Cara Jitu Mencapai Puncak Tujuan Membaca
Written by harrybs on October 25, 2008 – 6:13 pm -
Budaya membaca bangsa kita khususnya generasi muda belum terlalu menggembirakan. Apalagi ketika kita bandingkan dengan budaya membaca bangsa lain. Mahasiswa di negara maju rata-rata menghabiskan waktu 8 jam per hari untuk membaca buku, sedangkan mahasiswa di negara berkembang termasuk Indonesia, mahasiswanya rata-rata menghabiskan waktu 2 jam setiap hari (UNESCO, 2005). Gempuran media audio visual menyebabkan kita terlena dalam mendapatkan informasi. Kita menjadi cenderung pasif membaca. Membaca bagi rata-rata orang memang masih dianggap sebagai rutinitas yang membosankan. Bagi pelajar dan mahasiswa yang tidak terbiasa ‘bergaul’ dengan buku, kehadiran buku teks menjadi tantangan tersendiri untuk dikuasai. Jangankan buku, membaca koran atau majalah saja terkadang membuat sebagian orang merasa cukup letih. Bandingkan dengan hanya duduk di depan televisi, menekan remote control, dan menyimak pembawa berita berbicara. Tentu banyak faktor yang melatarbelakangi mengapa kita cenderung pasif untuk membaca.
Fenomena membaca sendiri perlu kita cermati. Sebagian orang merasakan walaupun telah membaca kalimat demi kalimat, bahkan kata per kata toh akhirnya menyerah. Ya, dia tidak mendapatkan esensi dari buku atau bacaan yang dibaca. Tidak cukup sekali bahkan hingga menamatkan beberapa kali terkadang tetap saja seseorang tidak mendapatkan apa yang terkandung dalam buku. Tentunya kita tidak ingin membuang waktu hanya karena kita tidak memiliki kemampuan yang memadai untuk membaca buku.
Membaca sebagaimana sering diungkapkan Hernowo adalah sama halnya mengikat makna. Membaca bukan sekadar mentransformasikan teks ke dalam suara hati, namun ada makna yang perlu kita cerna. Membaca tidak sekadar memerlukan kemampuan menarasikan teks, tetapi memerlukan keprigelan –meminjam istilah Hernowo- dalam mengikat makna yang dituangkan sang penulis ke dalam bukunya.
Buku berjudul How To Read a Book merupakan salah satu buku monumental dibanding buku sejenis yang membahas teknik membaca. Saat ini telah terjual sebanyak 8 juta kopi. Tentunya jumlah tersebut akan terus bertambah. Buku ini ditulis oleh Mortimer J. Adler, seorang penulis produktif yang telah menghasilkan puluhan judul buku. Buku pertamanya, Dialectic terbit pada tahun 1927. Buku How To Read a Book sendiri pertama kali diterbitkan pada tahun 1940. Sebagaimana disampaikan Adler dalam kata pengantarnya, latar belakang penulisan buku ini tak lain sebagai bentuk kepedulian yang teramat besar dari seorang Adler ketika mendapatkan kenyataan bahwa kualitas kemampuan membaca remaja di era itu tidak terlalu memuaskan.
Edisi terjemahan bahasa Indonesia berjudul How to Read a Book: Cara Jitu Mencapai Puncak Tujuan Membaca merujuk pada edisi revisi tahun 1972. Pada edisi revisi ini Adler dibantu oleh Charles Van Doren, rekan kerjanya di Institute for Philosophical Research. Munculnya inisiatif untuk merevisi bukunya, dinyatakan Adler ternyata dalam rentang waktu 30 tahun sejak terbitnya buku edisi pertama, telah terjadi banyak perubahan dalam masyarakat, termasuk mengenai subjek membaca itu sendiri.
Adler membagi buku ini ke dalam empat bagian utama, yaitu dimensi membaca, level ketiga: membaca analitis, pendekatan dalam membaca berbagai literatur, dan puncak tujuan membaca. Masing-masing bagian tersebut dirinci ke dalam beberapa subbagian.
Bagian pertama tentang Dimensi Membaca berisi hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas membaca secara umum serta level dasar dalam kegiatan membaca. Pada bagian ini pembaca diajak untuk merefleksikan tahapan membaca yang pernah dilalui dimana Adler mengungkapkan hasil riset mengenai belajar membaca. Belajar membaca dari masa kanak-kanak hingga kemampuan membaca dewasa dibagi menjadi empat tahapan, yaitu kesiapan membaca yang dimulai sejak lahir hingga usia enam atau tujuh tahun, anak belajar membaca materi yang sangat sederhana dengan keberhasilan umum menguasai beberapa ratus kata pada tahun pertama, bertambahnya kosakata secara cepat dan meningkatnya keterampilan “menyingkap” arti kata-kata yang kurang familiar dengan dengan bantuan konteks, dan peningkatan berbagai keterampilan yang telah diperoleh. Inilah yang disebut dengan membaca dasar.
Level membaca selanjutnya dalam hal ini level kedua, disebut membaca Inspeksional. Membaca Inspeksional sendiri dibagi menjadi dua level, yaitu membaca “Skiming” atau Pramembaca dan membaca Superfisial. Pramembaca berfungsi membantu pembaca untuk mengetahui apakah buku itu perlu dibaca lebih teliti atau tidak. Pramembaca juga berfungsi untuk menyingkap banyak hal lain tentang buku tersebut. Sementara itu, membaca Superficial akan membantu pembaca untuk membaca buku hingga tergambar secara utuh tanpa harus berhenti ketika menemui berbagai kesulitan dalam membaca.
Bagian kedua mengulas level ketiga dalam membaca, yaitu membaca Analitis. Berbeda dengan dua level sebelumnya, konteks level membaca analitis adalah bagaimana pembaca mampu membaca keseluruhan isi buku. Kiat yang ditawarkan Adler antara lain terbagi menjadi tiga tahap. Pada tahap pertama, pembaca perlu mengklasifikasikan buku dengan memahami judul buku dan membedakan mana buku teoritis maupun praktis; menembus pandang buku dengan memahami alur dan struktur penulisan buku serta yang tidak kalah pentingnya menemukan tujuan penulis dalam hal ini adalah mengungkap adanya masalah yang sedang dipecahkan penulis. Pada tahap kedua, pembaca perlu mencapai kesepahaman dengan penulis terkait dengan istilah kunci yang digunakan, menemukan kalimat-kalimat paling penting, mengetahui argumen-argumen penulis, serta menentukan masalah apa saja yang sudah penulis atasi dan mana yang belum. Pada tahap ketiga, pembaca diberi kesempatan untuk melakukan penilaian atas buku yang telah ia baca. Pembaca dapat berjalan seiring dengan penulis atau bahkan berseberangan. Pembaca telah mencapai suatu waktu dimana ia bisa mengkritik penulis dengan mengungkapkan kelebihan dan kekurangannya.
Adapun bagian buku yang ketiga merupakan bagian yang menunjukkan keluasan pengetahuan Adler. Pada bagian ini pembaca diajak untuk menguasai pendekatan-pendekatan dalam membaca berbagai jenis literatur yang berbeda. Membaca buku ini akan membekali pembaca untuk mampu membaca berbagai literatur yang rumit bahkan diluar bidang yang digeluti sekalipun. Jenis literature yang dibahas dalam buku ini antara lain buku praktis, literatur imajinatif; cerita, drama, dan puisi; sejarah; sains dan matematika; filsafat; serta ilmu sosial.
Pada bagian akhir buku ini, Adler mengajak pembaca untuk memahami bagaimana cara mencapai puncak dari tujuan membaca. Adler mengambil istilah membaca Sintopikal. Secara analogis, kemampuan membaca Inspeksional dan Analitis sangat membantu dalam membaca Sintopikal. Hanya saja kemampuan membaca Inspeksional yang dominan dibutuhkan dalam membaca Sintopikal, mengingat definisi membaca Sintopikal adalah membaca dua buku atau lebih dalam topik yang sama. Hal ini menuntut seorang pembaca harus melakukan identifikasi topik terlebih dahulu. Tentunya ini baru bisa dilakukan bila pembaca sudah ‘mencerna’ beberapa buku yang lain. Di sinilah relevansi kemampuan membaca Inspeksional. Adapun langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk membaca Sintopikal adalah menemukan bagian-bagian bacaan yang relevan, menyandingkan pemahaman para penulis, memperjelas semua pertanyaan, menetapkan isu-isu, dan menganalisis pembahasan.
Selain memaparkan konsep dan teknik membaca, buku ini juga disertai lampiran yang berisi buku anjuran, latihan dan tes untuk empat level membaca yang dilengkapi kunci jawaban. Dengan lampiran ini pembaca diharapkan dapat langsung mempraktikkan kemampuan membacanya.
Salah satu kritikan kalaupun boleh dikatakan demikian, dalam buku ini pembaca tidak menemukan satu pun ilustrasi atau gambar yang membantu mendeskripsikan konsep yang diuraikan. Hal itu berpotensi membuat pembaca cepat merasa bosan. Selain itu terdapat satu hal yang bisa membuat pembaca patut bertanya, yaitu mengenai pembagian struktur buku yang ternyata tidak dipetakan berdasarkan level membaca itu sendiri. Ketika membagi tingkatan membaca ke dalam beberapa level tentu ada rasionalitas dibalik pembagian tersebut. Setidaknya ada hal cukup signifikan yang mendasarinya. Namun Adler sepertinya memiliki pertimbangan lain dengan memetakan beberapa level membaca ke dalam pokok bahasan yang lebih luas. Sesuai dengan topik bahasan buku ini tentunya, yaitu mencapai puncak tujuan membaca.
Hadirnya buku How to Read a Book: Cara Jitu Mencapai Puncak Tujuan Membaca ini perlu diapresiasi positif demi meningkatkan kuantitas dan kualitas bacaan kita. Akhirnya, selamat membaca buku apapun yang ingin Anda kuasai!
Catatan Pinggir: Resensi ini (dengan sedikit editing untuk ditampillan di website ini) mendapatkan posisi Juara I dalam Lomba Resensi Buku yang diselenggarakan Perpustakaan Universitas Indonesia (UI) dalam rangka dies natalies UI ke-58 dan Ulang Tahun Perpustakaan UI ke-25
Rabu, 12 November 2008
Suskses Menangani Siswa
Suskses Menangani Siswa
Kadang Anda sebagai guru direpotkan dengan seorang siswa yang berperilaku susah diatur. Mungkin berbagai macam cara sopan untuk menegur siswa tersebut sudah pernah dilakukan, tapi tidak pernah berhasil. Ada baiknya Anda memulai jalan lain untuk menyadarkannya, tanpa harus mengurangi rasa sayang kepadanya.
Jalan tersebut adalah dengan menerapkan kedisiplinan dan juga ketegasan. Namun, jangan sampai berbagai masalah yang ada melupakan profesi Anda sebagai pengajar. Misi dan penghargaan terbesar bagi seorang guru adalah mampu menumbuhkan kecintaan belajar pada setiap siswanya.
Mengajari bagaimana caranya menangkap ikan tentu lebih bermanfaat ketimbang hanya memberi ikannya saja. Begitu juga dalam pembelajaran. Sebaiknya siswa tidak hanya diberi materi pelajaran saja, namun yang terpenting adalah membangun rasa keinginan untuk selalu belajar. Siswa berhak mengetahui apa makna dan tujuan dari belajar selain untuk mendapatkan nilai yang bagus. Begitu siswa sudah menangkap makna tersebut, penyampaian materi tentu terasa akan lebih mudah dan menyenangkan.
Berikut kiat-kiat yang dapat Anda gunakan dalam memberikan materi pembelajaran kapada para siswa, termasuk yang bermasalah sekalipun :
- Bersikaplah terbuka.
Tekadkan dalam hati bahwa yang akan Anda pergunakan adalah solusi saling menguntungkan (win-win solution) bukan pertempuran untuk saling mengalahkan. Perilaku murid mungkin dapat memberi Anda jalan untuk menyelesaikan masalah itu sendiri. Yakinlah kalau setiap masalah selalu ada solusinya, kecuali Anda memilih untuk menyerah.
Berpikir objektif. Hindari mempermasalahkan perbedaan sikap antara Anda dengan siswa. Ingatlah lagi kalau ini bukan medan pertempuran pribadi. Siswa harus mengetahui nilai permasalahan dan solusi tepat untuk mengatasinya.
- Mau mendengar.
Apa yang dikatakan, diminta atau dibutuhkan murid? Kadang murid cenderung bersikap tertutup dengan gurunya. Ada baiknya Anda menanyai langsung mereka atau memberikan semacam kuesioner / angket.
- Membangun sikap positif.
Temukan sisi baik dari setiap murid atau setidaknya segi positif yang Anda sukai. Bahkan sebenarnya dari siswa yang bermasalah sekalipun bisa diketahui adanya keberanian untuk mengambil resiko atau menjadi berbeda dengan yang lain. Terjemahkan perilaku negatif tersebut menjadi sesuatu yang bernilai positif dengan mengarahkan atau membimbing mereka untuk sesuatu yang benar.
Apa sebenarnya yang didapat siswa apabila selalu menimbulkan masalah? Ketahui konsekuensinya. Apakah mereka membutuhkan perhatian? Kalau begitu, mungkin mereka justru mengharapkan kemarahan Anda supaya mendapat perhatian lebih. Bagaimana kalau Anda mengubah perhatian tersebut menjadi sesuatu yang sehat. Caranya dengan mengarahkan atau menyalurkan potensi mereka pada berbagai kesempatan, proyek atau acara yang diminati. Mungkin saja permasalahan bersumber pada keinginan mereka untuk menjadi populer dan sukses di bidang olah raga, musik atau hobi.
Dukung sepenuhnya siswa dengan memberikan arahan supaya mereka dapat mengekspresikan kemampuan mereka secara positif. Dengan demikian Anda tidak saja dapat memberikan perhatian yang mereka butuhkan, namun yang terpenting memberi kesempatan bagi siswa untuk maju.
- Kaji ulang pengharapan Anda.
Ada baiknya Anda mengecek ulang pengharapan dan keyakinan terhadap setiap siswa. Apakah yang Anda harapkan sebenarnya dari mereka? Bertukar pikiran dengan mengajak siswa, terutama yang bermasalah, untuk berdiskusi adalah jalan yang bijaksana. Ketahui dulu kebutuhan atau keinginan siswa yang mungkin selama ini dipendam. Musyawarah mencari jalan keluar tidak akan pernah merugikan siapa pun, bahkan bisa merubah cara pandang siswa selama ini.
- Hargai siswa.
Setiap manusia ingin selalu dihargai, begitupun siswa. Ajaklah mereka bekerja sama demi kebaikan. Ini lebih baik ketimbang selalu melakukan perlawanan atau pertahanan terhadap kebutuhan siswa. Jadikan diri Anda sebagai guru pembimbing yang selalu terbuka dengan para siswanya.
Jangan segan-segan untuk memberi pujian dan perhatian apabila memang siswa telah melakukan sesuatu yang positif. Kenali semua perbuatan yang telah dilakukan siswa dan juga Anda. Pujian atau penghargaan bisa diungkapkan melalui kata, perbuatan atau cukup dengan perhatian yang mendalam.
Peliharalah terus perhatian Anda terhadap siswa. Kekuatan Anda sebagai pengajar akan hilang apabila timbul perasaan frustasi, kemarahan, benci atau dikorbankan. Dengan memperlihatkan dan mengekspresikan sikap positif kepada para siswa, secara langsung Anda telah membuat contoh teladan bagi mereka untuk bersikap sama terhadap Anda, dan juga para guru lainnya.
Kadang Anda sebagai guru direpotkan dengan seorang siswa yang berperilaku susah diatur. Mungkin berbagai macam cara sopan untuk menegur siswa tersebut sudah pernah dilakukan, tapi tidak pernah berhasil. Ada baiknya Anda memulai jalan lain untuk menyadarkannya, tanpa harus mengurangi rasa sayang kepadanya.
Jalan tersebut adalah dengan menerapkan kedisiplinan dan juga ketegasan. Namun, jangan sampai berbagai masalah yang ada melupakan profesi Anda sebagai pengajar. Misi dan penghargaan terbesar bagi seorang guru adalah mampu menumbuhkan kecintaan belajar pada setiap siswanya.
Mengajari bagaimana caranya menangkap ikan tentu lebih bermanfaat ketimbang hanya memberi ikannya saja. Begitu juga dalam pembelajaran. Sebaiknya siswa tidak hanya diberi materi pelajaran saja, namun yang terpenting adalah membangun rasa keinginan untuk selalu belajar. Siswa berhak mengetahui apa makna dan tujuan dari belajar selain untuk mendapatkan nilai yang bagus. Begitu siswa sudah menangkap makna tersebut, penyampaian materi tentu terasa akan lebih mudah dan menyenangkan.
Berikut kiat-kiat yang dapat Anda gunakan dalam memberikan materi pembelajaran kapada para siswa, termasuk yang bermasalah sekalipun :
- Bersikaplah terbuka.
Tekadkan dalam hati bahwa yang akan Anda pergunakan adalah solusi saling menguntungkan (win-win solution) bukan pertempuran untuk saling mengalahkan. Perilaku murid mungkin dapat memberi Anda jalan untuk menyelesaikan masalah itu sendiri. Yakinlah kalau setiap masalah selalu ada solusinya, kecuali Anda memilih untuk menyerah.
Berpikir objektif. Hindari mempermasalahkan perbedaan sikap antara Anda dengan siswa. Ingatlah lagi kalau ini bukan medan pertempuran pribadi. Siswa harus mengetahui nilai permasalahan dan solusi tepat untuk mengatasinya.
- Mau mendengar.
Apa yang dikatakan, diminta atau dibutuhkan murid? Kadang murid cenderung bersikap tertutup dengan gurunya. Ada baiknya Anda menanyai langsung mereka atau memberikan semacam kuesioner / angket.
- Membangun sikap positif.
Temukan sisi baik dari setiap murid atau setidaknya segi positif yang Anda sukai. Bahkan sebenarnya dari siswa yang bermasalah sekalipun bisa diketahui adanya keberanian untuk mengambil resiko atau menjadi berbeda dengan yang lain. Terjemahkan perilaku negatif tersebut menjadi sesuatu yang bernilai positif dengan mengarahkan atau membimbing mereka untuk sesuatu yang benar.
Apa sebenarnya yang didapat siswa apabila selalu menimbulkan masalah? Ketahui konsekuensinya. Apakah mereka membutuhkan perhatian? Kalau begitu, mungkin mereka justru mengharapkan kemarahan Anda supaya mendapat perhatian lebih. Bagaimana kalau Anda mengubah perhatian tersebut menjadi sesuatu yang sehat. Caranya dengan mengarahkan atau menyalurkan potensi mereka pada berbagai kesempatan, proyek atau acara yang diminati. Mungkin saja permasalahan bersumber pada keinginan mereka untuk menjadi populer dan sukses di bidang olah raga, musik atau hobi.
Dukung sepenuhnya siswa dengan memberikan arahan supaya mereka dapat mengekspresikan kemampuan mereka secara positif. Dengan demikian Anda tidak saja dapat memberikan perhatian yang mereka butuhkan, namun yang terpenting memberi kesempatan bagi siswa untuk maju.
- Kaji ulang pengharapan Anda.
Ada baiknya Anda mengecek ulang pengharapan dan keyakinan terhadap setiap siswa. Apakah yang Anda harapkan sebenarnya dari mereka? Bertukar pikiran dengan mengajak siswa, terutama yang bermasalah, untuk berdiskusi adalah jalan yang bijaksana. Ketahui dulu kebutuhan atau keinginan siswa yang mungkin selama ini dipendam. Musyawarah mencari jalan keluar tidak akan pernah merugikan siapa pun, bahkan bisa merubah cara pandang siswa selama ini.
- Hargai siswa.
Setiap manusia ingin selalu dihargai, begitupun siswa. Ajaklah mereka bekerja sama demi kebaikan. Ini lebih baik ketimbang selalu melakukan perlawanan atau pertahanan terhadap kebutuhan siswa. Jadikan diri Anda sebagai guru pembimbing yang selalu terbuka dengan para siswanya.
Jangan segan-segan untuk memberi pujian dan perhatian apabila memang siswa telah melakukan sesuatu yang positif. Kenali semua perbuatan yang telah dilakukan siswa dan juga Anda. Pujian atau penghargaan bisa diungkapkan melalui kata, perbuatan atau cukup dengan perhatian yang mendalam.
Peliharalah terus perhatian Anda terhadap siswa. Kekuatan Anda sebagai pengajar akan hilang apabila timbul perasaan frustasi, kemarahan, benci atau dikorbankan. Dengan memperlihatkan dan mengekspresikan sikap positif kepada para siswa, secara langsung Anda telah membuat contoh teladan bagi mereka untuk bersikap sama terhadap Anda, dan juga para guru lainnya.
STRATEGI MEMBANGUN INSTITUSI PENDIDIKAN
STRATEGI MEMBANGUN INSTITUSI PENDIDIKAN UNGGULAN
Oleh:
AGUNG PRAPTAPA
Universitas Jenderal Soedirman
Disampaikan dalam Seminar Nasional “Kupas Tuntas Dunia Pendidikan” yang diselenggarakan oleh HPMI di Banjarnegara tanggal 13 Juli 2008.
PENDAHULUAN
Kesalahan besar para pengelola institusi pendidikan adalah sikapnya yang malu-malu untuk mengatakan bahwa mereka sedang melakukan suatu usaha atau bisnis. Perkataan bisnis yang sering diartikan orang sebagai “dagang” (dan ini salah!) ditelan mentah-mantah dan kemudian dengan lantangnya mereka mengatakan bahwa “kami tidak berbisnis.” Akibatnya, mereka mempunyai legitimasi untuk boleh rugi, tidak berkembang, seadanya, dan bahkan ketidak-cukupan.
Beberapa institusi pendidikan yang ‘lebih cerdas’ melakukan praktek bisnis namun mereka berpura-pura sedang tidak berbisnis karena dunia pendidikan dianggap ‘musuh gelap’ dunia bisnis. Kelompok ini menerapkan konsep bisnis tetapi setengah-setengah. Akibatnya, institusi semacam ini sangat sering ditunggangi oleh pihak-pihak yang mengambil ‘kesempatan dalam kesempitan’. Institusi pendidikan dijadikannya sebagai sapi perah untuk misi pribadinya.
Yang akan diluruskan dalam paper ini adalah paham tentang bisnis hanya sebagai “dagang” seperti halnya toko kelontong adalah salah. Berbisnis adalah melakukan kegiatan untuk mendapatkan “benefit” (manfaat) dengan “cost” (pengorbanan) tertentu. Bisnis yang sehat adalah yang benefitnya lebih besar dari pada costnya. Dengan demikian kegiatan bisnis adalah kegiatan “memberi”, kegiatan mencari manfaat, kegiatan yang harus dilakukan secara berhati-hati (agar cost tidak melebihi benefitnya). Agama Islam bahkan mengajak umatnya untuk melakukan kegiatan yang menuai manfaat agar kita tidak termasuk golongan orang-orang yang merugi. Jadi paper ini akan menyanggah paham bahwa institusi pendidikan adalah institusi yang harus dikasihani, harus terus diberi, dan dimaklumi kalau tidak berkembang. Dengan kata lain, institusi pendidikan harus dikelola secara “bisnis” dalam arti yang benar.
Institusi pendikan harus dibangun dengan metoda yang tepat. Ini bersifat “khas” sebagaimana institusi bisnis lainnya juga memiliki ke-khas-annya sendiri-sendiri. Dalam paper ini akan didiskusikan strategi untuk membangun institusi pendidikan yang dapat menang bersaing, tidak mudah runtuh, dan memiliki keunggulan untuk menjaga kelangsungan hidupnya.
STRATEGI DAN APLIKASINYA DI DUNIA PENDIDIKAN
Strategi adalah cara-cara tertentu yang dipilih oleh seseorang ataupun suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. Sedangkan tujuan adalah sesuatu yang ingin dicapai sesuai misi dan visi yang telah ditetapkan. Secara teori, strategi dapat dibedakan sebagai corporate strategy, business unit strategy, dan functional strategy.
Aplikasi masing-masing strategy dalam dunia pendidikan dapat dilihat pada tabel berikut ini.[tampilan dimodifikasi karena tidak ada fasilitas tabel]
Level of Strategy & Questions as Guidances
A. Corporate strategy
Pada jenis pendidikan apa saja kita akan berusaha?
Pada level pendidikan apa saja?
Mau membangun dari awal atau membeli?
Merger atau akuisisi?
B. Business Unit Strategy
Apa keunggulan yang ditawarkan?
Apa bedanya dengan sekolah lain?
Bagaimana strategi harga?
Pada segmen masyarakat mana yang akan dibidik?
Bagaimana promosinya?
C. Functional strategy
Strategy dalam penyusunan kurikulum
Strategy pembelajaran
Strategy penggunaan fasilitas
Tabel di atas sekedar memberikan gambaran bahwa banyak hal yang harus kita lakukan untuk menyusun suatu strategi. Kecuali menentukan area di tiap-tiap level juga harus mensinkronkan strategi yang satu dengan strategi yang lain, jangan sampai terjadi konflik antar startegi (conflict among strategies). Dengan kata lain, strategi harus dimanaj dengan baik. Hal ini dikarenakan tidak semua stratgi memiliki nilai stategis.
Memang beberapa orang menyunkai srategipstrategi yang tidak beresiko. Sayangnya tidak diperhatikan tentang value yang dapat dihasilkan dari strategi yang diterapkan, Contoh strategi yang tidak strategis adalah sebagai berikut:
1. Strategi free flow, yaitu membiarkan segala sesuatu mengalir begitu saja.
2. Strategi waiting up, atau pasarah salah, yaitu suatu startegi yang dilatarbelakangi suatu paham bahwa segalanya kalau memang sudah rejekinya ya akan datang juga, sehingga pada prinsipnya mereka lebih suka menunggu dan melihat apa yang terjadi kemudian kita meresponnya. Kita hanya wait and see.
3. Strategi minimalis, atau yang sering disebut juga sebagai AsNut (asal manut), yaitu memenuhi persyaratan minimal saja yang penting sudah sesuai dengan ketentuan. Startegi ini venderung aman dan low cost, hanya saja benefit yang didapatkan masih perlu dipertanyakan.
Tiga strategi yang dijadikan contoh di atas mungkin saja berjalan dan bisa membuahkan hasil, namun kita akan jauh tertinggal dengan kompetitor yang lebih cerdas dalam menerapkan strateginya. Kita harus ingat bahwa kita bukanlah satu-satunya pemain, ada kompetitor yang terus aktif menyusun dan sealau mengevaluasi strateginya.
INSTITUSI PENDIDIKAN YANG UNGGUL
Keunggulan suatu organisasi bergantung pada apakah oganisasi tersebut memiliki keunngulan bersaing atau tidak (competitive advantages). Disini perlu diingat bahwa organisasi yang memiliki comparative advantage tidak secara otomatis memiliki competitive advantage. Sebagai contoh, belum tentu sekolah yang memiliki gedung yang lebih besar akan secara otomatis menang bersaing dengan sekolah yang memiliki fasilitas gedung yang lebih kecil. Mengapa? Karena gedung yang lebih besar bisa saja berarti high maintenance cost, low occupance rate, dan tidak proportional. Sedangkan fasilitas gedung yang lebih kecil bisa lebih baik apabila lebih efisien dan level of utilizationnya tinggi. Untuk itulah maka setiap organisasi harus memperhatikan core competence-nya.
Yang dimaksud dengan core competence adalah hal-hal yang secara nyata kita bisa lakukan yang merupakan kekhasan kita yang tidak mudah dilakukan oleh orang lain atau yang kita bisa lakukan lebih baik dari orang lain. Jadi ini berkaitan dengan apa sebenarnya yang kita andalkan, apa sebenarnya yang kita jual, dan apa sebenarnya yang dibeli oleh kustomer kita. Penetapan core competence akan berpengaruh pada startegi yang kita terapkan.
Memahami “what customer really buy” merupakan tugas penting kita karena bila kita salah dalam memahami hal ini maka stategi yang kita terapkan bisa salah atau tidak efektif. Sebagai contoh, kalau sebagian besar murid memutuskan memilih sekolah “X” karena lokasinya dekat rumah maka strategi promosinya harus berbeda dengan bila sebagian besar muridnya memilih sekolah tersebut karena kekhasan programnya. Jadi, strategi promosi SMAN 1 Bawang (yang dipilih karena lokasinya) harus berbeda dengan strategi Promosi SMA Taruna Magelang (yang dipilih kaena kekhasannya).
PENUTUP
Institusi pendidkan adalah non profit organization, tetapi harus dikelola secara bisnis, yaitu selalu memperhatikan cost benefitnya. Organisasi harus menentukan secara cerdas cor-competance-nya agar memiliki competitive advantage. Orang-orang dalam organisasi (organizational member) merupakan kunci dan sumber daya utama untuk suksesnya suatu otganisasi.
Strategi harus direncanakan dan dimanaj dengan baik agar efektif dan efisien. Strategi yang tidak dimanaj dapat berakibat timbulnya konflik antar strategi.
Oleh:
AGUNG PRAPTAPA
Universitas Jenderal Soedirman
Disampaikan dalam Seminar Nasional “Kupas Tuntas Dunia Pendidikan” yang diselenggarakan oleh HPMI di Banjarnegara tanggal 13 Juli 2008.
PENDAHULUAN
Kesalahan besar para pengelola institusi pendidikan adalah sikapnya yang malu-malu untuk mengatakan bahwa mereka sedang melakukan suatu usaha atau bisnis. Perkataan bisnis yang sering diartikan orang sebagai “dagang” (dan ini salah!) ditelan mentah-mantah dan kemudian dengan lantangnya mereka mengatakan bahwa “kami tidak berbisnis.” Akibatnya, mereka mempunyai legitimasi untuk boleh rugi, tidak berkembang, seadanya, dan bahkan ketidak-cukupan.
Beberapa institusi pendidikan yang ‘lebih cerdas’ melakukan praktek bisnis namun mereka berpura-pura sedang tidak berbisnis karena dunia pendidikan dianggap ‘musuh gelap’ dunia bisnis. Kelompok ini menerapkan konsep bisnis tetapi setengah-setengah. Akibatnya, institusi semacam ini sangat sering ditunggangi oleh pihak-pihak yang mengambil ‘kesempatan dalam kesempitan’. Institusi pendidikan dijadikannya sebagai sapi perah untuk misi pribadinya.
Yang akan diluruskan dalam paper ini adalah paham tentang bisnis hanya sebagai “dagang” seperti halnya toko kelontong adalah salah. Berbisnis adalah melakukan kegiatan untuk mendapatkan “benefit” (manfaat) dengan “cost” (pengorbanan) tertentu. Bisnis yang sehat adalah yang benefitnya lebih besar dari pada costnya. Dengan demikian kegiatan bisnis adalah kegiatan “memberi”, kegiatan mencari manfaat, kegiatan yang harus dilakukan secara berhati-hati (agar cost tidak melebihi benefitnya). Agama Islam bahkan mengajak umatnya untuk melakukan kegiatan yang menuai manfaat agar kita tidak termasuk golongan orang-orang yang merugi. Jadi paper ini akan menyanggah paham bahwa institusi pendidikan adalah institusi yang harus dikasihani, harus terus diberi, dan dimaklumi kalau tidak berkembang. Dengan kata lain, institusi pendidikan harus dikelola secara “bisnis” dalam arti yang benar.
Institusi pendikan harus dibangun dengan metoda yang tepat. Ini bersifat “khas” sebagaimana institusi bisnis lainnya juga memiliki ke-khas-annya sendiri-sendiri. Dalam paper ini akan didiskusikan strategi untuk membangun institusi pendidikan yang dapat menang bersaing, tidak mudah runtuh, dan memiliki keunggulan untuk menjaga kelangsungan hidupnya.
STRATEGI DAN APLIKASINYA DI DUNIA PENDIDIKAN
Strategi adalah cara-cara tertentu yang dipilih oleh seseorang ataupun suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. Sedangkan tujuan adalah sesuatu yang ingin dicapai sesuai misi dan visi yang telah ditetapkan. Secara teori, strategi dapat dibedakan sebagai corporate strategy, business unit strategy, dan functional strategy.
Aplikasi masing-masing strategy dalam dunia pendidikan dapat dilihat pada tabel berikut ini.[tampilan dimodifikasi karena tidak ada fasilitas tabel]
Level of Strategy & Questions as Guidances
A. Corporate strategy
Pada jenis pendidikan apa saja kita akan berusaha?
Pada level pendidikan apa saja?
Mau membangun dari awal atau membeli?
Merger atau akuisisi?
B. Business Unit Strategy
Apa keunggulan yang ditawarkan?
Apa bedanya dengan sekolah lain?
Bagaimana strategi harga?
Pada segmen masyarakat mana yang akan dibidik?
Bagaimana promosinya?
C. Functional strategy
Strategy dalam penyusunan kurikulum
Strategy pembelajaran
Strategy penggunaan fasilitas
Tabel di atas sekedar memberikan gambaran bahwa banyak hal yang harus kita lakukan untuk menyusun suatu strategi. Kecuali menentukan area di tiap-tiap level juga harus mensinkronkan strategi yang satu dengan strategi yang lain, jangan sampai terjadi konflik antar startegi (conflict among strategies). Dengan kata lain, strategi harus dimanaj dengan baik. Hal ini dikarenakan tidak semua stratgi memiliki nilai stategis.
Memang beberapa orang menyunkai srategipstrategi yang tidak beresiko. Sayangnya tidak diperhatikan tentang value yang dapat dihasilkan dari strategi yang diterapkan, Contoh strategi yang tidak strategis adalah sebagai berikut:
1. Strategi free flow, yaitu membiarkan segala sesuatu mengalir begitu saja.
2. Strategi waiting up, atau pasarah salah, yaitu suatu startegi yang dilatarbelakangi suatu paham bahwa segalanya kalau memang sudah rejekinya ya akan datang juga, sehingga pada prinsipnya mereka lebih suka menunggu dan melihat apa yang terjadi kemudian kita meresponnya. Kita hanya wait and see.
3. Strategi minimalis, atau yang sering disebut juga sebagai AsNut (asal manut), yaitu memenuhi persyaratan minimal saja yang penting sudah sesuai dengan ketentuan. Startegi ini venderung aman dan low cost, hanya saja benefit yang didapatkan masih perlu dipertanyakan.
Tiga strategi yang dijadikan contoh di atas mungkin saja berjalan dan bisa membuahkan hasil, namun kita akan jauh tertinggal dengan kompetitor yang lebih cerdas dalam menerapkan strateginya. Kita harus ingat bahwa kita bukanlah satu-satunya pemain, ada kompetitor yang terus aktif menyusun dan sealau mengevaluasi strateginya.
INSTITUSI PENDIDIKAN YANG UNGGUL
Keunggulan suatu organisasi bergantung pada apakah oganisasi tersebut memiliki keunngulan bersaing atau tidak (competitive advantages). Disini perlu diingat bahwa organisasi yang memiliki comparative advantage tidak secara otomatis memiliki competitive advantage. Sebagai contoh, belum tentu sekolah yang memiliki gedung yang lebih besar akan secara otomatis menang bersaing dengan sekolah yang memiliki fasilitas gedung yang lebih kecil. Mengapa? Karena gedung yang lebih besar bisa saja berarti high maintenance cost, low occupance rate, dan tidak proportional. Sedangkan fasilitas gedung yang lebih kecil bisa lebih baik apabila lebih efisien dan level of utilizationnya tinggi. Untuk itulah maka setiap organisasi harus memperhatikan core competence-nya.
Yang dimaksud dengan core competence adalah hal-hal yang secara nyata kita bisa lakukan yang merupakan kekhasan kita yang tidak mudah dilakukan oleh orang lain atau yang kita bisa lakukan lebih baik dari orang lain. Jadi ini berkaitan dengan apa sebenarnya yang kita andalkan, apa sebenarnya yang kita jual, dan apa sebenarnya yang dibeli oleh kustomer kita. Penetapan core competence akan berpengaruh pada startegi yang kita terapkan.
Memahami “what customer really buy” merupakan tugas penting kita karena bila kita salah dalam memahami hal ini maka stategi yang kita terapkan bisa salah atau tidak efektif. Sebagai contoh, kalau sebagian besar murid memutuskan memilih sekolah “X” karena lokasinya dekat rumah maka strategi promosinya harus berbeda dengan bila sebagian besar muridnya memilih sekolah tersebut karena kekhasan programnya. Jadi, strategi promosi SMAN 1 Bawang (yang dipilih karena lokasinya) harus berbeda dengan strategi Promosi SMA Taruna Magelang (yang dipilih kaena kekhasannya).
PENUTUP
Institusi pendidkan adalah non profit organization, tetapi harus dikelola secara bisnis, yaitu selalu memperhatikan cost benefitnya. Organisasi harus menentukan secara cerdas cor-competance-nya agar memiliki competitive advantage. Orang-orang dalam organisasi (organizational member) merupakan kunci dan sumber daya utama untuk suksesnya suatu otganisasi.
Strategi harus direncanakan dan dimanaj dengan baik agar efektif dan efisien. Strategi yang tidak dimanaj dapat berakibat timbulnya konflik antar strategi.
Kamis, 18 September 2008
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
1
Peranan Bioinformatika Dalam
Dunia Kedokteran
Andi Utama
andi@nih.go.jp
Pendahuluan
Bioinformatika, sesuai dengan asal katanya yaitu “bio” dan “informatika”, adalah gabungan antara
ilmu biologi dan ilmu teknik informasi (TI). Pada umumnya, Bioinformatika didefenisikan sebagai
aplikasi dari alat komputasi dan analisa untuk menangkap dan menginterpretasikan data-data biologi.
Ilmu ini merupakan ilmu baru yang yang merangkup berbagai disiplin ilmu termasuk ilmu komputer,
matematika dan fisika, biologi, dan ilmu kedokteran (Gambar 1), dimana kesemuanya saling
menunjang dan saling bermanfaat satu sama lainnya [1].
Ilmu bioinformatika lahir atas insiatif para ahli ilmu komputer berdasarkan artificial intelligence.
Mereka berpikir bahwa semua gejala yang ada di alam ini bisa diuat secara artificial melalui simulasi
dari gejala-gejala tersebut. Untuk mewujudkan hal ini diperlukan data-data yang yang menjadi kunci
penentu tindak-tanduk gejala alam tersebut, yaitu gen yang meliputi DNA atau RNA. Bioinformatika
ini penting untuk manajemen data-data dari dunia biologi dan kedokteran modern. Perangkat utama
Bioinformatika adalah program software dan didukung oleh kesediaan internet.
Gambar 1. Interaksi disiplin ilmu yang berhubungan dengan Bioinformatika
Kemajuan ilmu Bioinformatika ini lebih didesak lagi oleh genome project yang dilaksanakan di
seluruh dunia dan menghasilkan tumpukan informasi gen dari berbagai makhluk hidup, mulai dari
makhluk hidup tingkat rendah sampai makhluk hidup tingkat tinggi. Pada tahun 2001, genom
manusia yang terdiri dari 2.91 juta bp (base-pare, pasangan basa) telah selesai dibaca [2]. Baru-baru
Lisensi Dokumen:
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan
disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat
tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang
disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang,
kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
2
ini genom mikroba Plasmodium penyebab Malaria dan nyamuk Anopheles yang menjadi vektor
mikroba tersebut juga telah berhasil dibaca [3-4]. Dan masih banyak lagi gen-gen dari makhluk
hidup lainnya yang sudah dan sedang dibaca.
Semua data-data yang dihasilkan dari genome project ini perlu di susun dan disimpan rapi sehingga
bisa digunakan untuk berbagai keperluan, baik keperluan penelitian maupun keperluan di bidang
medis. Dalam hal ini peranan Bioinformatika merupakan hal yang esensial. Dengan
Bioinformatika, data-data ini bisa disimpan dengan teratur dalam waktu yang singkat dan tingkat
akurasi yang tinggi serta sekaligus dianalisa dengan program-program yang dibuat untuk tujuan
tertentu. Sebaliknya Bioinformatika juga mempercepat penyelesaian genome project ini karena
Bioinformatika mensuplay program-program yang diperlukan untuk proses pembacaan genom ini.
Walaupun manajemen data melalui Bioinformatika ini sangat penting dalam berbagai bidang,
penulis akan menfokuskan pembicaraan pada peranan Bioinformatika dalam dunia kedokteran.
Dalam tulisan ini akan dibahas secara detil tentang peranan Bioinformatika dalam dunia kedokteran
mulai dari penyimpanan data klinis pasien untuk pemberian obat yang cocok dengan pasien tersebut,
identifikasi agent penyebab suatu penyakit baru dan penemuan diagnosa untuk penyakit tersebut,
sampai pada penemuan obat atau vaksin untuk penanggulangan suatu penyakit.
Bioinformatika dalam Dunia Kedokteran
1. Bioinformatika dalam bidang klinis
Perananan Bioinformatika dalam bidang klinis ini sering juga disebut sebagai informatika klinis
(clinical informatics). Aplikasi dari clinical informatics ini adalah berbentuk manajemen data-data
klinis dari pasien melalui Electrical Medical Record (EMR) yang dikembangkan oleh Clement J.
McDonald dari Indiana University School of Medicine pada tahun 1972 [5]. McDonald pertama kali
mengaplikasikan EMR pada 33 orang pasien penyakit gula (diabetes). Sekarang EMR ini telah
diaplikasikan pada berbagai penyakit. Data yang disimpan meliputi data analisa diagnosa
laboratorium, hasil konsultasi dan saran, foto ronsen, ukuran detak jantung, dll. Dengan data ini
dokter akan bisa menentukan obat yang sesuai dengan kondisi pasien tertentu. Lebih jauh lagi,
dengan dibacanya genom manusia, akan memungkinkan untuk mengetahui penyakit genetik
seseorang, sehingga personal care terhadap pasien menjadi lebih akurat.
Sampai saat ini telah diketahui beberapa gen yang berperan dalam penyakit tertentu beserta
posisinya pada kromosom. Informasi ini tersedia dan bisa dilihat di home page National Center for
Biotechnology Information (NCBI) pada seksi Online Mendelian in Man (OMIM)
(http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?db=OMIM). OMIM adalah search tool untuk gen
manusia dan penyakit genetika (Gambar 2). Selain berisikan informasi tentang lokasi gen suatu
penyakit, OMIM ini juga menyediakan informasi tentang gejala dan penanganan penyakit tersebut
beserta sifat genetikanya. Dengan demikian, dokter yang menemukan pasien yang membawa
penyakit genetika tertentu bisa mempelajarinya secara detil dengan mengakses home page OMIM
ini.
Sebagai salah satu contoh, jika kita ingin melihat tentang kanker payudara, kita tinggal masukan
kata-kata “breast cancer” dan setelah searching akan keluar berbagai jenis kanker payudara. Kalau
kita ingin mengetahui lebih detil tetang salah satu diantaranya, kita tinggal klik dan akan
mendapatkan informasi detil mengenai hal tersebut beserta posisi gen penyebabnya di dalam
koromosom. Gambar 3 adalah salah satu hasil searching dari breast cancer.
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
3
Gambar 2. Home page Online Mendelian Inheritance in Man.
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
4
Gambar 3. Hasil searching kanker payudara di OMIM.
2. Bioinformatika untuk identifikasi agent penyakit baru
Bioinformatika juga menyediakan tool yang esensial untuk identifikasi agent penyakit yang belum
dikenal penyebabnya. Banyak sekali contoh-contoh penyakit baru (emerging diseases) yang muncul
dalam dekade ini, dan diantaranya yang masih hangat di telinga kita tentu saja SARS (Severe Acute
Respiratory Syndrome).
Pada awal munculnya penyakit ini, ada beberapa pendapat tentang penyebabnya. Dari gejala
pengidap SARS, diperkirakan bahwa penyakit ini disebabkan oleh virus influenza karena gejalanya
mirip dengan gejala pengidap influenza. Tetapi virus influenza tidak terisolasi dari pasien, sehingga
dugaan ini salah. Selain itu juga diperkirakan bahwa penyakit ini disebabkan oleh bakteri Candida
karena bakteri ini terisolasi dari beberapa pasien. Tapi karena hanya terisolasi dari sebagian kecil
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
5
pasien, perkiraan ini juga salah. Akhirnya ditemukan bahwa dari sebagian besar pasien SARS
terisolasi virus corona yang jika dilihat dari morfologinya. Sekuen genom virus ini kemudian dibaca
dan dari hasil analisa dikonfirmasikan bahwa penyebab SARS adalah virus corona yang telah
berubah (mutasi) dari virus corona yang ada selama ini [6].
Dalam rentetan proses ini, Bioinformatika memegang peranan penting. Pertama pada proses
pembacaan genom virus corona. Karena di database seperti GenBank, EMBL (European Molecular
Biology Laboratory), dan DDBJ (DNA Data Bank of Japan) sudah tersedia data sekuen beberapa
virus corona, yang bisa digunakan untuk men-design primer yang digunakan untuk amplifikasi DNA
virus SARS ini. Software untuk mendesign primer juga tersedia, baik yang gratis yang bisa kita
gunakan online maupun yang komersial yang berupa software. Diantara yang gratis adalah Web
primer yang disediakan oleh Stanford Genomic Resources
(http://genome-www2.stanford.edu/cgi-bin/SGD/web-primer), GeneWalker yang disediakan oleh
Cybergene AB (http://www.cybergene.se/primerdesign/genewalker), dlsb. Untuk yang komersial ada
seperti Primer designer yang dikembangkan oleh Scientific & Education Software, dan pada
software-software untuk analisa DNA lainnya seperti Sequencher (GeneCodes Corp.), SeqMan II
(DNA STAR Inc.), Genetyx (GENETYX Corp.), DNASIS (HITACHI Software), dll.
Berikutnya Bioinformatika juga berperan dalam mencari kemiripan sekuen (homology alignment)
virus yang didapatkan dengan virus lainnya. Dari hasil analisa virus SARS diketahui bahwa genom
virus corona penyebab SARS berbeda dengan virus corona lainnya, sehingga virus ini dinamakan
virus SARS (SARS-CoV). Perbedaan ini diketahui dengan menggunakan homolgy alignment dari
sekuen virus SARS. Untuk keperluan ini tersedia beberapa tool. Diantaranya ada BLAST (Basic
Local Alignment Search Tool) yang tersedia di NCBI (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/BLAST)
(Gambar 4A), di EMBL (http://www.ebi.ac.uk/blastall/) (Gambar 4B), dan di DDBJ
(http://www.ddbj.nig.ac.jp/E-mail/homology.html) (Gambar 4C). Selain itu juga ada FASTA yang
dapat diakses di EMBL (http://www.ebi.ac.uk/fasta33/index.html), di DDBJ
(http://www.ddbj.nig.ac.jp/E-mail/homology.html), dll.
(A) (B)
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
6
(C)
Gambar 4. BLAS untuk homology alignment DNA atau protein.
Selanjutnya, Bioinformatika juga berfungsi untuk analisa posisi sejauh mana suatu virus berbeda
dengan virus lainnya. Untuk analisa ini biasanya digunakan CLUSTAL W (software untuk multiple
alignment dan tree making) yang dapat diakses di EMBL (http://www.ebi.ac.uk/clustalw/index.html)
atau di DDBJ (http://www.ddbj.nig.ac.jp/E-mail/clustalw-e.html). Data yang telah dianalisa
diekspresikan dengan software “Tree View” yang bisa didownload dengan gratis dari berbagai situs
tersebut. Dengan menggunakan tool ini dianalisa beberapa protein virus SARS dan didapatkan
hasilnya bahwa virus SARS berbeda dengan virus Corona lainnya (Gambar 7) [6].
(A) (B)
Gambar 7. Hubungan antara virus SARS dengan virus corona lainnya [6].
Virus SARS berbeda dengan 3 grup virus corona yang ditemukan selama ini.
3. Bioinformatika untuk diagnosa penyakit baru
Untuk penyakit baru diperlukan diagnosa yang akurat sehingga bisa dibedakan dengan penyakit lain.
Diagnosa yang akurat ini sangat diperlukan untuk penanganan pasien seperti pemberian obat dan
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
7
perawatan yang tepat. Jika pasien terinfeksi virus influenza dengan panas tinggi, hanya akan sembuh
jika diberi obat yang cocok untuk infeksi virus influenza. Sebaliknya, tidak akan sembuh kalau
diberi obat untuk malaria. Karena itu, diagnosa yang tepat untuk suatu penyakit sangat diperlukan.
Selain itu, diagnosa juga diperlukan untuk menentukan tingkat kematian (mortality) dari suatu agent
penyakit. Artinya, semakin tinggi angka kematian ini, semakin berbahaya agent tersebut. Angka ini
dihitung dengan menghitung jumlah pasien yang meninggal (D) dibagi dengan jumlah total pasien
pengidap penyakit tersebut (P) (=D/P). Pada kasus SARS, gejala yang muncul mirip dengan gejala
flu, sehingga dari gejala saja tidak bisa dibedakan apakah dia mengidap SARS atau mengidap flu.
Diagnosa ini penting karena akan menentukan tingkat keganasan suatu agent yang akan
mempengaruhi kebijakan yang diambil terhadap penyakit tersebut.
Ada beberapa cara untuk diagnosa suatu penyakit. Diantaranya isolasi agent penyebab penyakit
tersebut dan analisa morfologinya, deteksi antibodi yang dihasilkan dari infeksi dengan teknik
enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA), dan deteksi gen dari agent pembawa penyakit
tersebut dengan Polymerase Chain Reaction (PCR). Isolasi agent pembawa penyakit memerlukan
waktu yang lama. Teknik ELISA bisa dilakukan dalam waktu yang pendek, namun untuk tiap-tiap
penyakit kita harus mengembangkan teknik tersebut terlebih dahulu. Untuk pengembangannya ini
memerlukan waktu yang lama.
Yang banyak dan lazim dipakai saat ini adalah teknik PCR. Teknik ini simpel, praktis dan cepat.
Yang penting dalam teknik PCR adalah design primer untuk amplifikasi DNA. Untuk mendesign
primer ini diperlukan data sekuen dari genom agent yang bersangkutan dan software seperti yang
telah diuraikan di atas. Di sinilah Bioinformatika memainkan peranannya. Untuk agent yang
mempunyai genom RNA, harus dilakukan reverse transcription (proses sintesa DNA dari RNA)
terlebih dahulu dengan menggunakan enzim Reverse transcriptase. Setelah DNA diperoleh baru
dilakukan PCR. Dua step reverse transcription dan PCR ini bisa dilakukan sekaligus dan biasanya
dinamakan RT-PCR.
Karena PCR ini hanya bersifat kualitatif, sejak beberapa tahun yang lalu telah dikembangkan teknik
Real Time PCR yang bersifat kuantitatif. Dari hasil Real Time PCR ini bisa ditentukan kuantitas
suatu agent di dalam tubuh seseorang, sehingga bisa dievaluasi tingkat emergensinya. Pada Real
Time PCR ini selain primer diperlukan probe yang harus didesign sesuai dengan sekuen agent yang
bersangkutan. Di sini juga diperlukan software atau program Bioinformatika.
Untuk penyakit SARS sendiri sekarang telah tersedia kit RT-PCR yang dikembangkan oleh Takara
Bio Inc., dengan nama komersial CycleaveRT-PCR SARS virus Detection Kit [7]. Selain itu Roche
Diagnostics juga juga tengah mengembangkan kit untuk deteksi virus SARS. Keberhasilan
pengembangan kit ini tidak terlepas dari didorong kemajuan Bioinformatika.
4. Bioinformatika untuk penemuan obat
Usaha penemuan obat biasanya dilakukan dengan penemuan zat/senyawa yang bisa menekan
perkembangbiakan suatu agent penyebab penyakit. Karena banyak faktor yang bisa mempengaruhi
perkembangbiakan agent tersebut, faktor-faktor itulah yang dijadikan target. Diantara faktor tersebut
adalah enzim-enzim yang diperlukan untuk perkembangbiakan suatu agent. Langkah pertama yang
dilakukan adalah analisa struktur dan fungsi enzim-enzim tersebut. Kemudian mencari atau
mensintesa zat/senyawa yang bisa menekan fungsi dari enzim-enzim tersebut. Penemuan obat yang
efektif adalah penemuan senyawa yang berinteraksi dengan asam amino yang berperan untuk
aktivitas (active site) dan untuk kestabilan enzim tersebut.
Karena itu analisa struktur dan fungsi enzim ini biasanya difokuskan pada analisa asam amino yang
berperan untuk aktivitas (active site) dan untuk kestabilan enzim tersebut. Analisa ini dilakukan
dengan cara mengganti asam amino tertentu dan menguji efeknya. Sebelum perkembangan
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
8
Bioinformatika, analisa penggantian asam amino ini dilakukan secara random sehingga memakan
waktu yang lama. Dengan adanya Bioinformatika, data-data protein yang sudah dianalisa bebas
diakses oleh siapapun, baik data sekuen asam amino-nya seperti yang ada di SWISS-PROT
(http://www.ebi.ac.uk/swissprot/) maupun struktur 3D-nya yang tersedia di Protein Data Bank
(PDB) (http://www.rcsb.org/pdb/). Dengan database yang tersedia ini, enzim yang baru ditemukan
bisa dibandingkan sekuen asam amino-nya, sehingga bisa diperkirakan asam amino yang berperan
untuk active site dan kestabilan enzim tersebut. Hasil perkiraan kemudian diuji di laboratorium.
Dengan demikian, akan lebih menghemat waktu dari pada analisa secara random.
Setelah penemuan asam amino yang berperan sebagai active site dan untuk kestabilan enzim tersebut,
kemudian dicari atau disintesa senyawa yang bisa berinteraksi dengan asam amino tersebut.
Sebelumnya pencarian atau sintesa senyawa juga dilakukan secara random. Dengan data yang
tersedia di PDB, bisa dilihat struktur 3D suatu enzim termasuk active site-nya, sehingga bisa
diperkirakan bentuk senyawa yang akan berinteraksi dengan active site tersebut. Dengan demikian,
kita cukup hanya mensintesa senyawa yang diperkirakan akan berinteraksi, sehingga obat terhadap
suatu penyakit akan jauh lebih cepat ditemukan dari pada mencari secara random. Cara ini
dinamakan “docking” dan telah banyak digunakan oleh perusahaan farmasi untuk penemuan obat
baru.
Untuk enzim dari agent penyakit baru bisa dilakukan dengan homology modeling menggunakan
enzim yang sudah ada struktur 3D-nya sebagai referensi. Misalnya penemuan obat SARS. Sekarang
tengah diusahakan mencari inhibitor enzim protease SARS. Karena virusnya juga baru, otomatis
belum ada data 3D-nya di PDB. Tetapi karena data coronavirus sebelumnya tersedia di PDB, data ini
digunakan untuk homology modeling protease dari virus SARS [8]. Dari homology modeling
didapatkan struktur 3D proteinase dari virus SARS (Gambar 8A). Dari hasil analisa docking
diperkirakan bahwa senyawa AG7088 bisa dijadikan leader compound (senyawa induk) untuk
penemuan obat anti virus corona termasuk anti virus SARS (Gambar 8B).
(A) (B)
Gambar 8. Struktur 3D proteinase virus SARS (A) dan leader compound inhibitornya, AG7088 (B)
[8].
Analisa docking dan homology modeling seperti ini memerlukan software yang harganya agak mahal
sehingga hanya dimiliki oleh lembaga penelitian dan perusahaan farmasi. Diantara software tersebut
adalah Insight II (Accelrys Inc.) dan The Molecular Operating Environment (MOE, Scalable
Software), dua software yang banyak dipakai.
Walaupun dengan sarana Bioinformatika bisa diperkirakan senyawa yang berinteraksi dan menekan
fungsi suatu enzim, hasilnya harus dikonfirmasi melalui eksperiment di laboratorium. Namun
dengan Bioinformatika, semua proses ini bisa dilakukan lebih cepat sehingga lebih efesien baik dari
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
9
segi waktu maupun finansial.
5. Kesimpulan
Bioinformatika merupakan ilmu yang esensial dalam dunia Biologi dan Kedokteran modern. Tidak
berlebihan kalau saat ini dunia Biologi dan Kedokteran tidak akan jalan tanpa Bioinformatika.
Perananannya mencakupi dari manajemen data klinis pasien, diagnosa penyakit, sampai pada
penemuan obat penyakit. Bahkan di masa yang akan datang diramalkan bahwa manusia akan bisa
mendapat personal care sesuai dengan sifat genetikanya. Namun hasil analisa melalui
Bioinformatika tidak bisa langsung digunakan dan harus melalui uji langsung di laboratorium dan uji
kilinis (clinical test). Ini disebabkan karena analisa melalui Bioinformatika adalah hasil simulasi
yang harus dibuktikan lagi. Seperti ilmu-ilmu lainnya, Bioinformatika juga tidak bisa berdiri sendiri
dan harus didukung oleh disiplin ilmu lain yang mengakibatkan saling membantu dan menunjang
dan harus bermanfaat untuk kepentingan manusia.
Referensi
[1] Bayat, A. (2002). Bioinfromatics: Science, medicine, and the future. BMJ 324, 1018-1022
[2] Venter, J. C., Adams, M. D., Myers, E. W., et al. (2001). The sequence of human genome.
Science 291, 1304-1351.
[3] Robert, A. H., Subramanian, G. M., Halpern, A., et al. (2002). The genome sequence of the
Malaria mosquito Anopheles gambiae. Science 298, 129-149.
[4] Gardner, M. J., Hall, N., Fung, E., et al. (2002). Genome sequence of the human malaria parasite
Plasmodium falciparum. Nature 419, 498-511.
[5] McDonald, C. J. (2001). Hickam 2000: The maturation of, and linkages between. Medical
informatics and bioinformatics. J Lab Clin Med 138, 359-366.
[6] Rota, P. A., Oberste, M. S., Monroe, S. S., et al. (2003). Characterization of a novel coronavirus
associated with severe acute respiratory syndrome. Sciencexpress 1 May 2003, 1-10.
[7] http://bio.takara.co.jp/catalog/
[8] Anand, K., Ziebuhr, J., Wadhwani, P., et al. (2003). Coronavirus main proteinase (3CLpro)
structure: basis for design of anti SARS drug. Sciencexpress 13 May 2003, 1-10.
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
1
Peranan Bioinformatika Dalam
Dunia Kedokteran
Andi Utama
andi@nih.go.jp
Pendahuluan
Bioinformatika, sesuai dengan asal katanya yaitu “bio” dan “informatika”, adalah gabungan antara
ilmu biologi dan ilmu teknik informasi (TI). Pada umumnya, Bioinformatika didefenisikan sebagai
aplikasi dari alat komputasi dan analisa untuk menangkap dan menginterpretasikan data-data biologi.
Ilmu ini merupakan ilmu baru yang yang merangkup berbagai disiplin ilmu termasuk ilmu komputer,
matematika dan fisika, biologi, dan ilmu kedokteran (Gambar 1), dimana kesemuanya saling
menunjang dan saling bermanfaat satu sama lainnya [1].
Ilmu bioinformatika lahir atas insiatif para ahli ilmu komputer berdasarkan artificial intelligence.
Mereka berpikir bahwa semua gejala yang ada di alam ini bisa diuat secara artificial melalui simulasi
dari gejala-gejala tersebut. Untuk mewujudkan hal ini diperlukan data-data yang yang menjadi kunci
penentu tindak-tanduk gejala alam tersebut, yaitu gen yang meliputi DNA atau RNA. Bioinformatika
ini penting untuk manajemen data-data dari dunia biologi dan kedokteran modern. Perangkat utama
Bioinformatika adalah program software dan didukung oleh kesediaan internet.
Gambar 1. Interaksi disiplin ilmu yang berhubungan dengan Bioinformatika
Kemajuan ilmu Bioinformatika ini lebih didesak lagi oleh genome project yang dilaksanakan di
seluruh dunia dan menghasilkan tumpukan informasi gen dari berbagai makhluk hidup, mulai dari
makhluk hidup tingkat rendah sampai makhluk hidup tingkat tinggi. Pada tahun 2001, genom
manusia yang terdiri dari 2.91 juta bp (base-pare, pasangan basa) telah selesai dibaca [2]. Baru-baru
Lisensi Dokumen:
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan
disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat
tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang
disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang,
kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
2
ini genom mikroba Plasmodium penyebab Malaria dan nyamuk Anopheles yang menjadi vektor
mikroba tersebut juga telah berhasil dibaca [3-4]. Dan masih banyak lagi gen-gen dari makhluk
hidup lainnya yang sudah dan sedang dibaca.
Semua data-data yang dihasilkan dari genome project ini perlu di susun dan disimpan rapi sehingga
bisa digunakan untuk berbagai keperluan, baik keperluan penelitian maupun keperluan di bidang
medis. Dalam hal ini peranan Bioinformatika merupakan hal yang esensial. Dengan
Bioinformatika, data-data ini bisa disimpan dengan teratur dalam waktu yang singkat dan tingkat
akurasi yang tinggi serta sekaligus dianalisa dengan program-program yang dibuat untuk tujuan
tertentu. Sebaliknya Bioinformatika juga mempercepat penyelesaian genome project ini karena
Bioinformatika mensuplay program-program yang diperlukan untuk proses pembacaan genom ini.
Walaupun manajemen data melalui Bioinformatika ini sangat penting dalam berbagai bidang,
penulis akan menfokuskan pembicaraan pada peranan Bioinformatika dalam dunia kedokteran.
Dalam tulisan ini akan dibahas secara detil tentang peranan Bioinformatika dalam dunia kedokteran
mulai dari penyimpanan data klinis pasien untuk pemberian obat yang cocok dengan pasien tersebut,
identifikasi agent penyebab suatu penyakit baru dan penemuan diagnosa untuk penyakit tersebut,
sampai pada penemuan obat atau vaksin untuk penanggulangan suatu penyakit.
Bioinformatika dalam Dunia Kedokteran
1. Bioinformatika dalam bidang klinis
Perananan Bioinformatika dalam bidang klinis ini sering juga disebut sebagai informatika klinis
(clinical informatics). Aplikasi dari clinical informatics ini adalah berbentuk manajemen data-data
klinis dari pasien melalui Electrical Medical Record (EMR) yang dikembangkan oleh Clement J.
McDonald dari Indiana University School of Medicine pada tahun 1972 [5]. McDonald pertama kali
mengaplikasikan EMR pada 33 orang pasien penyakit gula (diabetes). Sekarang EMR ini telah
diaplikasikan pada berbagai penyakit. Data yang disimpan meliputi data analisa diagnosa
laboratorium, hasil konsultasi dan saran, foto ronsen, ukuran detak jantung, dll. Dengan data ini
dokter akan bisa menentukan obat yang sesuai dengan kondisi pasien tertentu. Lebih jauh lagi,
dengan dibacanya genom manusia, akan memungkinkan untuk mengetahui penyakit genetik
seseorang, sehingga personal care terhadap pasien menjadi lebih akurat.
Sampai saat ini telah diketahui beberapa gen yang berperan dalam penyakit tertentu beserta
posisinya pada kromosom. Informasi ini tersedia dan bisa dilihat di home page National Center for
Biotechnology Information (NCBI) pada seksi Online Mendelian in Man (OMIM)
(http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?db=OMIM). OMIM adalah search tool untuk gen
manusia dan penyakit genetika (Gambar 2). Selain berisikan informasi tentang lokasi gen suatu
penyakit, OMIM ini juga menyediakan informasi tentang gejala dan penanganan penyakit tersebut
beserta sifat genetikanya. Dengan demikian, dokter yang menemukan pasien yang membawa
penyakit genetika tertentu bisa mempelajarinya secara detil dengan mengakses home page OMIM
ini.
Sebagai salah satu contoh, jika kita ingin melihat tentang kanker payudara, kita tinggal masukan
kata-kata “breast cancer” dan setelah searching akan keluar berbagai jenis kanker payudara. Kalau
kita ingin mengetahui lebih detil tetang salah satu diantaranya, kita tinggal klik dan akan
mendapatkan informasi detil mengenai hal tersebut beserta posisi gen penyebabnya di dalam
koromosom. Gambar 3 adalah salah satu hasil searching dari breast cancer.
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
3
Gambar 2. Home page Online Mendelian Inheritance in Man.
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
4
Gambar 3. Hasil searching kanker payudara di OMIM.
2. Bioinformatika untuk identifikasi agent penyakit baru
Bioinformatika juga menyediakan tool yang esensial untuk identifikasi agent penyakit yang belum
dikenal penyebabnya. Banyak sekali contoh-contoh penyakit baru (emerging diseases) yang muncul
dalam dekade ini, dan diantaranya yang masih hangat di telinga kita tentu saja SARS (Severe Acute
Respiratory Syndrome).
Pada awal munculnya penyakit ini, ada beberapa pendapat tentang penyebabnya. Dari gejala
pengidap SARS, diperkirakan bahwa penyakit ini disebabkan oleh virus influenza karena gejalanya
mirip dengan gejala pengidap influenza. Tetapi virus influenza tidak terisolasi dari pasien, sehingga
dugaan ini salah. Selain itu juga diperkirakan bahwa penyakit ini disebabkan oleh bakteri Candida
karena bakteri ini terisolasi dari beberapa pasien. Tapi karena hanya terisolasi dari sebagian kecil
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
5
pasien, perkiraan ini juga salah. Akhirnya ditemukan bahwa dari sebagian besar pasien SARS
terisolasi virus corona yang jika dilihat dari morfologinya. Sekuen genom virus ini kemudian dibaca
dan dari hasil analisa dikonfirmasikan bahwa penyebab SARS adalah virus corona yang telah
berubah (mutasi) dari virus corona yang ada selama ini [6].
Dalam rentetan proses ini, Bioinformatika memegang peranan penting. Pertama pada proses
pembacaan genom virus corona. Karena di database seperti GenBank, EMBL (European Molecular
Biology Laboratory), dan DDBJ (DNA Data Bank of Japan) sudah tersedia data sekuen beberapa
virus corona, yang bisa digunakan untuk men-design primer yang digunakan untuk amplifikasi DNA
virus SARS ini. Software untuk mendesign primer juga tersedia, baik yang gratis yang bisa kita
gunakan online maupun yang komersial yang berupa software. Diantara yang gratis adalah Web
primer yang disediakan oleh Stanford Genomic Resources
(http://genome-www2.stanford.edu/cgi-bin/SGD/web-primer), GeneWalker yang disediakan oleh
Cybergene AB (http://www.cybergene.se/primerdesign/genewalker), dlsb. Untuk yang komersial ada
seperti Primer designer yang dikembangkan oleh Scientific & Education Software, dan pada
software-software untuk analisa DNA lainnya seperti Sequencher (GeneCodes Corp.), SeqMan II
(DNA STAR Inc.), Genetyx (GENETYX Corp.), DNASIS (HITACHI Software), dll.
Berikutnya Bioinformatika juga berperan dalam mencari kemiripan sekuen (homology alignment)
virus yang didapatkan dengan virus lainnya. Dari hasil analisa virus SARS diketahui bahwa genom
virus corona penyebab SARS berbeda dengan virus corona lainnya, sehingga virus ini dinamakan
virus SARS (SARS-CoV). Perbedaan ini diketahui dengan menggunakan homolgy alignment dari
sekuen virus SARS. Untuk keperluan ini tersedia beberapa tool. Diantaranya ada BLAST (Basic
Local Alignment Search Tool) yang tersedia di NCBI (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/BLAST)
(Gambar 4A), di EMBL (http://www.ebi.ac.uk/blastall/) (Gambar 4B), dan di DDBJ
(http://www.ddbj.nig.ac.jp/E-mail/homology.html) (Gambar 4C). Selain itu juga ada FASTA yang
dapat diakses di EMBL (http://www.ebi.ac.uk/fasta33/index.html), di DDBJ
(http://www.ddbj.nig.ac.jp/E-mail/homology.html), dll.
(A) (B)
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
6
(C)
Gambar 4. BLAS untuk homology alignment DNA atau protein.
Selanjutnya, Bioinformatika juga berfungsi untuk analisa posisi sejauh mana suatu virus berbeda
dengan virus lainnya. Untuk analisa ini biasanya digunakan CLUSTAL W (software untuk multiple
alignment dan tree making) yang dapat diakses di EMBL (http://www.ebi.ac.uk/clustalw/index.html)
atau di DDBJ (http://www.ddbj.nig.ac.jp/E-mail/clustalw-e.html). Data yang telah dianalisa
diekspresikan dengan software “Tree View” yang bisa didownload dengan gratis dari berbagai situs
tersebut. Dengan menggunakan tool ini dianalisa beberapa protein virus SARS dan didapatkan
hasilnya bahwa virus SARS berbeda dengan virus Corona lainnya (Gambar 7) [6].
(A) (B)
Gambar 7. Hubungan antara virus SARS dengan virus corona lainnya [6].
Virus SARS berbeda dengan 3 grup virus corona yang ditemukan selama ini.
3. Bioinformatika untuk diagnosa penyakit baru
Untuk penyakit baru diperlukan diagnosa yang akurat sehingga bisa dibedakan dengan penyakit lain.
Diagnosa yang akurat ini sangat diperlukan untuk penanganan pasien seperti pemberian obat dan
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
7
perawatan yang tepat. Jika pasien terinfeksi virus influenza dengan panas tinggi, hanya akan sembuh
jika diberi obat yang cocok untuk infeksi virus influenza. Sebaliknya, tidak akan sembuh kalau
diberi obat untuk malaria. Karena itu, diagnosa yang tepat untuk suatu penyakit sangat diperlukan.
Selain itu, diagnosa juga diperlukan untuk menentukan tingkat kematian (mortality) dari suatu agent
penyakit. Artinya, semakin tinggi angka kematian ini, semakin berbahaya agent tersebut. Angka ini
dihitung dengan menghitung jumlah pasien yang meninggal (D) dibagi dengan jumlah total pasien
pengidap penyakit tersebut (P) (=D/P). Pada kasus SARS, gejala yang muncul mirip dengan gejala
flu, sehingga dari gejala saja tidak bisa dibedakan apakah dia mengidap SARS atau mengidap flu.
Diagnosa ini penting karena akan menentukan tingkat keganasan suatu agent yang akan
mempengaruhi kebijakan yang diambil terhadap penyakit tersebut.
Ada beberapa cara untuk diagnosa suatu penyakit. Diantaranya isolasi agent penyebab penyakit
tersebut dan analisa morfologinya, deteksi antibodi yang dihasilkan dari infeksi dengan teknik
enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA), dan deteksi gen dari agent pembawa penyakit
tersebut dengan Polymerase Chain Reaction (PCR). Isolasi agent pembawa penyakit memerlukan
waktu yang lama. Teknik ELISA bisa dilakukan dalam waktu yang pendek, namun untuk tiap-tiap
penyakit kita harus mengembangkan teknik tersebut terlebih dahulu. Untuk pengembangannya ini
memerlukan waktu yang lama.
Yang banyak dan lazim dipakai saat ini adalah teknik PCR. Teknik ini simpel, praktis dan cepat.
Yang penting dalam teknik PCR adalah design primer untuk amplifikasi DNA. Untuk mendesign
primer ini diperlukan data sekuen dari genom agent yang bersangkutan dan software seperti yang
telah diuraikan di atas. Di sinilah Bioinformatika memainkan peranannya. Untuk agent yang
mempunyai genom RNA, harus dilakukan reverse transcription (proses sintesa DNA dari RNA)
terlebih dahulu dengan menggunakan enzim Reverse transcriptase. Setelah DNA diperoleh baru
dilakukan PCR. Dua step reverse transcription dan PCR ini bisa dilakukan sekaligus dan biasanya
dinamakan RT-PCR.
Karena PCR ini hanya bersifat kualitatif, sejak beberapa tahun yang lalu telah dikembangkan teknik
Real Time PCR yang bersifat kuantitatif. Dari hasil Real Time PCR ini bisa ditentukan kuantitas
suatu agent di dalam tubuh seseorang, sehingga bisa dievaluasi tingkat emergensinya. Pada Real
Time PCR ini selain primer diperlukan probe yang harus didesign sesuai dengan sekuen agent yang
bersangkutan. Di sini juga diperlukan software atau program Bioinformatika.
Untuk penyakit SARS sendiri sekarang telah tersedia kit RT-PCR yang dikembangkan oleh Takara
Bio Inc., dengan nama komersial CycleaveRT-PCR SARS virus Detection Kit [7]. Selain itu Roche
Diagnostics juga juga tengah mengembangkan kit untuk deteksi virus SARS. Keberhasilan
pengembangan kit ini tidak terlepas dari didorong kemajuan Bioinformatika.
4. Bioinformatika untuk penemuan obat
Usaha penemuan obat biasanya dilakukan dengan penemuan zat/senyawa yang bisa menekan
perkembangbiakan suatu agent penyebab penyakit. Karena banyak faktor yang bisa mempengaruhi
perkembangbiakan agent tersebut, faktor-faktor itulah yang dijadikan target. Diantara faktor tersebut
adalah enzim-enzim yang diperlukan untuk perkembangbiakan suatu agent. Langkah pertama yang
dilakukan adalah analisa struktur dan fungsi enzim-enzim tersebut. Kemudian mencari atau
mensintesa zat/senyawa yang bisa menekan fungsi dari enzim-enzim tersebut. Penemuan obat yang
efektif adalah penemuan senyawa yang berinteraksi dengan asam amino yang berperan untuk
aktivitas (active site) dan untuk kestabilan enzim tersebut.
Karena itu analisa struktur dan fungsi enzim ini biasanya difokuskan pada analisa asam amino yang
berperan untuk aktivitas (active site) dan untuk kestabilan enzim tersebut. Analisa ini dilakukan
dengan cara mengganti asam amino tertentu dan menguji efeknya. Sebelum perkembangan
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
8
Bioinformatika, analisa penggantian asam amino ini dilakukan secara random sehingga memakan
waktu yang lama. Dengan adanya Bioinformatika, data-data protein yang sudah dianalisa bebas
diakses oleh siapapun, baik data sekuen asam amino-nya seperti yang ada di SWISS-PROT
(http://www.ebi.ac.uk/swissprot/) maupun struktur 3D-nya yang tersedia di Protein Data Bank
(PDB) (http://www.rcsb.org/pdb/). Dengan database yang tersedia ini, enzim yang baru ditemukan
bisa dibandingkan sekuen asam amino-nya, sehingga bisa diperkirakan asam amino yang berperan
untuk active site dan kestabilan enzim tersebut. Hasil perkiraan kemudian diuji di laboratorium.
Dengan demikian, akan lebih menghemat waktu dari pada analisa secara random.
Setelah penemuan asam amino yang berperan sebagai active site dan untuk kestabilan enzim tersebut,
kemudian dicari atau disintesa senyawa yang bisa berinteraksi dengan asam amino tersebut.
Sebelumnya pencarian atau sintesa senyawa juga dilakukan secara random. Dengan data yang
tersedia di PDB, bisa dilihat struktur 3D suatu enzim termasuk active site-nya, sehingga bisa
diperkirakan bentuk senyawa yang akan berinteraksi dengan active site tersebut. Dengan demikian,
kita cukup hanya mensintesa senyawa yang diperkirakan akan berinteraksi, sehingga obat terhadap
suatu penyakit akan jauh lebih cepat ditemukan dari pada mencari secara random. Cara ini
dinamakan “docking” dan telah banyak digunakan oleh perusahaan farmasi untuk penemuan obat
baru.
Untuk enzim dari agent penyakit baru bisa dilakukan dengan homology modeling menggunakan
enzim yang sudah ada struktur 3D-nya sebagai referensi. Misalnya penemuan obat SARS. Sekarang
tengah diusahakan mencari inhibitor enzim protease SARS. Karena virusnya juga baru, otomatis
belum ada data 3D-nya di PDB. Tetapi karena data coronavirus sebelumnya tersedia di PDB, data ini
digunakan untuk homology modeling protease dari virus SARS [8]. Dari homology modeling
didapatkan struktur 3D proteinase dari virus SARS (Gambar 8A). Dari hasil analisa docking
diperkirakan bahwa senyawa AG7088 bisa dijadikan leader compound (senyawa induk) untuk
penemuan obat anti virus corona termasuk anti virus SARS (Gambar 8B).
(A) (B)
Gambar 8. Struktur 3D proteinase virus SARS (A) dan leader compound inhibitornya, AG7088 (B)
[8].
Analisa docking dan homology modeling seperti ini memerlukan software yang harganya agak mahal
sehingga hanya dimiliki oleh lembaga penelitian dan perusahaan farmasi. Diantara software tersebut
adalah Insight II (Accelrys Inc.) dan The Molecular Operating Environment (MOE, Scalable
Software), dua software yang banyak dipakai.
Walaupun dengan sarana Bioinformatika bisa diperkirakan senyawa yang berinteraksi dan menekan
fungsi suatu enzim, hasilnya harus dikonfirmasi melalui eksperiment di laboratorium. Namun
dengan Bioinformatika, semua proses ini bisa dilakukan lebih cepat sehingga lebih efesien baik dari
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
9
segi waktu maupun finansial.
5. Kesimpulan
Bioinformatika merupakan ilmu yang esensial dalam dunia Biologi dan Kedokteran modern. Tidak
berlebihan kalau saat ini dunia Biologi dan Kedokteran tidak akan jalan tanpa Bioinformatika.
Perananannya mencakupi dari manajemen data klinis pasien, diagnosa penyakit, sampai pada
penemuan obat penyakit. Bahkan di masa yang akan datang diramalkan bahwa manusia akan bisa
mendapat personal care sesuai dengan sifat genetikanya. Namun hasil analisa melalui
Bioinformatika tidak bisa langsung digunakan dan harus melalui uji langsung di laboratorium dan uji
kilinis (clinical test). Ini disebabkan karena analisa melalui Bioinformatika adalah hasil simulasi
yang harus dibuktikan lagi. Seperti ilmu-ilmu lainnya, Bioinformatika juga tidak bisa berdiri sendiri
dan harus didukung oleh disiplin ilmu lain yang mengakibatkan saling membantu dan menunjang
dan harus bermanfaat untuk kepentingan manusia.
Referensi
[1] Bayat, A. (2002). Bioinfromatics: Science, medicine, and the future. BMJ 324, 1018-1022
[2] Venter, J. C., Adams, M. D., Myers, E. W., et al. (2001). The sequence of human genome.
Science 291, 1304-1351.
[3] Robert, A. H., Subramanian, G. M., Halpern, A., et al. (2002). The genome sequence of the
Malaria mosquito Anopheles gambiae. Science 298, 129-149.
[4] Gardner, M. J., Hall, N., Fung, E., et al. (2002). Genome sequence of the human malaria parasite
Plasmodium falciparum. Nature 419, 498-511.
[5] McDonald, C. J. (2001). Hickam 2000: The maturation of, and linkages between. Medical
informatics and bioinformatics. J Lab Clin Med 138, 359-366.
[6] Rota, P. A., Oberste, M. S., Monroe, S. S., et al. (2003). Characterization of a novel coronavirus
associated with severe acute respiratory syndrome. Sciencexpress 1 May 2003, 1-10.
[7] http://bio.takara.co.jp/catalog/
[8] Anand, K., Ziebuhr, J., Wadhwani, P., et al. (2003). Coronavirus main proteinase (3CLpro)
structure: basis for design of anti SARS drug. Sciencexpress 13 May 2003, 1-10.
Jumat, 29 Agustus 2008
INFORMATION TEKNOLOGI
INFORMATION TEKNOLOGI
Kadang kenyataan tidak sesuai dengan harapan kita, namun dalam kondisi apapun kita harus selalu optimis dan jangan pernah lelah untuk belajar karena manusia yang menguasai teknologi dimanapun akan selalu dicari dan dihargai dan yang harus di ingat tak ada kesuksesan tanpa suatu kerja keras.....! jangan lupa untuk selalu ingat dengan siapa yang telah menciptakan kita bersukur lebih baik dari pada hanya terus mengeluh
Senin, 2007 September 17
PC Media Anti Virus
Semakin hari ternyata penyebaran virus komputer semakin luar biasa saja. Mulai dari orang awam sampai perusahaan multinasional sekalipun tak luput dari serangan virus komputer. Ini di luar prediksi kebanyakan orang sebelumnya yang mengira tingkat keamanan Windows XP sudah cukup untuk menghambat penyebaran virus. Jaman berubah. Membuat virus komputer kini dapat dengan mudah dilakukan, bahkan dengan Visual Basic sekalipun. Internet dan USB Flash Disk merupakan media utama penyebaran virus-virus saat ini, terutama di Indonesia. Tetapi, faktor utama tetap pada kelalaian manusianya (atau kecerdasan si pembuatnya ya?).
Anda masih dibikin pusing dengan Virus Brontok. Udah gak jamannya lagi. Sekarang telah hadir Anvirus lokal yang mampu membabat Virus ini yang menurut kabar telah memiliki 17 varian. Anti virus buatan tim majalah PC Media ini mengklaim mampu membersihkan komputer anda dari si rontokbro sampai hilang 100%. Hebat bukan…
Namun saat ini meskipun antivirus nya gratis anda harus membeli PC media seharga 39.000 sedang untuk versi ekonomis 15.000 atau pinjem ke teman yang punya CD nya
Namun anda yang tidak punya kesempatan tersebut jangan berkecil hati, karena dapat di download.
Klik Untuk Download
Diposting oleh widayats STIMIK ROSMA di 01:25
1 komentar Label: VIRUS
Link ke posting ini
Command - Command mIRC
1. Register Channel = /cs register (#channel) (passwd) (desikripsi)
2. Identify Channel = /cs identify (#channel) (passwd)
3. Successor = /cs set (#channel) successor (nickname)
4. Drop Channel = /cs drop (#channel)
5. Ganti Pass Channel = /cs set (#channel) passwd (pass lama) (pass baru)
6. Lupa Pass Channel = /cs sendpass (#channel) (email)
7. Founder Baru (Identify #Channel Dulu) = /cs set (#channel) founder
8. Mailblock = /cs set (#channel) mailblock (on/off)
9. Private = /cs set (#channel) private (on/off)
10. Set Description = /cs set (#channel) desc (deskripsinya)
11. Set Topic = /cs set (#channel) topik (topiknya)
12. Set URL = /cs set (#channel) url (alamat url-nya)
13. Set Mlock = /cs set (#channel) mlock (tulis modenya)
14. Set Restrict = /cs set (#channel) restrict (on/off)
15. Set KeepTopic = /cs set (#channel) keeptopic (on/off)
16. Set TopikLock = /cs set (#channel) topikclock (off/sop/founder)
17. Set Memo Channel = /cs set (#channel) memo (none/aop/sop/founder)
18. Set OP-Guard = /cs set (#channel) opguard (on/off)
19. Add/Del Sop = /cs sop (#channel) (add/del) (nick)
20. Add/Del Aop = /cs aop (#channel) (add/del) (nick)
21. Lihat List Op = /cs (aop/sop) (#channel) list
22. Akick Nick = /cs akick (#channel) (add/del) (Nick!*@*)
23. Akick Ident = /cs akick (#channel) (add/del) (*!ident@*)
24. Akick IP Address = /cs akick (#channel) (add/del) (*!*@IP Addressnya)
25. Akick List = /cs akick (#channel) list
26. Op List = /cs (sop/aop) (#channel) list
27. Lihat Akses = /cs why (#channel) (nick)
28. Unban = /cs unban (#channel) (nick)
29. Invite = /cs invite (#channel) (nick)
30. Info = /cs info (#channel)
31. Access Channel = /cs access (#channel) (nick op)
32. Count = /cs count (#channel)
NickServ :
1. Register Nick = /ns register (password) (email)
2. Identify Nick = /ns identify (password)
3. Ganti Pass = /ns set passwd (passwd lama) (passwd baru)
4. Enforce = /ns set enforce (on/off)
5. Kill Ghost = /ns ghost (nick) (passwd)
6. Kill = /ns set kill (on/off)
7. Recover = /ns recover (nick) (passwd)
8. Release = /ns release (nick) (passwd)
9. Drop = /ns drop (nick)
10. No Op = /ns set noop (on/off)
11. No Memo = /ns set nomemo (on/off)
12. Info = /ns info (nickname)
13. URL = /ns set url (http:// )
14. Ganti Email = /ns set email (password) (emailnya)
15. Showemail = /ns set showemail (on/off)
16. MailBlock = /ns set mailblock (on/off)
MemoServ :
1. Send Nick = /ms send (nickname) (pesan)
2. Send OP = /ms send (#channel) (pesan)
3. Send SOP = /ms sendsop (#channel) (pesan)
4. Lihat Memo = /ms list
5. Baca Memo = /ms read (no. list memo)
6. Hapus Memo = /ms del (no. list memo)
7. Hapus Semua = /ms del all
Perintah Dasar mIRC :
1. Ganti nick = /nick (nick baru)
2. Notice = /notice (nick) (pesan)
3. Masuk Channel = /join (#channel)
4. Keluar Channel = /part (#channel)
5. Keluar IRC = /quit (pesan)
6. Ganti Server = /server (nama server)
7. Private = /query (nick)
8. Invite = /invite (nick) (#channel)
9. Mode I = /mode (nick) +I
10. Ignore = /ignore (nick)
11. Action = /me (pesan)
12. Whois = /whois (nick)
13. Away = /away (pesan)
14. Balik Away = /away
15. Ping = /ping (nick)
16. Bersihkan layar = /clear
Perintah Standar Untuk Op Channel :
/kick (#channel) (nick) = kick user
/topik (#channel) (topiknya) = mengganti topik channel
/kick (#channel) (nick) (alasan) = kick user dengan alasan
/mode (#channel) +b *!*@IPnya = Band IP user, missal /mode #channel +b *!*@202.146.12.*
/mode (#channel) +b nick!*@* = Ban nick user, missal /mode #channel +b nick!*@*
/mode (#channel) +o (nick) = memberikan Op pada user
/mode (#channel) +v (nick) = memberikan voice pada user
/mode (#channel) -o (nick) = menurunkan user agar tidak Op lagi
/mode (#channel) -v (nick) = mengambil voice user
/mode (#channel) +/- ntispklRrmc = set mode channel
/channel = melihat mode dan ban list channel
Diposting oleh widayats STIMIK ROSMA di 01:22
0 komentar Label: TEKNOLOGI
Link ke posting ini
APAKAH TCP / IP ITU ?
Konsep Dasar TCP/IP
Penulis by Dayats
TCP/IP merupakan dasar dari segalanya, tanpa mempelajari TCP/IP kemungkinan kita tidak dapat melakah maju di dunia pehackingan. Dengan kata lain, TCP/IP merupakan awal dari segalanya. Banyak orang yg menyepelekan pentingnya mempelajari TCP/IP, mereka mengaku dirinya "hacker" tetapi tidak mengerti sama sekali apa itu TCP/IP. Merasa hacker hanya apabila bisa mencrash ataupun menjebol server, tetapi sebetulnya bukan itulah maksud dari segala itu. Hacker itu adalah orang yg haus akan pengetahuan, bukan haus akan penghancuran. Untuk menjadi hacker dibutuhkan kerja keras, semangat, motivasi yg tinggi serta pemahaman seluk-beluk internet itu sendiri, tanpa hal-hal tersebut mustahil anda dapat menjadi seorang hacker yang tangguh.
Tulisan ini didedikasikan terutama untuk member Kecoak Elektronik dan siapa saja yang ingin mempelajari TCP/IP, bukan untuk mereka yang hanya ingin mencari jalan pintas menjadi hacker sejati. Bagi anda yg memang udah profhacking mungkin tulisan ini tidak penting, karena memang tulisan ini hanyalah pengantar belaka dan bukan merupakan referensi yg sempurna (dan jauh dari sempurna) oleh karenanya hanya dikhususkan bagi mereka yg pendatang baru (newbies).
Kita akan membahas :
1. Apa Itu TCP/IP ?
2. Apa yg membuat TCP/IP menjadi penting ?
3. Bagaimana awalnya keberadaan TCP/IP ?
4. Layanan apa saja yg diberikan oleh TCP/IP ?
5. Bagaimanakah bentuk arsitektur dari TCP/IP itu ?
6. Bagaimana TCP dan IP bekerja ?
7. Bagaimanakah bentuk format header protokol UDP,TCP,IP ?
Klik Disini Untuk Artikel Selengkapnya
Diposting oleh widayats STIMIK ROSMA di 01:17
0 komentar Label: heckers
Link ke posting ini
PERCEPAT BOOTING
Pada saat komputer mulai dijalankan, maka ada salah satu proses yang harus dijalankan, yaitu booting. Proses ini sangat sederhana, namun terkadang cukup memakan waktu. Apalagi jika komputer Anda memiliki banyak sekali atribut. Padahal sebenarnya lama waktu booting dapat diminimalisasi dengan langkah-langkah berikut:
1. Lokasi Booting
Pencarian lokasi booting oleh komputer juga dapat memakan waktu. Secara default, biasanya komputer akan memeriksa floopy terlebih dahulu. Anda dapat mengubah hal ini dengan masuk ke dalam BIOS. Caranya tekan Del setelah perhitungan memory dilakukan. Lalu pada opsi FirtsBoot Device pilihlah harddisk di mana Anda meletakkan operating system. Misalnya ‘hard disk 0.’ Dengan cara ini, komputer tidak akan memakan waktu lagi mencari lokasi booting, tapi langsung ke harddisk tempat operating system disimpan.
2. Kurangi Proses Deteksi HDD
Mengurangi proses deteksi terhadap drive yang ada dalam komputer Anda juga dapat mempercepat proses booting. Untuk beberapa motherboard, memungkinkan Anda untuk mendeteksi secara manual. Artinya tidak lagi komputer yang melakukan, tetapi user sudah menentukan terlebih dahulu. Semua hal ini dapat dilakukan dalam BIOS setup. Cara masuknya sama seperti langkah pertama, yaitu tekan Del setelah perhitungan memory dilakukan.
3. Disable-kan Komponen Tak Terpakai
Semua perangkat yang terpasang pada komputer akan memakan waktu booting. Oleh sebab itu, ada baiknya bila Anda mengurangi komponen-komponen yang tidak terpakai ini. Caranya, yaitu dengan membuka Device Manager pilih komponen yang tidak lagi terpakai, namun masih terpasang dalam komputer Anda (misalnya Floopy drive). Klik dua kali, lalu pililih disable pada drop down box Device Usage. Device Manager sendiri dapat diakses dengan cara, klik kanan pada My Computer, pilih properties, lalu buka halaman Hardware.
4. Kurangi Font
Jumlah font yang terlalu banyak dapat membuat proses booting melambat. Oleh sebab itu, salah satu cara yang juga dianggap efektif adalah dengan mengurangi jumlah font yang diinstal. Caranya buatlah sebuah folder khusus, kemudian pindahkan semua font dalam folder font di control panel ke dalamnya. Kemudian barulah pilih kembali mana saja font yang Anda butuhkan saja. Jangan khawatir terhadap hilangnya font yang sementara waktu, karena Windows secara otomatis akan menginstal kembali font-font dasar.
5. Hilangkan Layar Loading
Dengan menghilangkan layar loading, Anda juga dapat menghemat waktu booting. Caranya pilih menu Run pada Start menu, lalu ketikkan msconfig, lau tekan Ok. Setelah itu pada opsi /NOGUIBOOT berikan tanda centang. Hal ini akan membuat pada proses booting komputer tidak akan menampilkan logo Windows dan animasinya, melainkan hanya layar hitam yang kosong. Anda tidak perlu khawatir, sebab dengan tidak adanya logo dan animasi ini, proses booting dapat dihemat beberapa detik.
6. Kurangi Waktu Setelah Booting
Selesai booting, komputer akan terasa sangat lambat untuk digunakan. Hal ini disebabkan adanya proses pengenalan jaringan yang dilakukan oleh komputer. Bila Anda ingin segera menggunakan komputer dan komputer tidak terhubung dengan jaringan, makan cara yang sangat efektif adalah mematikan fitur ini. Caranya klik kanan pada My Computer, pilih manage. Lalu expan Service and Application. Pada daftar service, klik dua kali Workstation. Kemudian pada dropdown box Star Up type pilih Disable.
7. Nonaktifkan Service yang Tidak Perlu
Ada beberapa service yang jalan secara otomatis ada juga beberapa service yang jalan pada saat start up dan sebagian besar ada juga yang tidak diperlukan. Sehingga hanya akan memakan waktu dan resource saja. Sebaiknya service-service tersebut dimatikan. Caranya seperti pada langkah nomor 6. Hanya saja, Anda sendiri yag menentukan service mana saja yang Anda kenal dan dirasa tidak dibutuhkan. Lakukan penonaktifan seperti halnya langkah sebelumnya.
Diposting oleh widayats STIMIK ROSMA di 01:14
0 komentar Label: TEKNOLOGI
Link ke posting ini
MEMPERCEPAT SHUT DOWN
Mematikan komputer adalah pekerjaan yang sangat mudah. Namun, pekerjaan penutup ini kadang cukup menjengkelkan, apalagi bila kita dikejar waktu. Tidak jarang selain membutuhkan waktu yang hampir sama dengan proses booting, kadang proses shut down tidak berjalan sebagai mana mestinya,sehingga tetap harus ditunggu. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika Anda menyimak langkah berikut agar proses mematikan komputer dapat membuat Anda lebih nyaman.
1. Shortcut Shut Down
Salah satu cara yang paling cepat untuk untuk mematikan komputer adalah tanpa melalui start menu. Anda dapat menyediakan shortcut khusus pada layar desktop bila ingin mematikan komputer dengan lebih cepat. Caranya cukup mudah. Yaitu, dengan mengklik kanan pada layar desktop, lalu pilih New, Shortcut. Setelah itu, pada layar Create Shortcut, masukkan ‘SHUTDOWN -s -t 01’ lalu tekan tombol Next. Setelah itu, masukkan nama untuk shortcut tersebut. Anda dapat menamakan shortcut ini dengan julukan ‘Shut down’ Lalu tekan tombol Finish.
2. Kurangi Wit Times 1
Selesai membuat menu pintas untuk mematikan komputer, Anda dapat mengatur waktu yang diperlukan untuk menutup aplikasi ke batas minimum. Artinya dengan memberikan waktu sekecil mungkin agar waktu yang dibutuhkan untuk mematikan komputer akan lebih cepat. Caranya adalah dengan menjalankan Registry editor, lalu pilih dalam ‘HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop\pilih ‘WaitToKillAppTimeout’. Setelah itu, ubah nilainya dari 20000 menjadi 1000 agar dapat lebih cepat.
3. Kurangi Wait Times 2
Akses registry editor dengan cara pilih Run dalam start menu lalu ketiklah regedit, kemudian tekan Enter. Setelah itu tekan Ctrl+F kemudian cari ‘HKEY_USERS\.DEFAULT\Control Panel\Desktop’, setelah itu ubahlah nilai ‘WaitToKillAppTimeout’ dari 20000 menjadi 1000. Jika merasa terlalu cepat, Anda juga dapat mengaturnya sampai kecepatan 5000 atau 10000. Waktu ini terkadang tidak terlalu diperlukan, bila Anda sudah terlebih dahulu mematikan semua aplikasi sebelum komputer dimatikan.
4. Kurangi Wait Times 3
Akses kembali registry editor seperti pada langkah-langkah selanjutnya, lalu carilah ‘HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Control\. Setelah itu, cari ‘WaitToKillServiceTimeout’. Klik dua kali pada nama tersebut, kemudian ubah nilai value data-nya dari 20000 menjadi 1000. Jika yang sebelumnya adalah waktu maksimal untuk aplikasi dimatikan atau diselesaikan, maka langkah ini adalah menentukan untuk service yang sedang aktif.
5. Auto Kill Task
Salah satu yang memperlambat proses shut down adalah adanya aplikasi yang hang (tidak responsif) dan meminta input-an user untuk menentukan apakah aplikasi tetap akan ditutup atau tidak. Anda dapat membuat komputer secara otomatis mematikan aplikasi dengan cara mengedit value data ‘AutoEndTask’ menjadi 1. Opsi ini ada di dalam ‘HKEY_USER\Control Panel\Desktop’ dan ‘HKEY_USERS\Control Panel\Desktop’. Dengan cara ini pula, semua aplikasi yang aktif akan dimatikan secara otomatis oleh sistem. Oleh sebab itu, Anda harus yakin bahwa aplikasi tidak lagi digunakan setiap akan mematikan komputer.
6. Jalankan Hibernasi
Anda juga dapat memilih menjalankan hibernasi. Karena Anda tidak akan dipertanyakan apakah ada aplikasi yang tidak responsif atau tidak. Opsi hibernasi terdapat dalam Power Option yang ada pada Control Panel. Namun sebelum mengaktifkan fitur ini, pastikan ruang harddisk tempat sistem operasi berada masih memiliki sekitar 300 MB. Ruang yang dibutuhkan oleh hibernasi adalah untuk menyimpan status komputer (aplikasi apa saja yang sedang dibuka) agar pada saat kembali dari hibernasi, komputer dapat langsung
mengaksesnya.
Matikan nVIDIA Driver Helper Service
Bagi Anda yang memiliki video card dengan chipset nVIDIA terkadang pada saat komputer melakukan proses shut down terdapat sedikit delay atau jeda karena helper service yang dilakukan oleh chipset nVIDIA. Oleh sebab itu, Anda harus mematikannya dengan cara buka computer management (klik kanan pada My Computer, manage). Lalu pada daftar service cari ‘Nvidia Driver Helper’, setelah itu klik kanan dan pilih Properties. Setelah itu pada drop down box ‘Startup Type’pilih disable dan tekan tombol OK. Hal ini dapat saja berlaku untuk VGA lain yang chipset-nya memberikan service serupa.
Diposting oleh widayats STIMIK ROSMA di 01:09
0 komentar Label: TEKNOLOGI
Link ke posting ini
LOGIN MULTI USER PADA WINDOWS XP
Keren sebetulnya yah, hanya saja, Windows hanya mengijinkan satu user saja yang boleh aktif pada satu sesi. Mungkin masalah sekuriti sehingga Windows memblok akses lebih dari 1 user, sehingga user yang aktif mau ga mau harus logout. Untungnya ada sedikit trik, sehingga kita bisa mengakali windows agar bisa mengijinkan kita menggunakan remote desktop secara multiuser.
Perhatian… Ini adalah salah satu bentuk hack. Segala akibat yang timbul adalah merupakan resiko anda sendiri…
Langkah 1:
Restart Windows dan masuk ke SafeMode. Klik kanan pada My Computer lalu pilih Properties, masuk ke tab Remote, dan hilangkan tanda centang pada pilihan “Allow user to connect remotely to this computer”. Jika sudah tidak ada tanda centang, jangan berbuat apa2, diclose aja.
Langkah 2:
Klik Start - Control Panel - Adminsitrative Tools, lalu pilih Services. Double Klik pada Terminal Services yang ada pada list, lalu pilih Disable pada Startup Type option.
Langkah 3:
Kita memerlukan sebuah file dengan nama termsrv.dll, tapi kita akan mendownload versi yang lama. bisa didownload disini: http://www.orbitfiles.com/download/id20947665. lalu pergilah ke folder windows/system32, rename file termsrv.dll menjadi nama lain, misal termsrv.org, lalu copykan file termsrv.dll yang baru saja kita download ke folder ini. dengan cara yang sama juga, lakukan terhadap file termsrv.dll yang ada di folder windows/system32/dllcache, direname, trus copykan file yang baru didownload.
Langkah 4:
Buka registry windows, lewat regedit. Cari key berikut:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Terminal Server\Licensing Core
buat key baru dengan nilai DWORD, “EnableConcurrentSessions” (tanpa tanda petik), kemudian edit dan set nilainya menjadi 1, lalu exit dari regedit.
Langkah 5:
Klik Start, Run, ketikkan gpedit.msc. Lalu buka Computer Configuration > Administrative Templates > Windows Components > Terminal Services
double klik “Limit number of connections”, pilih “Enabled” dan masukkan nilai maksimum dari jumlah koneksi yang ingin kita ijinkan (2 ato lebih), kemudian Restart Windows pada mode normal.
Langkah 6:
Dan akhirnya ulangi langkah no 1, hanya saja kali ini kita harus memastikan ada tanda centang pada option “Allow user to connect remotely to this computer”.
Lalu pergilah ke Terminal Services (lihat langkah 2) lalu set startup type menjadi “Manual”
restart windows dan sampai pada langkah ini, kompie kita akan dapat menerima multiple sesi dari remote desktop.
Saya sudah mencoba teknik ini dan berhasil pada Windows XP pro, saya belum mencoba di windows xp sp2, tapi saya rasa mungkin bisa. Akhirnya semua kembali kepada kita masing2, apakah kita akan menggunakan cara ini untuk efisiensi kerja? atau sebaliknya kita pake untuk mengintip kompie orang lain?
Diposting oleh widayats STIMIK ROSMA di 01:06
0 komentar Label: TEKNOLOGI
Link ke posting ini
Memainkan Game PS 1 Di PC
Membongkar koleksi cd PS1 tidak pernah semenarik ini!
Dan mungkin ada yang belum tahu cara memainkan game PS1 di PC, atau belum tahu cara menggunakan shader di emulator. Jadi saya akan menjelaskan step-step sederhananya.
1.Pastikan anda memiliki PC yang berjalan sempurna. Beneran, step satu ini beberapa kali terlupakan oleh saya. Kalau perlu, download driver terbaru dari VGA card anda.
2.Download emulator PS1, saya rekomendasikan ePSXe
3.Download BIOS untuk PS1. dapat dengan mudah didapatkan di google. Cari saja bios untuk scph1001 atau scph
4.Download Plugin untuk ePSXe, bisa didapatkan di tempatnya si Pete. Downloadlah Graphical Plugin (itu yang utama), dan sebagai tambahan download saja sekalian Plugin untuk sound, controller, dan lain-lain. Kecil kok. Jangan lupa masukkan semua plugin ke folder plugin di foldernya ePSexe.
5.Sekarang Download shadernya. Hm, ini bisa dicari di forumnya Pete, forumnya ngemu, dan di beberapa tempat lain. Tapi Pete punya koleksi Shader yang cukup lengkap dan bagus di situsnya.
6.Voila. Tinggal dicoba. Secara garis besar, atur Video Confignya semampu PC anda, checklist screen filtering dan shader effect. Pilihlah shader effect sesuai jenis shader yang akan anda gunakan (ada 2 jenis program, untuk yang ekstensionnya vp/fp atau slf/slv). Klik tombol di sebelah kanan shader effect, dan cari shader yang mau anda gunakan. Bagian itu saya bold karena ada beberapa orang yang kesulitan di bagian itu.
7.Selamat Nostalgia!
Kadang kenyataan tidak sesuai dengan harapan kita, namun dalam kondisi apapun kita harus selalu optimis dan jangan pernah lelah untuk belajar karena manusia yang menguasai teknologi dimanapun akan selalu dicari dan dihargai dan yang harus di ingat tak ada kesuksesan tanpa suatu kerja keras.....! jangan lupa untuk selalu ingat dengan siapa yang telah menciptakan kita bersukur lebih baik dari pada hanya terus mengeluh
Senin, 2007 September 17
PC Media Anti Virus
Semakin hari ternyata penyebaran virus komputer semakin luar biasa saja. Mulai dari orang awam sampai perusahaan multinasional sekalipun tak luput dari serangan virus komputer. Ini di luar prediksi kebanyakan orang sebelumnya yang mengira tingkat keamanan Windows XP sudah cukup untuk menghambat penyebaran virus. Jaman berubah. Membuat virus komputer kini dapat dengan mudah dilakukan, bahkan dengan Visual Basic sekalipun. Internet dan USB Flash Disk merupakan media utama penyebaran virus-virus saat ini, terutama di Indonesia. Tetapi, faktor utama tetap pada kelalaian manusianya (atau kecerdasan si pembuatnya ya?).
Anda masih dibikin pusing dengan Virus Brontok. Udah gak jamannya lagi. Sekarang telah hadir Anvirus lokal yang mampu membabat Virus ini yang menurut kabar telah memiliki 17 varian. Anti virus buatan tim majalah PC Media ini mengklaim mampu membersihkan komputer anda dari si rontokbro sampai hilang 100%. Hebat bukan…
Namun saat ini meskipun antivirus nya gratis anda harus membeli PC media seharga 39.000 sedang untuk versi ekonomis 15.000 atau pinjem ke teman yang punya CD nya
Namun anda yang tidak punya kesempatan tersebut jangan berkecil hati, karena dapat di download.
Klik Untuk Download
Diposting oleh widayats STIMIK ROSMA di 01:25
1 komentar Label: VIRUS
Link ke posting ini
Command - Command mIRC
1. Register Channel = /cs register (#channel) (passwd) (desikripsi)
2. Identify Channel = /cs identify (#channel) (passwd)
3. Successor = /cs set (#channel) successor (nickname)
4. Drop Channel = /cs drop (#channel)
5. Ganti Pass Channel = /cs set (#channel) passwd (pass lama) (pass baru)
6. Lupa Pass Channel = /cs sendpass (#channel) (email)
7. Founder Baru (Identify #Channel Dulu) = /cs set (#channel) founder
8. Mailblock = /cs set (#channel) mailblock (on/off)
9. Private = /cs set (#channel) private (on/off)
10. Set Description = /cs set (#channel) desc (deskripsinya)
11. Set Topic = /cs set (#channel) topik (topiknya)
12. Set URL = /cs set (#channel) url (alamat url-nya)
13. Set Mlock = /cs set (#channel) mlock (tulis modenya)
14. Set Restrict = /cs set (#channel) restrict (on/off)
15. Set KeepTopic = /cs set (#channel) keeptopic (on/off)
16. Set TopikLock = /cs set (#channel) topikclock (off/sop/founder)
17. Set Memo Channel = /cs set (#channel) memo (none/aop/sop/founder)
18. Set OP-Guard = /cs set (#channel) opguard (on/off)
19. Add/Del Sop = /cs sop (#channel) (add/del) (nick)
20. Add/Del Aop = /cs aop (#channel) (add/del) (nick)
21. Lihat List Op = /cs (aop/sop) (#channel) list
22. Akick Nick = /cs akick (#channel) (add/del) (Nick!*@*)
23. Akick Ident = /cs akick (#channel) (add/del) (*!ident@*)
24. Akick IP Address = /cs akick (#channel) (add/del) (*!*@IP Addressnya)
25. Akick List = /cs akick (#channel) list
26. Op List = /cs (sop/aop) (#channel) list
27. Lihat Akses = /cs why (#channel) (nick)
28. Unban = /cs unban (#channel) (nick)
29. Invite = /cs invite (#channel) (nick)
30. Info = /cs info (#channel)
31. Access Channel = /cs access (#channel) (nick op)
32. Count = /cs count (#channel)
NickServ :
1. Register Nick = /ns register (password) (email)
2. Identify Nick = /ns identify (password)
3. Ganti Pass = /ns set passwd (passwd lama) (passwd baru)
4. Enforce = /ns set enforce (on/off)
5. Kill Ghost = /ns ghost (nick) (passwd)
6. Kill = /ns set kill (on/off)
7. Recover = /ns recover (nick) (passwd)
8. Release = /ns release (nick) (passwd)
9. Drop = /ns drop (nick)
10. No Op = /ns set noop (on/off)
11. No Memo = /ns set nomemo (on/off)
12. Info = /ns info (nickname)
13. URL = /ns set url (http:// )
14. Ganti Email = /ns set email (password) (emailnya)
15. Showemail = /ns set showemail (on/off)
16. MailBlock = /ns set mailblock (on/off)
MemoServ :
1. Send Nick = /ms send (nickname) (pesan)
2. Send OP = /ms send (#channel) (pesan)
3. Send SOP = /ms sendsop (#channel) (pesan)
4. Lihat Memo = /ms list
5. Baca Memo = /ms read (no. list memo)
6. Hapus Memo = /ms del (no. list memo)
7. Hapus Semua = /ms del all
Perintah Dasar mIRC :
1. Ganti nick = /nick (nick baru)
2. Notice = /notice (nick) (pesan)
3. Masuk Channel = /join (#channel)
4. Keluar Channel = /part (#channel)
5. Keluar IRC = /quit (pesan)
6. Ganti Server = /server (nama server)
7. Private = /query (nick)
8. Invite = /invite (nick) (#channel)
9. Mode I = /mode (nick) +I
10. Ignore = /ignore (nick)
11. Action = /me (pesan)
12. Whois = /whois (nick)
13. Away = /away (pesan)
14. Balik Away = /away
15. Ping = /ping (nick)
16. Bersihkan layar = /clear
Perintah Standar Untuk Op Channel :
/kick (#channel) (nick) = kick user
/topik (#channel) (topiknya) = mengganti topik channel
/kick (#channel) (nick) (alasan) = kick user dengan alasan
/mode (#channel) +b *!*@IPnya = Band IP user, missal /mode #channel +b *!*@202.146.12.*
/mode (#channel) +b nick!*@* = Ban nick user, missal /mode #channel +b nick!*@*
/mode (#channel) +o (nick) = memberikan Op pada user
/mode (#channel) +v (nick) = memberikan voice pada user
/mode (#channel) -o (nick) = menurunkan user agar tidak Op lagi
/mode (#channel) -v (nick) = mengambil voice user
/mode (#channel) +/- ntispklRrmc = set mode channel
/channel = melihat mode dan ban list channel
Diposting oleh widayats STIMIK ROSMA di 01:22
0 komentar Label: TEKNOLOGI
Link ke posting ini
APAKAH TCP / IP ITU ?
Konsep Dasar TCP/IP
Penulis by Dayats
TCP/IP merupakan dasar dari segalanya, tanpa mempelajari TCP/IP kemungkinan kita tidak dapat melakah maju di dunia pehackingan. Dengan kata lain, TCP/IP merupakan awal dari segalanya. Banyak orang yg menyepelekan pentingnya mempelajari TCP/IP, mereka mengaku dirinya "hacker" tetapi tidak mengerti sama sekali apa itu TCP/IP. Merasa hacker hanya apabila bisa mencrash ataupun menjebol server, tetapi sebetulnya bukan itulah maksud dari segala itu. Hacker itu adalah orang yg haus akan pengetahuan, bukan haus akan penghancuran. Untuk menjadi hacker dibutuhkan kerja keras, semangat, motivasi yg tinggi serta pemahaman seluk-beluk internet itu sendiri, tanpa hal-hal tersebut mustahil anda dapat menjadi seorang hacker yang tangguh.
Tulisan ini didedikasikan terutama untuk member Kecoak Elektronik dan siapa saja yang ingin mempelajari TCP/IP, bukan untuk mereka yang hanya ingin mencari jalan pintas menjadi hacker sejati. Bagi anda yg memang udah profhacking mungkin tulisan ini tidak penting, karena memang tulisan ini hanyalah pengantar belaka dan bukan merupakan referensi yg sempurna (dan jauh dari sempurna) oleh karenanya hanya dikhususkan bagi mereka yg pendatang baru (newbies).
Kita akan membahas :
1. Apa Itu TCP/IP ?
2. Apa yg membuat TCP/IP menjadi penting ?
3. Bagaimana awalnya keberadaan TCP/IP ?
4. Layanan apa saja yg diberikan oleh TCP/IP ?
5. Bagaimanakah bentuk arsitektur dari TCP/IP itu ?
6. Bagaimana TCP dan IP bekerja ?
7. Bagaimanakah bentuk format header protokol UDP,TCP,IP ?
Klik Disini Untuk Artikel Selengkapnya
Diposting oleh widayats STIMIK ROSMA di 01:17
0 komentar Label: heckers
Link ke posting ini
PERCEPAT BOOTING
Pada saat komputer mulai dijalankan, maka ada salah satu proses yang harus dijalankan, yaitu booting. Proses ini sangat sederhana, namun terkadang cukup memakan waktu. Apalagi jika komputer Anda memiliki banyak sekali atribut. Padahal sebenarnya lama waktu booting dapat diminimalisasi dengan langkah-langkah berikut:
1. Lokasi Booting
Pencarian lokasi booting oleh komputer juga dapat memakan waktu. Secara default, biasanya komputer akan memeriksa floopy terlebih dahulu. Anda dapat mengubah hal ini dengan masuk ke dalam BIOS. Caranya tekan Del setelah perhitungan memory dilakukan. Lalu pada opsi FirtsBoot Device pilihlah harddisk di mana Anda meletakkan operating system. Misalnya ‘hard disk 0.’ Dengan cara ini, komputer tidak akan memakan waktu lagi mencari lokasi booting, tapi langsung ke harddisk tempat operating system disimpan.
2. Kurangi Proses Deteksi HDD
Mengurangi proses deteksi terhadap drive yang ada dalam komputer Anda juga dapat mempercepat proses booting. Untuk beberapa motherboard, memungkinkan Anda untuk mendeteksi secara manual. Artinya tidak lagi komputer yang melakukan, tetapi user sudah menentukan terlebih dahulu. Semua hal ini dapat dilakukan dalam BIOS setup. Cara masuknya sama seperti langkah pertama, yaitu tekan Del setelah perhitungan memory dilakukan.
3. Disable-kan Komponen Tak Terpakai
Semua perangkat yang terpasang pada komputer akan memakan waktu booting. Oleh sebab itu, ada baiknya bila Anda mengurangi komponen-komponen yang tidak terpakai ini. Caranya, yaitu dengan membuka Device Manager pilih komponen yang tidak lagi terpakai, namun masih terpasang dalam komputer Anda (misalnya Floopy drive). Klik dua kali, lalu pililih disable pada drop down box Device Usage. Device Manager sendiri dapat diakses dengan cara, klik kanan pada My Computer, pilih properties, lalu buka halaman Hardware.
4. Kurangi Font
Jumlah font yang terlalu banyak dapat membuat proses booting melambat. Oleh sebab itu, salah satu cara yang juga dianggap efektif adalah dengan mengurangi jumlah font yang diinstal. Caranya buatlah sebuah folder khusus, kemudian pindahkan semua font dalam folder font di control panel ke dalamnya. Kemudian barulah pilih kembali mana saja font yang Anda butuhkan saja. Jangan khawatir terhadap hilangnya font yang sementara waktu, karena Windows secara otomatis akan menginstal kembali font-font dasar.
5. Hilangkan Layar Loading
Dengan menghilangkan layar loading, Anda juga dapat menghemat waktu booting. Caranya pilih menu Run pada Start menu, lalu ketikkan msconfig, lau tekan Ok. Setelah itu pada opsi /NOGUIBOOT berikan tanda centang. Hal ini akan membuat pada proses booting komputer tidak akan menampilkan logo Windows dan animasinya, melainkan hanya layar hitam yang kosong. Anda tidak perlu khawatir, sebab dengan tidak adanya logo dan animasi ini, proses booting dapat dihemat beberapa detik.
6. Kurangi Waktu Setelah Booting
Selesai booting, komputer akan terasa sangat lambat untuk digunakan. Hal ini disebabkan adanya proses pengenalan jaringan yang dilakukan oleh komputer. Bila Anda ingin segera menggunakan komputer dan komputer tidak terhubung dengan jaringan, makan cara yang sangat efektif adalah mematikan fitur ini. Caranya klik kanan pada My Computer, pilih manage. Lalu expan Service and Application. Pada daftar service, klik dua kali Workstation. Kemudian pada dropdown box Star Up type pilih Disable.
7. Nonaktifkan Service yang Tidak Perlu
Ada beberapa service yang jalan secara otomatis ada juga beberapa service yang jalan pada saat start up dan sebagian besar ada juga yang tidak diperlukan. Sehingga hanya akan memakan waktu dan resource saja. Sebaiknya service-service tersebut dimatikan. Caranya seperti pada langkah nomor 6. Hanya saja, Anda sendiri yag menentukan service mana saja yang Anda kenal dan dirasa tidak dibutuhkan. Lakukan penonaktifan seperti halnya langkah sebelumnya.
Diposting oleh widayats STIMIK ROSMA di 01:14
0 komentar Label: TEKNOLOGI
Link ke posting ini
MEMPERCEPAT SHUT DOWN
Mematikan komputer adalah pekerjaan yang sangat mudah. Namun, pekerjaan penutup ini kadang cukup menjengkelkan, apalagi bila kita dikejar waktu. Tidak jarang selain membutuhkan waktu yang hampir sama dengan proses booting, kadang proses shut down tidak berjalan sebagai mana mestinya,sehingga tetap harus ditunggu. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika Anda menyimak langkah berikut agar proses mematikan komputer dapat membuat Anda lebih nyaman.
1. Shortcut Shut Down
Salah satu cara yang paling cepat untuk untuk mematikan komputer adalah tanpa melalui start menu. Anda dapat menyediakan shortcut khusus pada layar desktop bila ingin mematikan komputer dengan lebih cepat. Caranya cukup mudah. Yaitu, dengan mengklik kanan pada layar desktop, lalu pilih New, Shortcut. Setelah itu, pada layar Create Shortcut, masukkan ‘SHUTDOWN -s -t 01’ lalu tekan tombol Next. Setelah itu, masukkan nama untuk shortcut tersebut. Anda dapat menamakan shortcut ini dengan julukan ‘Shut down’ Lalu tekan tombol Finish.
2. Kurangi Wit Times 1
Selesai membuat menu pintas untuk mematikan komputer, Anda dapat mengatur waktu yang diperlukan untuk menutup aplikasi ke batas minimum. Artinya dengan memberikan waktu sekecil mungkin agar waktu yang dibutuhkan untuk mematikan komputer akan lebih cepat. Caranya adalah dengan menjalankan Registry editor, lalu pilih dalam ‘HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop\pilih ‘WaitToKillAppTimeout’. Setelah itu, ubah nilainya dari 20000 menjadi 1000 agar dapat lebih cepat.
3. Kurangi Wait Times 2
Akses registry editor dengan cara pilih Run dalam start menu lalu ketiklah regedit, kemudian tekan Enter. Setelah itu tekan Ctrl+F kemudian cari ‘HKEY_USERS\.DEFAULT\Control Panel\Desktop’, setelah itu ubahlah nilai ‘WaitToKillAppTimeout’ dari 20000 menjadi 1000. Jika merasa terlalu cepat, Anda juga dapat mengaturnya sampai kecepatan 5000 atau 10000. Waktu ini terkadang tidak terlalu diperlukan, bila Anda sudah terlebih dahulu mematikan semua aplikasi sebelum komputer dimatikan.
4. Kurangi Wait Times 3
Akses kembali registry editor seperti pada langkah-langkah selanjutnya, lalu carilah ‘HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Control\. Setelah itu, cari ‘WaitToKillServiceTimeout’. Klik dua kali pada nama tersebut, kemudian ubah nilai value data-nya dari 20000 menjadi 1000. Jika yang sebelumnya adalah waktu maksimal untuk aplikasi dimatikan atau diselesaikan, maka langkah ini adalah menentukan untuk service yang sedang aktif.
5. Auto Kill Task
Salah satu yang memperlambat proses shut down adalah adanya aplikasi yang hang (tidak responsif) dan meminta input-an user untuk menentukan apakah aplikasi tetap akan ditutup atau tidak. Anda dapat membuat komputer secara otomatis mematikan aplikasi dengan cara mengedit value data ‘AutoEndTask’ menjadi 1. Opsi ini ada di dalam ‘HKEY_USER\Control Panel\Desktop’ dan ‘HKEY_USERS\Control Panel\Desktop’. Dengan cara ini pula, semua aplikasi yang aktif akan dimatikan secara otomatis oleh sistem. Oleh sebab itu, Anda harus yakin bahwa aplikasi tidak lagi digunakan setiap akan mematikan komputer.
6. Jalankan Hibernasi
Anda juga dapat memilih menjalankan hibernasi. Karena Anda tidak akan dipertanyakan apakah ada aplikasi yang tidak responsif atau tidak. Opsi hibernasi terdapat dalam Power Option yang ada pada Control Panel. Namun sebelum mengaktifkan fitur ini, pastikan ruang harddisk tempat sistem operasi berada masih memiliki sekitar 300 MB. Ruang yang dibutuhkan oleh hibernasi adalah untuk menyimpan status komputer (aplikasi apa saja yang sedang dibuka) agar pada saat kembali dari hibernasi, komputer dapat langsung
mengaksesnya.
Matikan nVIDIA Driver Helper Service
Bagi Anda yang memiliki video card dengan chipset nVIDIA terkadang pada saat komputer melakukan proses shut down terdapat sedikit delay atau jeda karena helper service yang dilakukan oleh chipset nVIDIA. Oleh sebab itu, Anda harus mematikannya dengan cara buka computer management (klik kanan pada My Computer, manage). Lalu pada daftar service cari ‘Nvidia Driver Helper’, setelah itu klik kanan dan pilih Properties. Setelah itu pada drop down box ‘Startup Type’pilih disable dan tekan tombol OK. Hal ini dapat saja berlaku untuk VGA lain yang chipset-nya memberikan service serupa.
Diposting oleh widayats STIMIK ROSMA di 01:09
0 komentar Label: TEKNOLOGI
Link ke posting ini
LOGIN MULTI USER PADA WINDOWS XP
Keren sebetulnya yah, hanya saja, Windows hanya mengijinkan satu user saja yang boleh aktif pada satu sesi. Mungkin masalah sekuriti sehingga Windows memblok akses lebih dari 1 user, sehingga user yang aktif mau ga mau harus logout. Untungnya ada sedikit trik, sehingga kita bisa mengakali windows agar bisa mengijinkan kita menggunakan remote desktop secara multiuser.
Perhatian… Ini adalah salah satu bentuk hack. Segala akibat yang timbul adalah merupakan resiko anda sendiri…
Langkah 1:
Restart Windows dan masuk ke SafeMode. Klik kanan pada My Computer lalu pilih Properties, masuk ke tab Remote, dan hilangkan tanda centang pada pilihan “Allow user to connect remotely to this computer”. Jika sudah tidak ada tanda centang, jangan berbuat apa2, diclose aja.
Langkah 2:
Klik Start - Control Panel - Adminsitrative Tools, lalu pilih Services. Double Klik pada Terminal Services yang ada pada list, lalu pilih Disable pada Startup Type option.
Langkah 3:
Kita memerlukan sebuah file dengan nama termsrv.dll, tapi kita akan mendownload versi yang lama. bisa didownload disini: http://www.orbitfiles.com/download/id20947665. lalu pergilah ke folder windows/system32, rename file termsrv.dll menjadi nama lain, misal termsrv.org, lalu copykan file termsrv.dll yang baru saja kita download ke folder ini. dengan cara yang sama juga, lakukan terhadap file termsrv.dll yang ada di folder windows/system32/dllcache, direname, trus copykan file yang baru didownload.
Langkah 4:
Buka registry windows, lewat regedit. Cari key berikut:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Terminal Server\Licensing Core
buat key baru dengan nilai DWORD, “EnableConcurrentSessions” (tanpa tanda petik), kemudian edit dan set nilainya menjadi 1, lalu exit dari regedit.
Langkah 5:
Klik Start, Run, ketikkan gpedit.msc. Lalu buka Computer Configuration > Administrative Templates > Windows Components > Terminal Services
double klik “Limit number of connections”, pilih “Enabled” dan masukkan nilai maksimum dari jumlah koneksi yang ingin kita ijinkan (2 ato lebih), kemudian Restart Windows pada mode normal.
Langkah 6:
Dan akhirnya ulangi langkah no 1, hanya saja kali ini kita harus memastikan ada tanda centang pada option “Allow user to connect remotely to this computer”.
Lalu pergilah ke Terminal Services (lihat langkah 2) lalu set startup type menjadi “Manual”
restart windows dan sampai pada langkah ini, kompie kita akan dapat menerima multiple sesi dari remote desktop.
Saya sudah mencoba teknik ini dan berhasil pada Windows XP pro, saya belum mencoba di windows xp sp2, tapi saya rasa mungkin bisa. Akhirnya semua kembali kepada kita masing2, apakah kita akan menggunakan cara ini untuk efisiensi kerja? atau sebaliknya kita pake untuk mengintip kompie orang lain?
Diposting oleh widayats STIMIK ROSMA di 01:06
0 komentar Label: TEKNOLOGI
Link ke posting ini
Memainkan Game PS 1 Di PC
Membongkar koleksi cd PS1 tidak pernah semenarik ini!
Dan mungkin ada yang belum tahu cara memainkan game PS1 di PC, atau belum tahu cara menggunakan shader di emulator. Jadi saya akan menjelaskan step-step sederhananya.
1.Pastikan anda memiliki PC yang berjalan sempurna. Beneran, step satu ini beberapa kali terlupakan oleh saya. Kalau perlu, download driver terbaru dari VGA card anda.
2.Download emulator PS1, saya rekomendasikan ePSXe
3.Download BIOS untuk PS1. dapat dengan mudah didapatkan di google. Cari saja bios untuk scph1001 atau scph
4.Download Plugin untuk ePSXe, bisa didapatkan di tempatnya si Pete. Downloadlah Graphical Plugin (itu yang utama), dan sebagai tambahan download saja sekalian Plugin untuk sound, controller, dan lain-lain. Kecil kok. Jangan lupa masukkan semua plugin ke folder plugin di foldernya ePSexe.
5.Sekarang Download shadernya. Hm, ini bisa dicari di forumnya Pete, forumnya ngemu, dan di beberapa tempat lain. Tapi Pete punya koleksi Shader yang cukup lengkap dan bagus di situsnya.
6.Voila. Tinggal dicoba. Secara garis besar, atur Video Confignya semampu PC anda, checklist screen filtering dan shader effect. Pilihlah shader effect sesuai jenis shader yang akan anda gunakan (ada 2 jenis program, untuk yang ekstensionnya vp/fp atau slf/slv). Klik tombol di sebelah kanan shader effect, dan cari shader yang mau anda gunakan. Bagian itu saya bold karena ada beberapa orang yang kesulitan di bagian itu.
7.Selamat Nostalgia!
Belajar Menjadi Hacker
Belajar Menjadi Hacker
Diarsipkan di bawah: Onno W. Purbo — kang deden @ 2:54 pm
Hacker dengan keahliannya dapat melihat & memperbaiki kelemahan perangkat lunak di komputer; biasanya kemudian di publikasikan secara terbuka di Internet agar sistem menjadi lebih baik. Sialnya, segelintir manusia berhati jahat menggunakan informasi tersebut untuk kejahatan - mereka biasanya disebut cracker. Pada dasarnya dunia hacker & cracker tidak berbeda dengan dunia seni, disini kita berbicara seni keamanan jaringan Internet.
Saya berharap ilmu keamanan jaringan di tulisan ini digunakan untuk hal-hal yang baik - jadilah Hacker bukan Cracker. Jangan sampai anda terkena karma karena menggunakan ilmu untuk merusak milik orang lain. Apalagi, pada saat ini kebutuhan akan hacker semakin bertambah di Indonesia dengan semakin banyak dotcommers yang ingin IPO di berbagai bursa saham. Nama baik & nilai sebuah dotcom bisa jatuh bahkan menjadi tidak berharga jika dotcom di bobol. Dalam kondisi ini, para hacker di harapkan bisa menjadi konsultan keamanan bagi para dotcommers tersebut - karena SDM pihak kepolisian & aparat keamanan Indonesia amat sangat lemah & menyedihkan di bidang Teknologi Informasi & Internet. Apa boleh buat cybersquad, cyberpatrol swasta barangkali perlu di budayakan untuk survival dotcommers Indonesia di Internet.
Berbagai teknik keamanan jaringan Internet dapat di peroleh secara mudah di Internet antara lain di http://www.sans.org, http://www.rootshell.com, http://www.linuxfirewall.org/, http://www.linuxdoc.org, http://www.cerias.purdue.edu/coast/firewalls/, http://www.redhat.com/mirrors/LDP/HOWTO/. Sebagian dari teknik ini berupa buku-buku yang jumlah-nya beberapa ratus halaman yang dapat di ambil secara cuma-cuma (gratis). Beberapa Frequently Asked Questions (FAQ) tentang keamanan jaringan bisa diperoleh di http://www.iss.net/vd/mail.html, http://www.v-one.com/documents/fw-faq.htm. Dan bagi para experimenter beberapa script / program yang sudah jadi dapat diperoleh antara lain di http://bastille-linux.sourceforge.net/, http://www.redhat.com/support/docs/tips/firewall/firewallservice.html.
Bagi pembaca yang ingin memperoleh ilmu tentang jaringan dapat di download secara cuma-cuma dari http://pandu.dhs.org, http://www.bogor.net/idkf/, http://louis.idaman.com/idkf. Beberapa buku berbentuk softcopy yang dapat di ambil gratis dapat di ambil dari http://pandu.dhs.org/Buku-Online/. Kita harus berterima kasih terutama kepada team Pandu yang dimotori oleh I Made Wiryana untuk ini. Pada saat ini, saya tidak terlalu tahu adanya tempat diskusi Indonesia yang aktif membahas teknik-teknik hacking ini - tetapi mungkin bisa sebagian di diskusikan di mailing list lanjut seperti kursus-linux@yahoogroups.com & linux-admin@linux.or.id yang di operasikan oleh Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) http://www.kpli.or.id.
Cara paling sederhana untuk melihat kelemahan sistem adalah dengan cara mencari informasi dari berbagai vendor misalnya di http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3b tentang kelemahan dari sistem yang mereka buat sendiri. Di samping, memonitoring berbagai mailing list di Internet yang berkaitan dengan keamanan jaringan seperti dalam daftar http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3e.
Dijelaskan oleh Front-line Information Security Team, “Techniques Adopted By ‘System Crackers’ When Attempting To Break Into Corporate or Sensitive Private Networks,” fist@ns2.co.uk http://www.ns2.co.uk. Seorang Cracker umumnya pria usia 16-25 tahun. Berdasarkan statistik pengguna Internet di Indonesia maka sebetulnya mayoritas pengguna Internet di Indonesia adalah anak-anak muda pada usia ini juga. Memang usia ini adalah usia yang sangat ideal dalam menimba ilmu baru termasuk ilmu Internet, sangat disayangkan jika kita tidak berhasil menginternetkan ke 25000 sekolah Indonesia s/d tahun 2002 - karena tumpuan hari depan bangsa Indonesia berada di tangan anak-anak muda kita ini.
Nah, para cracker muda ini umumnya melakukan cracking untuk meningkatkan kemampuan / menggunakan sumber daya di jaringan untuk kepentingan sendiri. Umumnya para cracker adalah opportunis. Melihat kelemahan sistem dengan mejalankan program scanner. Setelah memperoleh akses root, cracker akan menginstall pintu belakang (backdoor) dan menutup semua kelemahan umum yang ada.
Seperti kita tahu, umumnya berbagai perusahaan / dotcommers akan menggunakan Internet untuk (1) hosting web server mereka, (2) komunikasi e-mail dan (3) memberikan akses web / internet kepada karyawan-nya. Pemisahan jaringan Internet dan IntraNet umumnya dilakukan dengan menggunakan teknik / software Firewall dan Proxy server. Melihat kondisi penggunaan di atas, kelemahan sistem umumnya dapat di tembus misalnya dengan menembus mailserver external / luar yang digunakan untuk memudahkan akses ke mail keluar dari perusahaan. Selain itu, dengan menggunakan agressive-SNMP scanner & program yang memaksa SNMP community string dapat mengubah sebuah router menjadi bridge (jembatan) yang kemudian dapat digunakan untuk batu loncatan untuk masuk ke dalam jaringan internal perusahaan (IntraNet).
Agar cracker terlindungi pada saat melakukan serangan, teknik cloacking (penyamaran) dilakukan dengan cara melompat dari mesin yang sebelumnya telah di compromised (ditaklukan) melalui program telnet atau rsh. Pada mesin perantara yang menggunakan Windows serangan dapat dilakukan dengan melompat dari program Wingate. Selain itu, melompat dapat dilakukan melalui perangkat proxy yang konfigurasinya kurang baik.
Setelah berhasil melompat dan memasuki sistem lain, cracker biasanya melakukan probing terhadap jaringan dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Hal ini dilakukan dengan beberapa cara, misalnya (1) menggunakan nslookup untuk menjalankan perintah ‘ls’ , (2) melihat file HTML di webserver anda untuk mengidentifikasi mesin lainnya, (3) melihat berbagai dokumen di FTP server, (4) menghubungkan diri ke mail server dan menggunakan perintah ‘expn ’, dan (5) mem-finger user di mesin-mesin eksternal lainnya.
Langkah selanjutnya, cracker akan mengidentifikasi komponen jaringan yang dipercaya oleh system apa saja. Komponen jaringan tersebut biasanya mesin administrator dan server yang biasanya di anggap paling aman di jaringan. Start dengan check akses & eksport NFS ke berbagai direktori yang kritis seperti /usr/bin, /etc dan /home. Eksploitasi mesin melalui kelemahan Common Gateway Interface (CGI), dengan akses ke file /etc/hosts.allow.
Selanjutnya cracker harus mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan. Cracker bisa mengunakan program di Linux seperti ADMhack, mscan, nmap dan banyak scanner kecil lainnya. Program seperti ‘ps’ & ‘netstat’ di buat trojan (ingat cerita kuda troya? dalam cerita klasik yunani kuno) untuk menyembunyikan proses scanning. Bagi cracker yang cukup advanced dapat mengunakan aggressive-SNMP scanning untuk men-scan peralatan dengan SNMP.
Setelah cracker berhasil mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan, maka cracker akan menjalan program untuk menaklukan program daemon yang lemah di server. Program daemon adalah program di server yang biasanya berjalan di belakang layar (sebagai daemon / setan). Keberhasilan menaklukan program daemon ini akan memungkinkan seorang Cracker untuk memperoleh akses sebagai ‘root’ (administrator tertinggi di server).
Untuk menghilangkan jejak, seorang cracker biasanya melakukan operasi pembersihan ‘clean-up’ operation dengan cara membersihkan berbagai log file. Dan menambahkan program untuk masuk dari pintu belakang ‘backdooring’. Mengganti file .rhosts di /usr/bin untuk memudahkan akses ke mesin yang di taklukan melalui rsh & csh.
Selanjutnya seorang cracker dapat menggunakan mesin yang sudah ditaklukan untuk kepentingannya sendiri, misalnya mengambil informasi sensitif yang seharusnya tidak dibacanya; mengcracking mesin lain dengan melompat dari mesin yang di taklukan; memasang sniffer untuk melihat / mencatat berbagai trafik / komunikasi yang lewat; bahkan bisa mematikan sistem / jaringan dengan cara menjalankan perintah ‘rm -rf / &’. Yang terakhir akan sangat fatal akibatnya karena sistem akan hancur sama sekali, terutama jika semua software di letakan di harddisk. Proses re-install seluruh sistem harus di lakukan, akan memusingkan jika hal ini dilakukan di mesin-mesin yang menjalankan misi kritis.
Oleh karena itu semua mesin & router yang menjalankan misi kritis sebaiknya selalu di periksa keamanannya & di patch oleh software yang lebih baru. Backup menjadi penting sekali terutama pada mesin-mesin yang menjalankan misi kritis supaya terselamatkan dari ulah cracker yang men-disable sistem dengan ‘rm -rf / &’.
Bagi kita yang sehari-hari bergelut di Internet biasanya justru akan sangat menghargai keberadaan para hacker (bukan Cracker). Karena berkat para hacker-lah Internet ada dan dapat kita nikmati seperti sekarang ini, bahkan terus di perbaiki untuk menjadi sistem yang lebih baik lagi. Berbagai kelemahan sistem di perbaiki karena kepandaian rekan-rekan hacker yang sering kali mengerjakan perbaikan tsb. secara sukarela karena hobby-nya. Apalagi seringkali hasil hacking-nya di sebarkan secara cuma-cuma di Internet untuk keperluan masyarakat Internet. Sebuah nilai & budaya gotong royong yang mulia justru tumbuh di dunia maya Internet yang biasanya terkesan futuristik dan jauh dari rasa sosial.
Pengembangan para hobbiest hacker ini menjadi penting sekali untuk keberlangsungan / survival dotcommers di wahana Internet Indonesia. Sebagai salah satu bentuk nyatanya, dalam waktu dekat Insya Allah sekitar pertengahan April 2001 akan di adakan hacking competition di Internet untuk membobol sebuah server yang telah di tentukan terlebih dahulu. Hacking competition tersebut di motori oleh anak-anak muda di Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Semarang yang digerakan oleh anak muda seperti Kresno Aji (masaji@telkom.net), Agus Hartanto (hartx@writeme.com) & Lekso Budi Handoko (handoko@riset.dinus.ac.id). Seperti umumnya anak-anak muda lainnya, mereka umumnya bermodal cekak - bantuan & sponsor tentunya akan sangat bermanfaat dan dinantikan oleh rekan-rekan muda ini.
Mudah-mudahan semua ini akan menambah semangat pembaca, khususnya pembaca muda, untuk bergerak di dunia hacker yang mengasyikan dan menantang. Kalau kata Captain Jean Luc Picard di Film Startrek Next Generation, “To boldly go where no one has gone before”.
Diarsipkan di bawah: Onno W. Purbo — kang deden @ 2:54 pm
Hacker dengan keahliannya dapat melihat & memperbaiki kelemahan perangkat lunak di komputer; biasanya kemudian di publikasikan secara terbuka di Internet agar sistem menjadi lebih baik. Sialnya, segelintir manusia berhati jahat menggunakan informasi tersebut untuk kejahatan - mereka biasanya disebut cracker. Pada dasarnya dunia hacker & cracker tidak berbeda dengan dunia seni, disini kita berbicara seni keamanan jaringan Internet.
Saya berharap ilmu keamanan jaringan di tulisan ini digunakan untuk hal-hal yang baik - jadilah Hacker bukan Cracker. Jangan sampai anda terkena karma karena menggunakan ilmu untuk merusak milik orang lain. Apalagi, pada saat ini kebutuhan akan hacker semakin bertambah di Indonesia dengan semakin banyak dotcommers yang ingin IPO di berbagai bursa saham. Nama baik & nilai sebuah dotcom bisa jatuh bahkan menjadi tidak berharga jika dotcom di bobol. Dalam kondisi ini, para hacker di harapkan bisa menjadi konsultan keamanan bagi para dotcommers tersebut - karena SDM pihak kepolisian & aparat keamanan Indonesia amat sangat lemah & menyedihkan di bidang Teknologi Informasi & Internet. Apa boleh buat cybersquad, cyberpatrol swasta barangkali perlu di budayakan untuk survival dotcommers Indonesia di Internet.
Berbagai teknik keamanan jaringan Internet dapat di peroleh secara mudah di Internet antara lain di http://www.sans.org, http://www.rootshell.com, http://www.linuxfirewall.org/, http://www.linuxdoc.org, http://www.cerias.purdue.edu/coast/firewalls/, http://www.redhat.com/mirrors/LDP/HOWTO/. Sebagian dari teknik ini berupa buku-buku yang jumlah-nya beberapa ratus halaman yang dapat di ambil secara cuma-cuma (gratis). Beberapa Frequently Asked Questions (FAQ) tentang keamanan jaringan bisa diperoleh di http://www.iss.net/vd/mail.html, http://www.v-one.com/documents/fw-faq.htm. Dan bagi para experimenter beberapa script / program yang sudah jadi dapat diperoleh antara lain di http://bastille-linux.sourceforge.net/, http://www.redhat.com/support/docs/tips/firewall/firewallservice.html.
Bagi pembaca yang ingin memperoleh ilmu tentang jaringan dapat di download secara cuma-cuma dari http://pandu.dhs.org, http://www.bogor.net/idkf/, http://louis.idaman.com/idkf. Beberapa buku berbentuk softcopy yang dapat di ambil gratis dapat di ambil dari http://pandu.dhs.org/Buku-Online/. Kita harus berterima kasih terutama kepada team Pandu yang dimotori oleh I Made Wiryana untuk ini. Pada saat ini, saya tidak terlalu tahu adanya tempat diskusi Indonesia yang aktif membahas teknik-teknik hacking ini - tetapi mungkin bisa sebagian di diskusikan di mailing list lanjut seperti kursus-linux@yahoogroups.com & linux-admin@linux.or.id yang di operasikan oleh Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) http://www.kpli.or.id.
Cara paling sederhana untuk melihat kelemahan sistem adalah dengan cara mencari informasi dari berbagai vendor misalnya di http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3b tentang kelemahan dari sistem yang mereka buat sendiri. Di samping, memonitoring berbagai mailing list di Internet yang berkaitan dengan keamanan jaringan seperti dalam daftar http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3e.
Dijelaskan oleh Front-line Information Security Team, “Techniques Adopted By ‘System Crackers’ When Attempting To Break Into Corporate or Sensitive Private Networks,” fist@ns2.co.uk http://www.ns2.co.uk. Seorang Cracker umumnya pria usia 16-25 tahun. Berdasarkan statistik pengguna Internet di Indonesia maka sebetulnya mayoritas pengguna Internet di Indonesia adalah anak-anak muda pada usia ini juga. Memang usia ini adalah usia yang sangat ideal dalam menimba ilmu baru termasuk ilmu Internet, sangat disayangkan jika kita tidak berhasil menginternetkan ke 25000 sekolah Indonesia s/d tahun 2002 - karena tumpuan hari depan bangsa Indonesia berada di tangan anak-anak muda kita ini.
Nah, para cracker muda ini umumnya melakukan cracking untuk meningkatkan kemampuan / menggunakan sumber daya di jaringan untuk kepentingan sendiri. Umumnya para cracker adalah opportunis. Melihat kelemahan sistem dengan mejalankan program scanner. Setelah memperoleh akses root, cracker akan menginstall pintu belakang (backdoor) dan menutup semua kelemahan umum yang ada.
Seperti kita tahu, umumnya berbagai perusahaan / dotcommers akan menggunakan Internet untuk (1) hosting web server mereka, (2) komunikasi e-mail dan (3) memberikan akses web / internet kepada karyawan-nya. Pemisahan jaringan Internet dan IntraNet umumnya dilakukan dengan menggunakan teknik / software Firewall dan Proxy server. Melihat kondisi penggunaan di atas, kelemahan sistem umumnya dapat di tembus misalnya dengan menembus mailserver external / luar yang digunakan untuk memudahkan akses ke mail keluar dari perusahaan. Selain itu, dengan menggunakan agressive-SNMP scanner & program yang memaksa SNMP community string dapat mengubah sebuah router menjadi bridge (jembatan) yang kemudian dapat digunakan untuk batu loncatan untuk masuk ke dalam jaringan internal perusahaan (IntraNet).
Agar cracker terlindungi pada saat melakukan serangan, teknik cloacking (penyamaran) dilakukan dengan cara melompat dari mesin yang sebelumnya telah di compromised (ditaklukan) melalui program telnet atau rsh. Pada mesin perantara yang menggunakan Windows serangan dapat dilakukan dengan melompat dari program Wingate. Selain itu, melompat dapat dilakukan melalui perangkat proxy yang konfigurasinya kurang baik.
Setelah berhasil melompat dan memasuki sistem lain, cracker biasanya melakukan probing terhadap jaringan dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Hal ini dilakukan dengan beberapa cara, misalnya (1) menggunakan nslookup untuk menjalankan perintah ‘ls
Langkah selanjutnya, cracker akan mengidentifikasi komponen jaringan yang dipercaya oleh system apa saja. Komponen jaringan tersebut biasanya mesin administrator dan server yang biasanya di anggap paling aman di jaringan. Start dengan check akses & eksport NFS ke berbagai direktori yang kritis seperti /usr/bin, /etc dan /home. Eksploitasi mesin melalui kelemahan Common Gateway Interface (CGI), dengan akses ke file /etc/hosts.allow.
Selanjutnya cracker harus mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan. Cracker bisa mengunakan program di Linux seperti ADMhack, mscan, nmap dan banyak scanner kecil lainnya. Program seperti ‘ps’ & ‘netstat’ di buat trojan (ingat cerita kuda troya? dalam cerita klasik yunani kuno) untuk menyembunyikan proses scanning. Bagi cracker yang cukup advanced dapat mengunakan aggressive-SNMP scanning untuk men-scan peralatan dengan SNMP.
Setelah cracker berhasil mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan, maka cracker akan menjalan program untuk menaklukan program daemon yang lemah di server. Program daemon adalah program di server yang biasanya berjalan di belakang layar (sebagai daemon / setan). Keberhasilan menaklukan program daemon ini akan memungkinkan seorang Cracker untuk memperoleh akses sebagai ‘root’ (administrator tertinggi di server).
Untuk menghilangkan jejak, seorang cracker biasanya melakukan operasi pembersihan ‘clean-up’ operation dengan cara membersihkan berbagai log file. Dan menambahkan program untuk masuk dari pintu belakang ‘backdooring’. Mengganti file .rhosts di /usr/bin untuk memudahkan akses ke mesin yang di taklukan melalui rsh & csh.
Selanjutnya seorang cracker dapat menggunakan mesin yang sudah ditaklukan untuk kepentingannya sendiri, misalnya mengambil informasi sensitif yang seharusnya tidak dibacanya; mengcracking mesin lain dengan melompat dari mesin yang di taklukan; memasang sniffer untuk melihat / mencatat berbagai trafik / komunikasi yang lewat; bahkan bisa mematikan sistem / jaringan dengan cara menjalankan perintah ‘rm -rf / &’. Yang terakhir akan sangat fatal akibatnya karena sistem akan hancur sama sekali, terutama jika semua software di letakan di harddisk. Proses re-install seluruh sistem harus di lakukan, akan memusingkan jika hal ini dilakukan di mesin-mesin yang menjalankan misi kritis.
Oleh karena itu semua mesin & router yang menjalankan misi kritis sebaiknya selalu di periksa keamanannya & di patch oleh software yang lebih baru. Backup menjadi penting sekali terutama pada mesin-mesin yang menjalankan misi kritis supaya terselamatkan dari ulah cracker yang men-disable sistem dengan ‘rm -rf / &’.
Bagi kita yang sehari-hari bergelut di Internet biasanya justru akan sangat menghargai keberadaan para hacker (bukan Cracker). Karena berkat para hacker-lah Internet ada dan dapat kita nikmati seperti sekarang ini, bahkan terus di perbaiki untuk menjadi sistem yang lebih baik lagi. Berbagai kelemahan sistem di perbaiki karena kepandaian rekan-rekan hacker yang sering kali mengerjakan perbaikan tsb. secara sukarela karena hobby-nya. Apalagi seringkali hasil hacking-nya di sebarkan secara cuma-cuma di Internet untuk keperluan masyarakat Internet. Sebuah nilai & budaya gotong royong yang mulia justru tumbuh di dunia maya Internet yang biasanya terkesan futuristik dan jauh dari rasa sosial.
Pengembangan para hobbiest hacker ini menjadi penting sekali untuk keberlangsungan / survival dotcommers di wahana Internet Indonesia. Sebagai salah satu bentuk nyatanya, dalam waktu dekat Insya Allah sekitar pertengahan April 2001 akan di adakan hacking competition di Internet untuk membobol sebuah server yang telah di tentukan terlebih dahulu. Hacking competition tersebut di motori oleh anak-anak muda di Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Semarang yang digerakan oleh anak muda seperti Kresno Aji (masaji@telkom.net), Agus Hartanto (hartx@writeme.com) & Lekso Budi Handoko (handoko@riset.dinus.ac.id). Seperti umumnya anak-anak muda lainnya, mereka umumnya bermodal cekak - bantuan & sponsor tentunya akan sangat bermanfaat dan dinantikan oleh rekan-rekan muda ini.
Mudah-mudahan semua ini akan menambah semangat pembaca, khususnya pembaca muda, untuk bergerak di dunia hacker yang mengasyikan dan menantang. Kalau kata Captain Jean Luc Picard di Film Startrek Next Generation, “To boldly go where no one has gone before”.
Belajar Menjadi Hacker
Belajar Menjadi Hacker
Diarsipkan di bawah: Onno W. Purbo — kang deden @ 2:54 pm
Hacker dengan keahliannya dapat melihat & memperbaiki kelemahan perangkat lunak di komputer; biasanya kemudian di publikasikan secara terbuka di Internet agar sistem menjadi lebih baik. Sialnya, segelintir manusia berhati jahat menggunakan informasi tersebut untuk kejahatan - mereka biasanya disebut cracker. Pada dasarnya dunia hacker & cracker tidak berbeda dengan dunia seni, disini kita berbicara seni keamanan jaringan Internet.
Saya berharap ilmu keamanan jaringan di tulisan ini digunakan untuk hal-hal yang baik - jadilah Hacker bukan Cracker. Jangan sampai anda terkena karma karena menggunakan ilmu untuk merusak milik orang lain. Apalagi, pada saat ini kebutuhan akan hacker semakin bertambah di Indonesia dengan semakin banyak dotcommers yang ingin IPO di berbagai bursa saham. Nama baik & nilai sebuah dotcom bisa jatuh bahkan menjadi tidak berharga jika dotcom di bobol. Dalam kondisi ini, para hacker di harapkan bisa menjadi konsultan keamanan bagi para dotcommers tersebut - karena SDM pihak kepolisian & aparat keamanan Indonesia amat sangat lemah & menyedihkan di bidang Teknologi Informasi & Internet. Apa boleh buat cybersquad, cyberpatrol swasta barangkali perlu di budayakan untuk survival dotcommers Indonesia di Internet.
Berbagai teknik keamanan jaringan Internet dapat di peroleh secara mudah di Internet antara lain di http://www.sans.org, http://www.rootshell.com, http://www.linuxfirewall.org/, http://www.linuxdoc.org, http://www.cerias.purdue.edu/coast/firewalls/, http://www.redhat.com/mirrors/LDP/HOWTO/. Sebagian dari teknik ini berupa buku-buku yang jumlah-nya beberapa ratus halaman yang dapat di ambil secara cuma-cuma (gratis). Beberapa Frequently Asked Questions (FAQ) tentang keamanan jaringan bisa diperoleh di http://www.iss.net/vd/mail.html, http://www.v-one.com/documents/fw-faq.htm. Dan bagi para experimenter beberapa script / program yang sudah jadi dapat diperoleh antara lain di http://bastille-linux.sourceforge.net/, http://www.redhat.com/support/docs/tips/firewall/firewallservice.html.
Bagi pembaca yang ingin memperoleh ilmu tentang jaringan dapat di download secara cuma-cuma dari http://pandu.dhs.org, http://www.bogor.net/idkf/, http://louis.idaman.com/idkf. Beberapa buku berbentuk softcopy yang dapat di ambil gratis dapat di ambil dari http://pandu.dhs.org/Buku-Online/. Kita harus berterima kasih terutama kepada team Pandu yang dimotori oleh I Made Wiryana untuk ini. Pada saat ini, saya tidak terlalu tahu adanya tempat diskusi Indonesia yang aktif membahas teknik-teknik hacking ini - tetapi mungkin bisa sebagian di diskusikan di mailing list lanjut seperti kursus-linux@yahoogroups.com & linux-admin@linux.or.id yang di operasikan oleh Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) http://www.kpli.or.id.
Cara paling sederhana untuk melihat kelemahan sistem adalah dengan cara mencari informasi dari berbagai vendor misalnya di http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3b tentang kelemahan dari sistem yang mereka buat sendiri. Di samping, memonitoring berbagai mailing list di Internet yang berkaitan dengan keamanan jaringan seperti dalam daftar http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3e.
Dijelaskan oleh Front-line Information Security Team, “Techniques Adopted By ‘System Crackers’ When Attempting To Break Into Corporate or Sensitive Private Networks,” fist@ns2.co.uk http://www.ns2.co.uk. Seorang Cracker umumnya pria usia 16-25 tahun. Berdasarkan statistik pengguna Internet di Indonesia maka sebetulnya mayoritas pengguna Internet di Indonesia adalah anak-anak muda pada usia ini juga. Memang usia ini adalah usia yang sangat ideal dalam menimba ilmu baru termasuk ilmu Internet, sangat disayangkan jika kita tidak berhasil menginternetkan ke 25000 sekolah Indonesia s/d tahun 2002 - karena tumpuan hari depan bangsa Indonesia berada di tangan anak-anak muda kita ini.
Nah, para cracker muda ini umumnya melakukan cracking untuk meningkatkan kemampuan / menggunakan sumber daya di jaringan untuk kepentingan sendiri. Umumnya para cracker adalah opportunis. Melihat kelemahan sistem dengan mejalankan program scanner. Setelah memperoleh akses root, cracker akan menginstall pintu belakang (backdoor) dan menutup semua kelemahan umum yang ada.
Seperti kita tahu, umumnya berbagai perusahaan / dotcommers akan menggunakan Internet untuk (1) hosting web server mereka, (2) komunikasi e-mail dan (3) memberikan akses web / internet kepada karyawan-nya. Pemisahan jaringan Internet dan IntraNet umumnya dilakukan dengan menggunakan teknik / software Firewall dan Proxy server. Melihat kondisi penggunaan di atas, kelemahan sistem umumnya dapat di tembus misalnya dengan menembus mailserver external / luar yang digunakan untuk memudahkan akses ke mail keluar dari perusahaan. Selain itu, dengan menggunakan agressive-SNMP scanner & program yang memaksa SNMP community string dapat mengubah sebuah router menjadi bridge (jembatan) yang kemudian dapat digunakan untuk batu loncatan untuk masuk ke dalam jaringan internal perusahaan (IntraNet).
Agar cracker terlindungi pada saat melakukan serangan, teknik cloacking (penyamaran) dilakukan dengan cara melompat dari mesin yang sebelumnya telah di compromised (ditaklukan) melalui program telnet atau rsh. Pada mesin perantara yang menggunakan Windows serangan dapat dilakukan dengan melompat dari program Wingate. Selain itu, melompat dapat dilakukan melalui perangkat proxy yang konfigurasinya kurang baik.
Setelah berhasil melompat dan memasuki sistem lain, cracker biasanya melakukan probing terhadap jaringan dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Hal ini dilakukan dengan beberapa cara, misalnya (1) menggunakan nslookup untuk menjalankan perintah ‘ls’ , (2) melihat file HTML di webserver anda untuk mengidentifikasi mesin lainnya, (3) melihat berbagai dokumen di FTP server, (4) menghubungkan diri ke mail server dan menggunakan perintah ‘expn ’, dan (5) mem-finger user di mesin-mesin eksternal lainnya.
Langkah selanjutnya, cracker akan mengidentifikasi komponen jaringan yang dipercaya oleh system apa saja. Komponen jaringan tersebut biasanya mesin administrator dan server yang biasanya di anggap paling aman di jaringan. Start dengan check akses & eksport NFS ke berbagai direktori yang kritis seperti /usr/bin, /etc dan /home. Eksploitasi mesin melalui kelemahan Common Gateway Interface (CGI), dengan akses ke file /etc/hosts.allow.
Selanjutnya cracker harus mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan. Cracker bisa mengunakan program di Linux seperti ADMhack, mscan, nmap dan banyak scanner kecil lainnya. Program seperti ‘ps’ & ‘netstat’ di buat trojan (ingat cerita kuda troya? dalam cerita klasik yunani kuno) untuk menyembunyikan proses scanning. Bagi cracker yang cukup advanced dapat mengunakan aggressive-SNMP scanning untuk men-scan peralatan dengan SNMP.
Setelah cracker berhasil mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan, maka cracker akan menjalan program untuk menaklukan program daemon yang lemah di server. Program daemon adalah program di server yang biasanya berjalan di belakang layar (sebagai daemon / setan). Keberhasilan menaklukan program daemon ini akan memungkinkan seorang Cracker untuk memperoleh akses sebagai ‘root’ (administrator tertinggi di server).
Untuk menghilangkan jejak, seorang cracker biasanya melakukan operasi pembersihan ‘clean-up’ operation dengan cara membersihkan berbagai log file. Dan menambahkan program untuk masuk dari pintu belakang ‘backdooring’. Mengganti file .rhosts di /usr/bin untuk memudahkan akses ke mesin yang di taklukan melalui rsh & csh.
Selanjutnya seorang cracker dapat menggunakan mesin yang sudah ditaklukan untuk kepentingannya sendiri, misalnya mengambil informasi sensitif yang seharusnya tidak dibacanya; mengcracking mesin lain dengan melompat dari mesin yang di taklukan; memasang sniffer untuk melihat / mencatat berbagai trafik / komunikasi yang lewat; bahkan bisa mematikan sistem / jaringan dengan cara menjalankan perintah ‘rm -rf / &’. Yang terakhir akan sangat fatal akibatnya karena sistem akan hancur sama sekali, terutama jika semua software di letakan di harddisk. Proses re-install seluruh sistem harus di lakukan, akan memusingkan jika hal ini dilakukan di mesin-mesin yang menjalankan misi kritis.
Oleh karena itu semua mesin & router yang menjalankan misi kritis sebaiknya selalu di periksa keamanannya & di patch oleh software yang lebih baru. Backup menjadi penting sekali terutama pada mesin-mesin yang menjalankan misi kritis supaya terselamatkan dari ulah cracker yang men-disable sistem dengan ‘rm -rf / &’.
Bagi kita yang sehari-hari bergelut di Internet biasanya justru akan sangat menghargai keberadaan para hacker (bukan Cracker). Karena berkat para hacker-lah Internet ada dan dapat kita nikmati seperti sekarang ini, bahkan terus di perbaiki untuk menjadi sistem yang lebih baik lagi. Berbagai kelemahan sistem di perbaiki karena kepandaian rekan-rekan hacker yang sering kali mengerjakan perbaikan tsb. secara sukarela karena hobby-nya. Apalagi seringkali hasil hacking-nya di sebarkan secara cuma-cuma di Internet untuk keperluan masyarakat Internet. Sebuah nilai & budaya gotong royong yang mulia justru tumbuh di dunia maya Internet yang biasanya terkesan futuristik dan jauh dari rasa sosial.
Pengembangan para hobbiest hacker ini menjadi penting sekali untuk keberlangsungan / survival dotcommers di wahana Internet Indonesia. Sebagai salah satu bentuk nyatanya, dalam waktu dekat Insya Allah sekitar pertengahan April 2001 akan di adakan hacking competition di Internet untuk membobol sebuah server yang telah di tentukan terlebih dahulu. Hacking competition tersebut di motori oleh anak-anak muda di Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Semarang yang digerakan oleh anak muda seperti Kresno Aji (masaji@telkom.net), Agus Hartanto (hartx@writeme.com) & Lekso Budi Handoko (handoko@riset.dinus.ac.id). Seperti umumnya anak-anak muda lainnya, mereka umumnya bermodal cekak - bantuan & sponsor tentunya akan sangat bermanfaat dan dinantikan oleh rekan-rekan muda ini.
Mudah-mudahan semua ini akan menambah semangat pembaca, khususnya pembaca muda, untuk bergerak di dunia hacker yang mengasyikan dan menantang. Kalau kata Captain Jean Luc Picard di Film Startrek Next Generation, “To boldly go where no one has gone before”.
Diarsipkan di bawah: Onno W. Purbo — kang deden @ 2:54 pm
Hacker dengan keahliannya dapat melihat & memperbaiki kelemahan perangkat lunak di komputer; biasanya kemudian di publikasikan secara terbuka di Internet agar sistem menjadi lebih baik. Sialnya, segelintir manusia berhati jahat menggunakan informasi tersebut untuk kejahatan - mereka biasanya disebut cracker. Pada dasarnya dunia hacker & cracker tidak berbeda dengan dunia seni, disini kita berbicara seni keamanan jaringan Internet.
Saya berharap ilmu keamanan jaringan di tulisan ini digunakan untuk hal-hal yang baik - jadilah Hacker bukan Cracker. Jangan sampai anda terkena karma karena menggunakan ilmu untuk merusak milik orang lain. Apalagi, pada saat ini kebutuhan akan hacker semakin bertambah di Indonesia dengan semakin banyak dotcommers yang ingin IPO di berbagai bursa saham. Nama baik & nilai sebuah dotcom bisa jatuh bahkan menjadi tidak berharga jika dotcom di bobol. Dalam kondisi ini, para hacker di harapkan bisa menjadi konsultan keamanan bagi para dotcommers tersebut - karena SDM pihak kepolisian & aparat keamanan Indonesia amat sangat lemah & menyedihkan di bidang Teknologi Informasi & Internet. Apa boleh buat cybersquad, cyberpatrol swasta barangkali perlu di budayakan untuk survival dotcommers Indonesia di Internet.
Berbagai teknik keamanan jaringan Internet dapat di peroleh secara mudah di Internet antara lain di http://www.sans.org, http://www.rootshell.com, http://www.linuxfirewall.org/, http://www.linuxdoc.org, http://www.cerias.purdue.edu/coast/firewalls/, http://www.redhat.com/mirrors/LDP/HOWTO/. Sebagian dari teknik ini berupa buku-buku yang jumlah-nya beberapa ratus halaman yang dapat di ambil secara cuma-cuma (gratis). Beberapa Frequently Asked Questions (FAQ) tentang keamanan jaringan bisa diperoleh di http://www.iss.net/vd/mail.html, http://www.v-one.com/documents/fw-faq.htm. Dan bagi para experimenter beberapa script / program yang sudah jadi dapat diperoleh antara lain di http://bastille-linux.sourceforge.net/, http://www.redhat.com/support/docs/tips/firewall/firewallservice.html.
Bagi pembaca yang ingin memperoleh ilmu tentang jaringan dapat di download secara cuma-cuma dari http://pandu.dhs.org, http://www.bogor.net/idkf/, http://louis.idaman.com/idkf. Beberapa buku berbentuk softcopy yang dapat di ambil gratis dapat di ambil dari http://pandu.dhs.org/Buku-Online/. Kita harus berterima kasih terutama kepada team Pandu yang dimotori oleh I Made Wiryana untuk ini. Pada saat ini, saya tidak terlalu tahu adanya tempat diskusi Indonesia yang aktif membahas teknik-teknik hacking ini - tetapi mungkin bisa sebagian di diskusikan di mailing list lanjut seperti kursus-linux@yahoogroups.com & linux-admin@linux.or.id yang di operasikan oleh Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) http://www.kpli.or.id.
Cara paling sederhana untuk melihat kelemahan sistem adalah dengan cara mencari informasi dari berbagai vendor misalnya di http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3b tentang kelemahan dari sistem yang mereka buat sendiri. Di samping, memonitoring berbagai mailing list di Internet yang berkaitan dengan keamanan jaringan seperti dalam daftar http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3e.
Dijelaskan oleh Front-line Information Security Team, “Techniques Adopted By ‘System Crackers’ When Attempting To Break Into Corporate or Sensitive Private Networks,” fist@ns2.co.uk http://www.ns2.co.uk. Seorang Cracker umumnya pria usia 16-25 tahun. Berdasarkan statistik pengguna Internet di Indonesia maka sebetulnya mayoritas pengguna Internet di Indonesia adalah anak-anak muda pada usia ini juga. Memang usia ini adalah usia yang sangat ideal dalam menimba ilmu baru termasuk ilmu Internet, sangat disayangkan jika kita tidak berhasil menginternetkan ke 25000 sekolah Indonesia s/d tahun 2002 - karena tumpuan hari depan bangsa Indonesia berada di tangan anak-anak muda kita ini.
Nah, para cracker muda ini umumnya melakukan cracking untuk meningkatkan kemampuan / menggunakan sumber daya di jaringan untuk kepentingan sendiri. Umumnya para cracker adalah opportunis. Melihat kelemahan sistem dengan mejalankan program scanner. Setelah memperoleh akses root, cracker akan menginstall pintu belakang (backdoor) dan menutup semua kelemahan umum yang ada.
Seperti kita tahu, umumnya berbagai perusahaan / dotcommers akan menggunakan Internet untuk (1) hosting web server mereka, (2) komunikasi e-mail dan (3) memberikan akses web / internet kepada karyawan-nya. Pemisahan jaringan Internet dan IntraNet umumnya dilakukan dengan menggunakan teknik / software Firewall dan Proxy server. Melihat kondisi penggunaan di atas, kelemahan sistem umumnya dapat di tembus misalnya dengan menembus mailserver external / luar yang digunakan untuk memudahkan akses ke mail keluar dari perusahaan. Selain itu, dengan menggunakan agressive-SNMP scanner & program yang memaksa SNMP community string dapat mengubah sebuah router menjadi bridge (jembatan) yang kemudian dapat digunakan untuk batu loncatan untuk masuk ke dalam jaringan internal perusahaan (IntraNet).
Agar cracker terlindungi pada saat melakukan serangan, teknik cloacking (penyamaran) dilakukan dengan cara melompat dari mesin yang sebelumnya telah di compromised (ditaklukan) melalui program telnet atau rsh. Pada mesin perantara yang menggunakan Windows serangan dapat dilakukan dengan melompat dari program Wingate. Selain itu, melompat dapat dilakukan melalui perangkat proxy yang konfigurasinya kurang baik.
Setelah berhasil melompat dan memasuki sistem lain, cracker biasanya melakukan probing terhadap jaringan dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Hal ini dilakukan dengan beberapa cara, misalnya (1) menggunakan nslookup untuk menjalankan perintah ‘ls
Langkah selanjutnya, cracker akan mengidentifikasi komponen jaringan yang dipercaya oleh system apa saja. Komponen jaringan tersebut biasanya mesin administrator dan server yang biasanya di anggap paling aman di jaringan. Start dengan check akses & eksport NFS ke berbagai direktori yang kritis seperti /usr/bin, /etc dan /home. Eksploitasi mesin melalui kelemahan Common Gateway Interface (CGI), dengan akses ke file /etc/hosts.allow.
Selanjutnya cracker harus mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan. Cracker bisa mengunakan program di Linux seperti ADMhack, mscan, nmap dan banyak scanner kecil lainnya. Program seperti ‘ps’ & ‘netstat’ di buat trojan (ingat cerita kuda troya? dalam cerita klasik yunani kuno) untuk menyembunyikan proses scanning. Bagi cracker yang cukup advanced dapat mengunakan aggressive-SNMP scanning untuk men-scan peralatan dengan SNMP.
Setelah cracker berhasil mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan, maka cracker akan menjalan program untuk menaklukan program daemon yang lemah di server. Program daemon adalah program di server yang biasanya berjalan di belakang layar (sebagai daemon / setan). Keberhasilan menaklukan program daemon ini akan memungkinkan seorang Cracker untuk memperoleh akses sebagai ‘root’ (administrator tertinggi di server).
Untuk menghilangkan jejak, seorang cracker biasanya melakukan operasi pembersihan ‘clean-up’ operation dengan cara membersihkan berbagai log file. Dan menambahkan program untuk masuk dari pintu belakang ‘backdooring’. Mengganti file .rhosts di /usr/bin untuk memudahkan akses ke mesin yang di taklukan melalui rsh & csh.
Selanjutnya seorang cracker dapat menggunakan mesin yang sudah ditaklukan untuk kepentingannya sendiri, misalnya mengambil informasi sensitif yang seharusnya tidak dibacanya; mengcracking mesin lain dengan melompat dari mesin yang di taklukan; memasang sniffer untuk melihat / mencatat berbagai trafik / komunikasi yang lewat; bahkan bisa mematikan sistem / jaringan dengan cara menjalankan perintah ‘rm -rf / &’. Yang terakhir akan sangat fatal akibatnya karena sistem akan hancur sama sekali, terutama jika semua software di letakan di harddisk. Proses re-install seluruh sistem harus di lakukan, akan memusingkan jika hal ini dilakukan di mesin-mesin yang menjalankan misi kritis.
Oleh karena itu semua mesin & router yang menjalankan misi kritis sebaiknya selalu di periksa keamanannya & di patch oleh software yang lebih baru. Backup menjadi penting sekali terutama pada mesin-mesin yang menjalankan misi kritis supaya terselamatkan dari ulah cracker yang men-disable sistem dengan ‘rm -rf / &’.
Bagi kita yang sehari-hari bergelut di Internet biasanya justru akan sangat menghargai keberadaan para hacker (bukan Cracker). Karena berkat para hacker-lah Internet ada dan dapat kita nikmati seperti sekarang ini, bahkan terus di perbaiki untuk menjadi sistem yang lebih baik lagi. Berbagai kelemahan sistem di perbaiki karena kepandaian rekan-rekan hacker yang sering kali mengerjakan perbaikan tsb. secara sukarela karena hobby-nya. Apalagi seringkali hasil hacking-nya di sebarkan secara cuma-cuma di Internet untuk keperluan masyarakat Internet. Sebuah nilai & budaya gotong royong yang mulia justru tumbuh di dunia maya Internet yang biasanya terkesan futuristik dan jauh dari rasa sosial.
Pengembangan para hobbiest hacker ini menjadi penting sekali untuk keberlangsungan / survival dotcommers di wahana Internet Indonesia. Sebagai salah satu bentuk nyatanya, dalam waktu dekat Insya Allah sekitar pertengahan April 2001 akan di adakan hacking competition di Internet untuk membobol sebuah server yang telah di tentukan terlebih dahulu. Hacking competition tersebut di motori oleh anak-anak muda di Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Semarang yang digerakan oleh anak muda seperti Kresno Aji (masaji@telkom.net), Agus Hartanto (hartx@writeme.com) & Lekso Budi Handoko (handoko@riset.dinus.ac.id). Seperti umumnya anak-anak muda lainnya, mereka umumnya bermodal cekak - bantuan & sponsor tentunya akan sangat bermanfaat dan dinantikan oleh rekan-rekan muda ini.
Mudah-mudahan semua ini akan menambah semangat pembaca, khususnya pembaca muda, untuk bergerak di dunia hacker yang mengasyikan dan menantang. Kalau kata Captain Jean Luc Picard di Film Startrek Next Generation, “To boldly go where no one has gone before”.
Langganan:
Postingan (Atom)
