> > suatu hari, ada mahasiswa UI bernama X yang malam itu berniat pulang
> > ke
> > rumahnya di kawasan Tebet menumpang kereta. Karena masih merupakan
> > mahasiswa
> > baru, dan belum lama naik kereta..jadi X belum begitu paham
> > seputar jam-jam
> > operasional kereta.
> > Malam itu, sekitar jam 9 X tiba di
> > Stasiun Kereta UI. Suasana stasiun yang
> > sepi samasekali tak membuat X
> > curiga. Saat kereta datang (X punya karcis
> > abodemen bulanan), X langsung
> > masuk ke gerbong dan mengambil tempat duduk
> > dekat jendela.
> > Suasana
> > gerbong sepi dan tidak ada tukang jualan di dalamnya, X yang baru
> > 1-2 kali
> > naik kereta merasa tidak aneh dengan situasi ini.
> > Penumpang kereta lain
> > yang menunduk dan hanya diam serta berpakaian lusuh
> > bahkan terkesan
> > ketinggalan jaman juga tidak membuat X merasa janggal.
> >
> > Saat kereta tiba
> > di Stasiun Tebet, X bergegas turun. Ia satu2nya penumpang
> > yang turun.Tidak
> > ada penumpang lain yang turun di Stasiun tersebut.
> > Saat berjalan, tiba-tiba
> > langkah X dikejutkan dengan sapaan penjaga stasiun
> > Tebet. “Dik, apa nggak
> > capek kamu jalan kaki sepanjang rel ini?”
> > Lalu X menjawab “Saya tidak jalan
> > kaki, pak! Saya naik kereta”
> > Bapak itu menjelaskan “Kereta tidak ada yang
> > beroperasi di jam ini, terakhir
> > jam 8 malam. Adik naik kereta jam
> > berapa?”
> > X menjawab “Jam 21.30 pak”
> > Bapak itu pun menambahkan sesuatu
> > yang membuat bulu kuduk X merinding ngeri
> > “Masalahnya, dari tadi saya
> > memperhatikan adik. Adik tidak naik kereta, adik
> > berjalan kaki di atas
> > rel”
> >
> > Jadi, X tidak menyadari sama sekali kalau kereta yang
> > ditumpanginya dari
> > Stasiun UI menuju Stasiun Tebet adalah kereta
> > hantu………
> >
> > —–
> > Gue juga punya cerita nich…khan nggak jauh
> > dari dari UI itu ada
> > kuburan…nah katanya sich ada setan ce yang pake baju
> > merah…jadi kalo
> > misalnya loe malem-malem melintas depan situ hati-hati
> > aja soalnya kadang
> > suka ada cewe numpang naek bis…dan duduk dibelakang
> > dan setelah di liat
> > cewe itu udah nggak ada…
> >
> > Trus selasa kemaren
> > temen co gue kecelakan didepan situ..gara-garanya sich
> > katanya dia
> > ngehindarin gerobak…tapi anehnya temen co gue itu nggak papa
> > kecuali mata
> > kanan robek trus deket mata lewat kuping kanan sampe leher
> > bawah itu
> > retak….trus bibirnya dijait…tapi
> > anehnya pipi kanan nggak lecet sama
> > sekali…gue sama co gue aja bingung kok
> > bisa sampe gitu…padahal harusnya
> > kalo mau luka itu pasti pipi ada luka
> > dikit dong…tapi ni mulus…dan
> > waktu dia dibawa kerumah sakit di kira
> > orang-orang dia udah
> > meninggal…trus ternyata
> > dia dibawa ke RS Bhakti Yudha dan pihak rumah
> > sakit nggak sanggup…akhirnya
> > dia di oper ke RS
> > Fatmawati.
> >
> > —–
> > Hantu Mahasiswi Berkebaya di Fakultas
> > Teknik
> >
> > Kisah ini gua dapat sekitar tahun 1999. Dan menurut teman yang
> > cerita,
> > kejadian aslinya berlangsung tahun 1991-1992an.
> > Saat itu, ada
> > seorang mahasiswi Fakultas Teknik yang mengalami kecelakaan
> > saat akan
> > berangkat ke kampus menghadiri wisudanya.
> > Padahal mahasiswi tersebut sudah
> > mengenakan kebaya lengkap dengan sanggul
> > untuk difoto bersama
> > teman-temannya di hari wisuda.
> >
> > Lalu setelah kejadian itu, setiap tahun,
> > di saat Fakultas Teknik mengadakan
> > acara wisuda, orang bisa melihat
> > mahasiswi tersebut muncul, terkadang dia
> > terlihat berdiri di atas balkon
> > salah satu
> > gedung kuliah yang menghadap ke arah lapangan.
> > Atau terkadang
> > dia kelihatan berjalan di sekitar kampus…
> > Konon, arwah si mahasiswi tidak
> > bisa menerima kenyataan kalau dirinya tak
> > akan pernah diwisuda.
Posted July 19th @ 10:18 pm by rendy
Hih.. sereeeem…
dikutip dari milis Gajah
> > Penumpang Taksi Misterius di
> > Gerbatama
> >
> > Kisah ini gua dapetin asli dari pengemudi taksi yang ngantar
> > gua dan teman2
> > pulang ke rumah teman gua di Depok setelah kita rame2
> > konsultasi & ngetik
> > skripsi di Warnet dekat kampus.
> > Malam itu,
> > setelah makan roti bakar 24 jam di Margonda, kita nyetop taksi
> > dan dalam
> > perjalanan, seperti biasa..gua nanya2 ke sopir taksi “Pak, daerah
> > sini
> > angker gak?”
> > Trus, pak sopirnya cerita tentang cewek mahasiswi (UI atau
> > IISIP??) yang
> > meninggal tertabrak di Gerbatama UI.
> > Hantunya selalu
> > nyetop taksi yang lewat Gerbatama dan minta diantar pulang
> > ke
> > Bintaro.
> > Biasanya sopir yang ngantar disuruh nunggu depan rumah dengan
> > alasan si
> > mahasiswi mau ngambil duit di rumah. Tapi, setelah 1-2 jam
> > nunggu, orangnya
> > gak nongol2. Akhirnya pak sopir ngetok pintu rumahnya dan
> > bicara dengan
> > orang rumah.
> > Setelah diceritain kejadian tersebut, seisi
> > rumah langsung nangis dan ayah
> > tuh cewek ngambil uang ongkos taksi lalu
> > ngasih ke pak sopir dan minta maaf
> > atas peristiwa itu.
> > Sopir taksi yang
> > kita tumpangi kebetulan mengalami sendiri kejadian itu. Gua
> > dapat cerita
> > ini sekitar tahun 2000.
> > —–
> >
> > btw gue pernah denger cerita ini dari
> > temen gue yg ada di UI. die juga
> > diceritain sih sama temennya. katanya kalo
> > di UI kalo dah lewat jem ½ 9
> > malem tuh udeh ga da kereta lagi yang dari
> > bogor. tapi katanya pernah ada
> > anak UI naek kereta ke arah jakarta, jem
> > segituan juga. tuh anak naek kereta
> > ngerasain biasa aja kaya naek kereta
> > biasa. cuman orang-orang di sekitarnya
> > ngeliat tuh anak lagi lari-lari di
> > rel kereta. pas dipanggil, tuh anak baru
> > nyadar n die kecapean abizzzzzz
> > kaya orang abis lari maraton.
> >
> > —–
> > but…gw jg punya cerita
> > nih,informasi nih gw dapet dari kakak gw langsung
> > yg pernah kuliah
> > disana…..begini ceritanya…
> > Loe pada taukan…rel kreta deket pondok
> > cina nah disebrangnya tuh kan ada
> > telpon umum….biasanya temen ka2k gw
> > emang telp disitu…pas magrib rada
> > gerimis temen ka2k gw nekat mo telp
> > keluar,akhirnya tuh dia pergi
> > sendiri….nah pas sampe didaerah rel itu dia
> > ngeliat ada
> > ce jalan sendiri ditengah rel mana gak payungan,temen ka2k gw
> > itu niat mo
> > ngajak payungan bareng dipanggil tuch ce pass udah deket,tuch
> > ce nengok
> > mukanya pucet banget,temen ka2k gw ngomong dong akan niat baeknya
> > eh…abis
> > ngomong tau-tau temen ka2k gw lgs didorong kesamping rel ama tuch
> > ce…tiba2
> > lgs lewat kereta…..tuiiiit….jess…jesss abis itu temen ka2k
> > gw pingsan
> > ampe 2 hari semaput,( ini cerita lgs dari siempunya nya yg
> > cerita ke ka2k
> > gw )
> >
> > —–
> > Gadis yang gantung diri di
> > Rektorat
> >
> > Cerita ini gua dapat sekitar tahun 1999, dari seorang senior
> > gua di kampus.
> > Sebut saja namanya C.
> > C adalah tipe mahasiswa yang aktif
> > di senat dan selalu berpartisipasi di
> > setiap aktivitas kampus.
> > Pada
> > suatu malam, C dan teman2 sedang sibuk mempersiapkan poster dan
> > berbagai
> > hiasan untuk acara 17 Agustusan.
> > Satu persatu anak senat pulang, tinggal C
> > dan seorang teman bernama B yang
> > berencana nginap di kampus karena kerjaan
> > mereka belum selesai.
> > Untuk itu, C dan B berencana balik dulu ke kost untuk
> > mandi dan ambil baju,
> > lalu kembali ke kampus untuk tidur di ruang senat
> > setelah menyelesaikan
> > poster dan beberapa hiasan.
> >
> > C & B kemudian
> > menumpang mobil B yang kebetulan AC-nya mati. Malam itu B
> > nyetir dengan 2
> > jendela terbuka.
> > Mereka melewati Gedung Rektorat….dan di situlah B
> > melihat seorang cewek,
> > berjalan sendirian di gelap malam, saat itu udah
> > jam
> > 23.30……………………yang bikin B ngeri, cewek itu
> > berjalan
> > tertatih-tatih, seperti orang yang susah jalannya…..lalu
> > kepalanya
> > terkulai, seperti tulang lehernya patah………..B kemudian
> > bilang ke C
> > “lihat di pinggir trotoar depan kita…ada cewek jalan malam2
> > begini…”
> > C diam aja, karena udah mulai merinding….”lewatin yuk, gua
> > penasaran liat
> > mukanya”….demikian kata B.
> > pelan-pelan mereka
> > mempercepat mobil. lalu B & C melirik kaca untuk melihat
> > wajah cewek
> > itu……wajahnya sangat pucat, matanya melotot serta lidahnya
> > terjulur
> > keluar berwarna kebiruan…..!!!
> >
> > “Itu setan mahasiswi yang gantung diri
> > di Rektorat!!”, kata C panik. B pun
> > ngebut supaya mereka cepat sampai ke
> > kost dan malam itu mereka tidak jadi
> > nginap di
> > kampus.
> >
> > catatan:
> > buat warga UI pasti tau kisah mahasiswi yang
> > gantung diri di Rektorat dan
> > sampe sekarang masih gentayangan di kampus UI
> > Depok.
> > ada beberapa versi tentang penyebab mahasiswi tersebut gantung diri,
> > yaitu :
> > putus dengan pacarnya atau hamil karena diperkosa. buat yang
> > punya
> > pengalaman serupa tentang hantu mahasiswi ini, atau tau detailsnya,
> > seperti
> > mahasiswi angkatan berapa dia (kalo gak salah, angkatan 90an awal
> > ya?),
> > jurusan apa (kalo gak salah, FISIP atau
> > Sastra?)
> >
> > —–
> > Kisah ini gua dapat sekitar tahun 2000 awal.
> > Pada
> > suatu hari, ada mahasiswa UI bernama X yang malam itu berniat pulang
> > ke
> > rumahnya di kawasan Tebet menumpang kereta. Karena masih merupakan
> > mahasiswa
> > baru, dan belum lama naik kereta..jadi X belum begitu paham
> > seputar jam-jam
> > operasional kereta.
> > Malam itu, sekitar jam 9 X tiba di
> > Stasiun Kereta UI. Suasana stasiun yang
> > sepi samasekali tak membuat X
> > curiga. Saat kereta datang (X punya karcis
> > abodemen bulanan), X langsung
> > masuk ke gerbong dan mengambil tempat duduk
> > dekat jendela.
> > Suasana
> > gerbong sepi dan tidak ada tukang jualan di dalamnya, X yang baru
> > 1-2 kali
> > naik kereta merasa tidak aneh dengan situasi ini.
> > Penumpang kereta lain
> > yang menunduk dan hanya diam serta berpakaian lusuh
> > bahkan terkesan
> > ketinggalan jaman juga tidak membuat X merasa janggal.
> >
> > Saat kereta tiba
> > di Stasiun Tebet, X bergegas turun. Ia satu2nya penumpang
> > yang turun.Tidak
> > ada penumpang lain yang turun di Stasiun tersebut.
> > Saat berjalan, tiba-tiba
> > langkah X dikejutkan dengan sapaan penjaga stasiun
> > Tebet. “Dik, apa nggak
> > capek kamu jalan kaki sepanjang rel ini?”
> > Lalu X menjawab “Saya tidak jalan
> > kaki, pak! Saya naik kereta”
> > Bapak itu menjelaskan “Kereta tidak ada yang
> > beroperasi di jam ini, terakhir
> > jam 8 malam. Adik naik kereta jam
> > berapa?”
> > X menjawab “Jam 21.30 pak”
> > Bapak itu pun menambahkan sesuatu
> > yang membuat bulu kuduk X merinding ngeri
> > “Masalahnya, dari tadi saya
> > memperhatikan adik. Adik tidak naik kereta, adik
> > berjalan kaki di atas
> > rel”
> >
> > Jadi, X tidak menyadari sama sekali kalau kereta yang
> > ditumpanginya dari
> > Stasiun UI menuju Stasiun Tebet adalah kereta
> > hantu………
> >
> > —–
> > Gue juga punya cerita nich…khan nggak jauh
> > dari dari UI itu ada
> > kuburan…nah katanya sich ada setan ce yang pake baju
> > merah…jadi kalo
> > misalnya loe malem-malem melintas depan situ hati-hati
> > aja soalnya kadang
> > suka ada cewe numpang naek bis…dan duduk dibelakang
> > dan setelah di liat
> > cewe itu udah nggak ada…
> >
> > Trus selasa kemaren
> > temen co gue kecelakan didepan situ..gara-garanya sich
> > katanya dia
> > ngehindarin gerobak…tapi anehnya temen co gue itu nggak papa
> > kecuali mata
> > kanan robek trus deket mata lewat kuping kanan sampe leher
> > bawah itu
> > retak….trus bibirnya dijait…tapi
> > anehnya pipi kanan nggak lecet sama
> > sekali…gue sama co gue aja bingung kok
> > bisa sampe gitu…padahal harusnya
> > kalo mau luka itu pasti pipi ada luka
> > dikit dong…tapi ni mulus…dan
> > waktu dia dibawa kerumah sakit di kira
> > orang-orang dia udah
> > meninggal…trus ternyata
> > dia dibawa ke RS Bhakti Yudha dan pihak rumah
> > sakit nggak sanggup…akhirnya
> > dia di oper ke RS
> > Fatmawati.
> >
> > —–
> > Hantu Mahasiswi Berkebaya di Fakultas
> > Teknik
> >
> > Kisah ini gua dapat sekitar tahun 1999. Dan menurut teman yang
> > cerita,
> > kejadian aslinya berlangsung tahun 1991-1992an.
> > Saat itu, ada
> > seorang mahasiswi Fakultas Teknik yang mengalami kecelakaan
> > saat akan
> > berangkat ke kampus menghadiri wisudanya.
> > Padahal mahasiswi tersebut sudah
> > mengenakan kebaya lengkap dengan sanggul
> > untuk difoto bersama
> > teman-temannya di hari wisuda.
> >
> > Lalu setelah kejadian itu, setiap tahun,
> > di saat Fakultas Teknik mengadakan
> > acara wisuda, orang bisa melihat
> > mahasiswi tersebut muncul, terkadang dia
> > terlihat berdiri di atas balkon
> > salah satu
> > gedung kuliah yang menghadap ke arah lapangan.
> > Atau terkadang
> > dia kelihatan berjalan di sekitar kampus…
> > Konon, arwah si mahasiswi tidak
> > bisa menerima kenyataan kalau dirinya tak
> > akan pernah diwisuda.
Rabu, 19 November 2008
PENGUIN KEKENYANGAN
PENGUIN KEKENYANGAN
YANG MULAI MEMIKAT
Pemberlakuan UU HaKI menaikkan pamor Linux, salah satu sistem operasi komputer yang dibuat dengan sistem open source. Fasilitasnya sudah menyamai Windows. Memang sedikit ribet, tapi bebas dari ancaman dituduh membajak.
Saat berbelanja perangkat komputer di Manggadua, Jakarta, seorang teman berbisik, "Sst ... tahu enggak. Toko itu pernah di-sue sama Microsoft karena menginstal Windows di komputer rakitan yang dijualnya. Nilainya 1 M (Rp 1 miliar - Red.). Kalau tak mau bayar, mau diperkarakan. Toko itu akhirnya membayar kontan. Sekarang, katanya sih sudah tidak mau melakukan lagi."
Melihat ramainya toko, saya maklum, uang 1 M bisa segera disediakan. Namun, kejadian itu membuat kita sadar, ternyata harga sebuah pembajakan itu mahal. Setelah selesainya draf UU HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual), makin terpinggirlah pembajakan.
Salah satu yang ikut terjamah oleh UU itu ialah sistem operasi (OS) komputer. Boleh jadi pengguna rumahan juga bisa dituntut oleh Microsoft.
Masalahnya, selain Windows, apa lagi yang bisa dipakai untuk "membuka" komputer? Beruntung, perangkat lunak dari Microsoft itu tidak sendiri. Ada alternatif yang layak dicoba, yaitu Linux.
Kebal virus
Sejatinya, ada banyak jenis OS, sebuah program yang menjembatani program aplikasi (macam MS Word untuk pengolah kata atau Photoshop untuk pengolah gambar) dengan peranti keras (komputer dan peralatan pendukung lainnya). Sistem operasi ini mengatur perintah-perintah dasar baca-tulis, cetak, dan sebagainya. Melalui OS, semua instruksi dari program aplikasi dapat dimengerti dan dijalankan oleh peranti keras.
Selain si Jendela Terbang Windows dan si Penguin Kekenyangan Linux, ada lagi AIX, SCO-Unix, dan Solaris, yang banyak dikonsumsi mereka yang berprofesi di bidang TI (teknologi informasi). Terutama pada skala middle-up kayak bank, perusahaan telekomunikasi, atau pabrik untuk mengolah transaksi yang besar atau nasabah yang banyak. Awam kayak kita mah tahunya Windows, dan Linux yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan.
Minat orang untuk mengenal lebih dekat Linux juga tercermin dari dipenuhinya beberapa kelas kursus yang menyelenggarakan kurikulum soal Linux. Menurut Dina, dari PT Inixindo Perdana Rekayasa Komputer yang memiliki kurikulum Linux, animo masyarakat untuk belajar Linux meningkat sejak gong UU HAKI ditabuh.
Selain karena faktor UU HAKI, setidaknya ada dua alasan mengapa Linux menarik minat orang untuk meminangnya. Bahkan ada yang langsung menggusur si Jendela Terbang Windows itu.
Pertama, open source. Pengertiannya, program asli (source program) bisa didapatkan secara gratis, sehingga bisa dimiliki, diubah, atau dipelajari oleh siapa saja. Awalnya, peranti lunak open source berkembang karena mahalnya harga peranti lunak macam Microsoft license. Padahal kebutuhan akan alat bantu komputer makin tinggi. Kalau harga perangkat keras dan lunaknya sudah sama-sama tinggi, tentu memberatkan pengguna. Maka, istilah "public license" pun muncul, di mana siapa pun boleh memiliki atau mengubah peranti lunak itu.
Kedua, Linux tidak mudah diserang virus dan worm, yang menjadi masalah besar bagi pengguna komputer. Bagi yang komputernya pernah terjangkiti virus, pasti tahu bagaimana rasanya.
Ada beberapa sebab kenapa Linux lebih kebal terhadap virus: (a) Linux belum setenar Windows (sekitar 80% desktop menggunakan Windows): popularitas OS sangat mempengaruhi tingkat penyebaran dari virus atau worm; (b) Kerentanan dari Linux lebih sulit dieksploitasi ketimbang Windows, sehingga virus atau worm lebih susah dibuat dan menyebar; (c) Windows cenderung menonjolkan program yang memudahkan pengguna, sehingga penulisan programnya mengabaikan segi keamanan; (d) Makin banyak layanan atau modul yang dijalankan, OS makin rentan. Pada Windows banyak layanan yang diinstal tapi tak dijalankan. Sedangkan pada Linux pengguna diberi pilihan untuk tidak menginstal modul yang tidak diperlukan.
Selain itu, menurut Eko, teknisi di PT Inixindo, Linux lebih stabil. Jarang hang. Bisa dimaklumi karena Linux itu hasil cloning (penggandaan) dari UNIX yang digunakan pada server. Kita tahu bagaimana server bekerja: menangani banyak proses, banyak pengguna, ukuran data besar, dll.
Juga, tampilan Linux kini sudah enak dipandang berkat adanya graphic user interface (GUI). Perintah-perintahnya tidak lagi berbasis teks macam DOS dulu.
Bisa sendiri atau berdua
Pada awalnya Linux cukup merepotkan pengguna komputer. Terlebih mereka yang awam. Menghadapi Windows saja sudah geleng kepala, apalagi ini yang baru muncul. "Saya tak mau waktu dan pikiran terbuang mempelajari sistem komputer. Toh saya tidak ingin jadi ahli komputer," begitu kira-kira alasan mereka.
Bagi yang ingin menginstal sendiri, tidak ada salahnya. Bukankah itu bisa menambah wawasan? Hanya, dibandingkan dengan Windows, untuk menginstal Linux diperlukan kerja lebih keras. Sebab, kita harus menyiapkan lahan tempat menyimpan data, swap store, dll. Instalasi Linux juga membutuhkan definisi partisi untuk data, program, variabel, file sementara, dll. Windows pun mengatur hal demikian, tapi pengguna tidak diberi tahu. Anda tak perlu ragu karena Linux menyediakan pilihan "auto default" jika ingin tahu beres. Baru kalau ingin kinerjanya optimal, untuk server misalnya, pengaturan partisi menjadi penting.
Pada banyak orang, Windows masih susah diceraikan dari PC. Paling ditalak satu, lalu kita meminang Linux sebagai gacoan baru. Tak apalah. Jadi, ada dua OS dalam komputer kita. Pada kasus ini "kapling" dari cakram keras PC harus dibagi. Ibarat kompleks perumahan kita bisa bikin banyak tema di satu lokasi. Ada tema Windows, ada tema Linux. Masing-masing memiliki sistem operasi, program, dan data sendiri.
Pada Windows cukup dibuat satu kapling (drive C) yang berisi program sekaligus data. Namun, untuk keperluan organisasi file dan keamanan data bisa dibuat banyak kapling: program (drive C), data 1 (drive D), data 2 (drive E), dst.
Pada Linux minimal dibutuhkan dua kapling: root (/) dan swap. Root sebagai tempat menyimpan data dan OS, sedangkan swap untuk pemrosesan data yang disimpan pada root itu. Pada saat instalasi, pengguna diberi pilihan lebih banyak, yang bertujuan untuk mengorganisasi file, security, serta melokalisir masalah jika terjadi error. Error pada kapling atau partisi tertentu tidak mengganggu isi kapling atau partisi lain.
Saat instalasi, pengguna diminta memilih OS default. Misal Linux yang dipilih, saat PC dinyalakan, Linux boot manager akan memilih sistem operasi apa yang akan aktif. Karena default-nya Linux, yang aktif Linux. Pada suatu saat hanya satu OS yang bisa aktif dan bekerja pada suatu tema tertentu.
Namun, jika ingin lebih dari satu OS (misal Linux dan Windows jalan bareng dalam satu PC), perlu ditambah program "virtual machine". Program ini mampu meletakkan kapling suatu OS dalam kapling OS lain. Contoh program virtual machine yang tersebar di internet ialah plex86 (plex86.sourceforge.net) dan vm-ware (vmware.com). Perlu diingat, urutan instalasi adalah Windows, baru Linux. Mengapa begitu? Karena Windows akan mengambil seluruh boot sector saat instalasi.
Sekadar gambaran, jika PC Anda memiliki cakram keras berkapasitas 40 GB, bisa dibagi dua: 20 GB untuk MS Windows Server (dibuat dua partisi: 5 GB FAT32 untuk Windows 2000 Server OS dan aplikasi, sisanya untuk partisi data, aplikasi tambahan, dll.); 20 GB dialokasikan untuk Linux yang terbagi atas tiga partisi (swap 3 GB, boot ext2 100 MB, dan root ext3 16 GB).
Sudah komplet
Nah, kalau sudah mantap mau mencoba Linux, sekarang tinggal memilih "distro" mana yang Anda sukai. Distro yang kependekan dari distribusi adalah gabungan antara kernel Linux dan berbagai program dengan prosedur tertentu. Kernel sendiri adalah inti dari sistem operasi Linux yang menjembatani interaksi antara program-program (aplikasi) pada Linux dengan perangkat keras komputer.
Banyaknya distro karena Linux bersifat open source, sehingga banyak yang mengembangkan Linux berdasarkan kepentingannya. Anda bisa mengunduhnya dari internet. Namun, jika dirasa merepotkan (karena biasanya berukuran besar), ada beberapa yang mengemasnya dalam CD. Lebih praktis dan tidak mahal (3 CD Mandrake sekitar Rp 50.000,-). Kalaupun tidak mau beli tapi mau malu, pinjam saja CD teman atau kerabat yang punya dan instal di PC Anda tanpa takut dibayangi hantu pembajakan.
Dari banyaknya distro, yang populer di Indonesia yaitu Mandrake (linux-mandrake.com) dan Red Hat (redhat.com). Keduanya cocok untuk penggunaan desktop. Soal tampilan Mandrake lebih unggul. Saat tulisan ini dibuat, Mandrake sudah tersedia sampai versi 9.2, sedangkan RedHat versi 9.0.
Kalau sudah dipilih, langkah selanjutnya memilih desktop environment. Itu lo, tampilan komputer yang berisi ikon-ikon yang siap diklik. Yang populer sih KDE dan GNOME. Pilihlah yang sesuai dengan Anda. Namun, tak dilarang memilih yang lain, macam XCFE yang katanya lebih ringan. Survei yang dilakukan Majalah InfoLINUX menempatkan KDE sebagai desktop environment favorit.
Mungkin Anda bertanya, apa peranti lunak berbasis Linux sudah banyak? Wah, sekarang sih "kagak ade matinye", seperti kata si abang tukang ojek di ujung gang. Mau pengolah kata ada OpenOffice yang mirip MS Office, pengelana ada Mozilla, Konqueror, Netscape, pengelola surat serahkan ke Ximian, bahkan sampai ke pemrograman bahasa tinggi macam Delphi, Visual Basic, Pascal ada padanannya (Kylix, Gambas, Freepascal).
Untuk multimedia? Ada Xine untuk memutar VCD atau KsCD untuk mendengar alunan lagu dari CD. Bisa juga XMMS jika ko-leksi lagu Anda tersimpan dalam format MP3. Sementara bagi yang biasa "membakar" CD tersedia juga fasilitasnya.
Pokoknya komplet! Jadi, mengapa tidak dicoba? Selamat tinggal pembajak ....
YANG MULAI MEMIKAT
Pemberlakuan UU HaKI menaikkan pamor Linux, salah satu sistem operasi komputer yang dibuat dengan sistem open source. Fasilitasnya sudah menyamai Windows. Memang sedikit ribet, tapi bebas dari ancaman dituduh membajak.
Saat berbelanja perangkat komputer di Manggadua, Jakarta, seorang teman berbisik, "Sst ... tahu enggak. Toko itu pernah di-sue sama Microsoft karena menginstal Windows di komputer rakitan yang dijualnya. Nilainya 1 M (Rp 1 miliar - Red.). Kalau tak mau bayar, mau diperkarakan. Toko itu akhirnya membayar kontan. Sekarang, katanya sih sudah tidak mau melakukan lagi."
Melihat ramainya toko, saya maklum, uang 1 M bisa segera disediakan. Namun, kejadian itu membuat kita sadar, ternyata harga sebuah pembajakan itu mahal. Setelah selesainya draf UU HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual), makin terpinggirlah pembajakan.
Salah satu yang ikut terjamah oleh UU itu ialah sistem operasi (OS) komputer. Boleh jadi pengguna rumahan juga bisa dituntut oleh Microsoft.
Masalahnya, selain Windows, apa lagi yang bisa dipakai untuk "membuka" komputer? Beruntung, perangkat lunak dari Microsoft itu tidak sendiri. Ada alternatif yang layak dicoba, yaitu Linux.
Kebal virus
Sejatinya, ada banyak jenis OS, sebuah program yang menjembatani program aplikasi (macam MS Word untuk pengolah kata atau Photoshop untuk pengolah gambar) dengan peranti keras (komputer dan peralatan pendukung lainnya). Sistem operasi ini mengatur perintah-perintah dasar baca-tulis, cetak, dan sebagainya. Melalui OS, semua instruksi dari program aplikasi dapat dimengerti dan dijalankan oleh peranti keras.
Selain si Jendela Terbang Windows dan si Penguin Kekenyangan Linux, ada lagi AIX, SCO-Unix, dan Solaris, yang banyak dikonsumsi mereka yang berprofesi di bidang TI (teknologi informasi). Terutama pada skala middle-up kayak bank, perusahaan telekomunikasi, atau pabrik untuk mengolah transaksi yang besar atau nasabah yang banyak. Awam kayak kita mah tahunya Windows, dan Linux yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan.
Minat orang untuk mengenal lebih dekat Linux juga tercermin dari dipenuhinya beberapa kelas kursus yang menyelenggarakan kurikulum soal Linux. Menurut Dina, dari PT Inixindo Perdana Rekayasa Komputer yang memiliki kurikulum Linux, animo masyarakat untuk belajar Linux meningkat sejak gong UU HAKI ditabuh.
Selain karena faktor UU HAKI, setidaknya ada dua alasan mengapa Linux menarik minat orang untuk meminangnya. Bahkan ada yang langsung menggusur si Jendela Terbang Windows itu.
Pertama, open source. Pengertiannya, program asli (source program) bisa didapatkan secara gratis, sehingga bisa dimiliki, diubah, atau dipelajari oleh siapa saja. Awalnya, peranti lunak open source berkembang karena mahalnya harga peranti lunak macam Microsoft license. Padahal kebutuhan akan alat bantu komputer makin tinggi. Kalau harga perangkat keras dan lunaknya sudah sama-sama tinggi, tentu memberatkan pengguna. Maka, istilah "public license" pun muncul, di mana siapa pun boleh memiliki atau mengubah peranti lunak itu.
Kedua, Linux tidak mudah diserang virus dan worm, yang menjadi masalah besar bagi pengguna komputer. Bagi yang komputernya pernah terjangkiti virus, pasti tahu bagaimana rasanya.
Ada beberapa sebab kenapa Linux lebih kebal terhadap virus: (a) Linux belum setenar Windows (sekitar 80% desktop menggunakan Windows): popularitas OS sangat mempengaruhi tingkat penyebaran dari virus atau worm; (b) Kerentanan dari Linux lebih sulit dieksploitasi ketimbang Windows, sehingga virus atau worm lebih susah dibuat dan menyebar; (c) Windows cenderung menonjolkan program yang memudahkan pengguna, sehingga penulisan programnya mengabaikan segi keamanan; (d) Makin banyak layanan atau modul yang dijalankan, OS makin rentan. Pada Windows banyak layanan yang diinstal tapi tak dijalankan. Sedangkan pada Linux pengguna diberi pilihan untuk tidak menginstal modul yang tidak diperlukan.
Selain itu, menurut Eko, teknisi di PT Inixindo, Linux lebih stabil. Jarang hang. Bisa dimaklumi karena Linux itu hasil cloning (penggandaan) dari UNIX yang digunakan pada server. Kita tahu bagaimana server bekerja: menangani banyak proses, banyak pengguna, ukuran data besar, dll.
Juga, tampilan Linux kini sudah enak dipandang berkat adanya graphic user interface (GUI). Perintah-perintahnya tidak lagi berbasis teks macam DOS dulu.
Bisa sendiri atau berdua
Pada awalnya Linux cukup merepotkan pengguna komputer. Terlebih mereka yang awam. Menghadapi Windows saja sudah geleng kepala, apalagi ini yang baru muncul. "Saya tak mau waktu dan pikiran terbuang mempelajari sistem komputer. Toh saya tidak ingin jadi ahli komputer," begitu kira-kira alasan mereka.
Bagi yang ingin menginstal sendiri, tidak ada salahnya. Bukankah itu bisa menambah wawasan? Hanya, dibandingkan dengan Windows, untuk menginstal Linux diperlukan kerja lebih keras. Sebab, kita harus menyiapkan lahan tempat menyimpan data, swap store, dll. Instalasi Linux juga membutuhkan definisi partisi untuk data, program, variabel, file sementara, dll. Windows pun mengatur hal demikian, tapi pengguna tidak diberi tahu. Anda tak perlu ragu karena Linux menyediakan pilihan "auto default" jika ingin tahu beres. Baru kalau ingin kinerjanya optimal, untuk server misalnya, pengaturan partisi menjadi penting.
Pada banyak orang, Windows masih susah diceraikan dari PC. Paling ditalak satu, lalu kita meminang Linux sebagai gacoan baru. Tak apalah. Jadi, ada dua OS dalam komputer kita. Pada kasus ini "kapling" dari cakram keras PC harus dibagi. Ibarat kompleks perumahan kita bisa bikin banyak tema di satu lokasi. Ada tema Windows, ada tema Linux. Masing-masing memiliki sistem operasi, program, dan data sendiri.
Pada Windows cukup dibuat satu kapling (drive C) yang berisi program sekaligus data. Namun, untuk keperluan organisasi file dan keamanan data bisa dibuat banyak kapling: program (drive C), data 1 (drive D), data 2 (drive E), dst.
Pada Linux minimal dibutuhkan dua kapling: root (/) dan swap. Root sebagai tempat menyimpan data dan OS, sedangkan swap untuk pemrosesan data yang disimpan pada root itu. Pada saat instalasi, pengguna diberi pilihan lebih banyak, yang bertujuan untuk mengorganisasi file, security, serta melokalisir masalah jika terjadi error. Error pada kapling atau partisi tertentu tidak mengganggu isi kapling atau partisi lain.
Saat instalasi, pengguna diminta memilih OS default. Misal Linux yang dipilih, saat PC dinyalakan, Linux boot manager akan memilih sistem operasi apa yang akan aktif. Karena default-nya Linux, yang aktif Linux. Pada suatu saat hanya satu OS yang bisa aktif dan bekerja pada suatu tema tertentu.
Namun, jika ingin lebih dari satu OS (misal Linux dan Windows jalan bareng dalam satu PC), perlu ditambah program "virtual machine". Program ini mampu meletakkan kapling suatu OS dalam kapling OS lain. Contoh program virtual machine yang tersebar di internet ialah plex86 (plex86.sourceforge.net) dan vm-ware (vmware.com). Perlu diingat, urutan instalasi adalah Windows, baru Linux. Mengapa begitu? Karena Windows akan mengambil seluruh boot sector saat instalasi.
Sekadar gambaran, jika PC Anda memiliki cakram keras berkapasitas 40 GB, bisa dibagi dua: 20 GB untuk MS Windows Server (dibuat dua partisi: 5 GB FAT32 untuk Windows 2000 Server OS dan aplikasi, sisanya untuk partisi data, aplikasi tambahan, dll.); 20 GB dialokasikan untuk Linux yang terbagi atas tiga partisi (swap 3 GB, boot ext2 100 MB, dan root ext3 16 GB).
Sudah komplet
Nah, kalau sudah mantap mau mencoba Linux, sekarang tinggal memilih "distro" mana yang Anda sukai. Distro yang kependekan dari distribusi adalah gabungan antara kernel Linux dan berbagai program dengan prosedur tertentu. Kernel sendiri adalah inti dari sistem operasi Linux yang menjembatani interaksi antara program-program (aplikasi) pada Linux dengan perangkat keras komputer.
Banyaknya distro karena Linux bersifat open source, sehingga banyak yang mengembangkan Linux berdasarkan kepentingannya. Anda bisa mengunduhnya dari internet. Namun, jika dirasa merepotkan (karena biasanya berukuran besar), ada beberapa yang mengemasnya dalam CD. Lebih praktis dan tidak mahal (3 CD Mandrake sekitar Rp 50.000,-). Kalaupun tidak mau beli tapi mau malu, pinjam saja CD teman atau kerabat yang punya dan instal di PC Anda tanpa takut dibayangi hantu pembajakan.
Dari banyaknya distro, yang populer di Indonesia yaitu Mandrake (linux-mandrake.com) dan Red Hat (redhat.com). Keduanya cocok untuk penggunaan desktop. Soal tampilan Mandrake lebih unggul. Saat tulisan ini dibuat, Mandrake sudah tersedia sampai versi 9.2, sedangkan RedHat versi 9.0.
Kalau sudah dipilih, langkah selanjutnya memilih desktop environment. Itu lo, tampilan komputer yang berisi ikon-ikon yang siap diklik. Yang populer sih KDE dan GNOME. Pilihlah yang sesuai dengan Anda. Namun, tak dilarang memilih yang lain, macam XCFE yang katanya lebih ringan. Survei yang dilakukan Majalah InfoLINUX menempatkan KDE sebagai desktop environment favorit.
Mungkin Anda bertanya, apa peranti lunak berbasis Linux sudah banyak? Wah, sekarang sih "kagak ade matinye", seperti kata si abang tukang ojek di ujung gang. Mau pengolah kata ada OpenOffice yang mirip MS Office, pengelana ada Mozilla, Konqueror, Netscape, pengelola surat serahkan ke Ximian, bahkan sampai ke pemrograman bahasa tinggi macam Delphi, Visual Basic, Pascal ada padanannya (Kylix, Gambas, Freepascal).
Untuk multimedia? Ada Xine untuk memutar VCD atau KsCD untuk mendengar alunan lagu dari CD. Bisa juga XMMS jika ko-leksi lagu Anda tersimpan dalam format MP3. Sementara bagi yang biasa "membakar" CD tersedia juga fasilitasnya.
Pokoknya komplet! Jadi, mengapa tidak dicoba? Selamat tinggal pembajak ....
Rabu, 12 November 2008
45 Cara Promosi
45 Cara Promosi
Pasang iklan baris di koran.
Pasang iklan di buku telepon kuning (yellow pages).
Pasang iklan di pusat perkulakan.
Aktif mendekati konsumen lewat telepon.
Mendatangi langsung konsumen yang prospektif.
Promosi lewat surat.
Jadi pembicara di seminar dan bicaralah tentang hal yang benar-benar Anda kuasai.
Jadi pembicara tamu di acara dialog di radio.
Buat pusat data tentang pelanggan Anda, lengkap dengan alamatnya. Jaga terus agar tetap up-to-date.
Bangun citra perusahaan Anda dengan kartu nama dan kop surat yang menarik.
Rancang brosur yang menjelaskan keuntungan dari produk Anda.
Kembangkan sistem pemesanan lewat surat.
Buat tempat khusus untuk memamerkan dan membeli langsung produk Anda.
Rancang pemasaran jarak jauh (telemarketing).
Buat logo perusahaan sesuai dengan citra yang ingin Anda bangun.
Terbitkan semacam buletin yang menceritakan perkembangan terbaru usaha Anda, paling tidak tiga bulan sekali.
Buat suvenir dengan logo perusahaan, seperti kalender, pena, mug, kertas memo dan sebagainya.
Buat kampanye sosial yang berhubungan dengan produk Anda. Misalnya jika produk Anda lampu, sebarkan tips tentang hemat pemakaian listrik.
Buat stiker atau balon dengan logo dan slogan perusahaan Anda.
Rancang kaos dengan logo dan nama perusahaan.
Jajagi kerjasama promosi dengan perusahaan lain yang bukan pesaing.
Pelajari semua biaya promosi, baik yang lewat koran, majalah, radio, televisi, papan reklame, halte bus, dan tempat-tempat umum lainnya.
Temukan cara untuk mengurasi biaya promosi dengan memanfaatkan promosi patungan.
Berterimakasih kepada pelanggan dengan mengiriminya surat.
Menjaga hubungan dengan pelanggan dengan cara mengiriminya kartu ulang tahun, Lebaran, Natal, atau tahun baru.
Pasang profil perusahaan di majalah atau koran yang biasa dibaca oleh calon konsumen sasaran.
Sewa agen periklanan atau humas (PR/public relations).
Selenggarakan sayembara yang bersifat promosi.
Selenggarakan seminar yang khusus membahas produk, jasa, dan perusahaan Anda.
Selipkan brosur atau bahan promosi lainnya ke dalam tagihan yang Anda kirim.
Cari calon pelanggan di pameran-pameran.
Cari calon pelanggan di perkumpulan-perkumpulan yang berhubungan dengan bisnis Anda.
Cari calon pelanggan di seminar-seminar.
Cari calon pelanggan di majalah atau koran.
Kemas brosur, daftar harga, dan surat-menyurat dalam tempat khusus untuk pelanggan.
Pasang papan penunjuk di pinggir jalan dekat kantor Anda.
Sebarkan brosur dengan menyelipkannya di wiper kaca mobil.
Cetak kalimat bersifat promosi pada kertas surat atau amplop.
Pasang logo dan nama perusahaan pada mobil perusahaan.
Siapkan video tentang profil perusahaan.
Buat daftar produk lengkap tentang gambar, cara penggunaan dan keuntungan pemakaian untuk mempermudah Anda membuat promosi.
Siapkan proposal yang siap ditawarkan untuk mengantisipasi kebutuhan pelanggan.
Sediakan contoh produk gratisan.
Sediakan kesempatan kepada calon pelanggan untuk melihat-lihat proses produksi.
Sponsori acara amal.
Pasang iklan baris di koran.
Pasang iklan di buku telepon kuning (yellow pages).
Pasang iklan di pusat perkulakan.
Aktif mendekati konsumen lewat telepon.
Mendatangi langsung konsumen yang prospektif.
Promosi lewat surat.
Jadi pembicara di seminar dan bicaralah tentang hal yang benar-benar Anda kuasai.
Jadi pembicara tamu di acara dialog di radio.
Buat pusat data tentang pelanggan Anda, lengkap dengan alamatnya. Jaga terus agar tetap up-to-date.
Bangun citra perusahaan Anda dengan kartu nama dan kop surat yang menarik.
Rancang brosur yang menjelaskan keuntungan dari produk Anda.
Kembangkan sistem pemesanan lewat surat.
Buat tempat khusus untuk memamerkan dan membeli langsung produk Anda.
Rancang pemasaran jarak jauh (telemarketing).
Buat logo perusahaan sesuai dengan citra yang ingin Anda bangun.
Terbitkan semacam buletin yang menceritakan perkembangan terbaru usaha Anda, paling tidak tiga bulan sekali.
Buat suvenir dengan logo perusahaan, seperti kalender, pena, mug, kertas memo dan sebagainya.
Buat kampanye sosial yang berhubungan dengan produk Anda. Misalnya jika produk Anda lampu, sebarkan tips tentang hemat pemakaian listrik.
Buat stiker atau balon dengan logo dan slogan perusahaan Anda.
Rancang kaos dengan logo dan nama perusahaan.
Jajagi kerjasama promosi dengan perusahaan lain yang bukan pesaing.
Pelajari semua biaya promosi, baik yang lewat koran, majalah, radio, televisi, papan reklame, halte bus, dan tempat-tempat umum lainnya.
Temukan cara untuk mengurasi biaya promosi dengan memanfaatkan promosi patungan.
Berterimakasih kepada pelanggan dengan mengiriminya surat.
Menjaga hubungan dengan pelanggan dengan cara mengiriminya kartu ulang tahun, Lebaran, Natal, atau tahun baru.
Pasang profil perusahaan di majalah atau koran yang biasa dibaca oleh calon konsumen sasaran.
Sewa agen periklanan atau humas (PR/public relations).
Selenggarakan sayembara yang bersifat promosi.
Selenggarakan seminar yang khusus membahas produk, jasa, dan perusahaan Anda.
Selipkan brosur atau bahan promosi lainnya ke dalam tagihan yang Anda kirim.
Cari calon pelanggan di pameran-pameran.
Cari calon pelanggan di perkumpulan-perkumpulan yang berhubungan dengan bisnis Anda.
Cari calon pelanggan di seminar-seminar.
Cari calon pelanggan di majalah atau koran.
Kemas brosur, daftar harga, dan surat-menyurat dalam tempat khusus untuk pelanggan.
Pasang papan penunjuk di pinggir jalan dekat kantor Anda.
Sebarkan brosur dengan menyelipkannya di wiper kaca mobil.
Cetak kalimat bersifat promosi pada kertas surat atau amplop.
Pasang logo dan nama perusahaan pada mobil perusahaan.
Siapkan video tentang profil perusahaan.
Buat daftar produk lengkap tentang gambar, cara penggunaan dan keuntungan pemakaian untuk mempermudah Anda membuat promosi.
Siapkan proposal yang siap ditawarkan untuk mengantisipasi kebutuhan pelanggan.
Sediakan contoh produk gratisan.
Sediakan kesempatan kepada calon pelanggan untuk melihat-lihat proses produksi.
Sponsori acara amal.
Ayo Bangkit! 10 Cara Jitu Meraih Kehidupan yang “Bertenaga”
6. Pecahkan masalah yang menghimpit Anda
Masalah yang belum terpecahkan berpotensi untuk menguras enerji kita. Cari tahu, masalah apa saja yang menghimpit jiwa dan membuat Anda tertekan. Carilah solusi atas masalah Anda. Selesaikanlah urusan yang belum selesai, seperti melunasi hutang, menyelesaikan skripsi atau pekerjaan yang belum beres. Dijamin, Anda akan menjadi lega setiap satu masalah selesai. Bereskan saja semuanya, supaya Anda kembali bersemangat!
7. Fokus! Fokus! Fokus!
Enyahkan kecerobohan dan hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup Anda dengan fokus pada apa saja yang sedang Anda lakukan saat ini. Kembangkanlah kebiasaan untuk melakukan satu saja pekerjaan. Fokuslah pada hal itu hingga pekerjaan itu selesai. Berilah perhatian pada detail untuk meraih kesempurnaan.
8. Sisihkan waktu untuk menyusun hidup Anda
Kebanyakan orang menyerah pada keadaan dan tidak memperjuangkan hidup mereka. Akibatnya hidup mereka menjadi tak menentu dan tanpa arah serta tujuan. Hindarilah hal ini dengan mengetahui apa yang Anda inginkan. Ketahuilah impian Anda. Anda ingin menjadi apa? Kehidupan seperti apa yang Anda dambakan? Apa sumbangsih Anda bagi manusia dan dunia? Jadilah orang yang proaktif dengan berusaha menata diri dan hidup Anda ke arah yang lebih baik. Susunlah rencana dan berjuanglah!
9. Menjaga kesehatan jiwa & raga
Makanlah makanan yang bergizi, jangan hanya asal kenyang. Miliki tidur yang berkualitas. Berolahragalah secara teratur. Lakukan segala upaya untuk menunjang raga kita tetap sehat. Karena kesehatan tubuh berpengaruh pada kesegaran mental. Usahakan untuk berada dalam lingkungan yang ‘sehat’, hindari lingkungan yang penuh tekanan, carilah kehidupan yang lebih baik. Berbagilah bersama sahabat. Jangan lupa bahwa Tuhan itu ada, berserah & berdoalah!
10. Berinvestasi pada otak & pikiran Anda
Pikiran Anda adalah komputer yang tercanggih di dunia! Up grade yourself! Maka, jangan pernah berhenti belajar dan mengembangkan bakat Anda. Jangan malas mempelajari keahlian baru yang akan meningkatkan kesehatan, kekuatan mental, dan performa kerja kita. Jangan takut mencoba pengalaman baru. Hal baru dapat menstimulasi pikiran kita. Gunakanlah pengetahuan yang Anda miliki untuk berkarya, mengajar, mendukung orang lain, dan berpartisipasilah dalam membuat dunia menjadi lebih baik.
Masalah yang belum terpecahkan berpotensi untuk menguras enerji kita. Cari tahu, masalah apa saja yang menghimpit jiwa dan membuat Anda tertekan. Carilah solusi atas masalah Anda. Selesaikanlah urusan yang belum selesai, seperti melunasi hutang, menyelesaikan skripsi atau pekerjaan yang belum beres. Dijamin, Anda akan menjadi lega setiap satu masalah selesai. Bereskan saja semuanya, supaya Anda kembali bersemangat!
7. Fokus! Fokus! Fokus!
Enyahkan kecerobohan dan hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup Anda dengan fokus pada apa saja yang sedang Anda lakukan saat ini. Kembangkanlah kebiasaan untuk melakukan satu saja pekerjaan. Fokuslah pada hal itu hingga pekerjaan itu selesai. Berilah perhatian pada detail untuk meraih kesempurnaan.
8. Sisihkan waktu untuk menyusun hidup Anda
Kebanyakan orang menyerah pada keadaan dan tidak memperjuangkan hidup mereka. Akibatnya hidup mereka menjadi tak menentu dan tanpa arah serta tujuan. Hindarilah hal ini dengan mengetahui apa yang Anda inginkan. Ketahuilah impian Anda. Anda ingin menjadi apa? Kehidupan seperti apa yang Anda dambakan? Apa sumbangsih Anda bagi manusia dan dunia? Jadilah orang yang proaktif dengan berusaha menata diri dan hidup Anda ke arah yang lebih baik. Susunlah rencana dan berjuanglah!
9. Menjaga kesehatan jiwa & raga
Makanlah makanan yang bergizi, jangan hanya asal kenyang. Miliki tidur yang berkualitas. Berolahragalah secara teratur. Lakukan segala upaya untuk menunjang raga kita tetap sehat. Karena kesehatan tubuh berpengaruh pada kesegaran mental. Usahakan untuk berada dalam lingkungan yang ‘sehat’, hindari lingkungan yang penuh tekanan, carilah kehidupan yang lebih baik. Berbagilah bersama sahabat. Jangan lupa bahwa Tuhan itu ada, berserah & berdoalah!
10. Berinvestasi pada otak & pikiran Anda
Pikiran Anda adalah komputer yang tercanggih di dunia! Up grade yourself! Maka, jangan pernah berhenti belajar dan mengembangkan bakat Anda. Jangan malas mempelajari keahlian baru yang akan meningkatkan kesehatan, kekuatan mental, dan performa kerja kita. Jangan takut mencoba pengalaman baru. Hal baru dapat menstimulasi pikiran kita. Gunakanlah pengetahuan yang Anda miliki untuk berkarya, mengajar, mendukung orang lain, dan berpartisipasilah dalam membuat dunia menjadi lebih baik.
Langganan:
Postingan (Atom)
